Emiten Handphone Laris Manis Jelang Lebaran - Permintaan Meningkat 40%

NERACA

Jakarta – Jelang Lebaran, menjadi panen bagi penjualan handphone di Indonesia. Pasalnya, permintaan pasar akan meningkat 30%-40%. Dimana jika dibandingkan hari biasa penjualan handphone mencapai 100 unit, maka pada bulan puasa bisa mencapai 130-140 unit. Hal ini diimbangi karena tren masyarakat untuk berganti handphone saat mudik setelah mendapatkan tunjangan hari raya.

Tengok saja, tiga emiten distributor handphone yaitu PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO), PT Global Teleshop Tbk (GLOB) dan PT Erajaya Swasembada (ERAA) yang berhasil membukukan kenaikan kinerja yang signifikan selama semester I-2012.

PT Erajaya Swasembada mencatatkan kenaikan signifikan dari sisi laba bersih, yaitu sebesar 216,79% menjadi Rp 212,14 miliar di tahun 2012, dibandingkan dengan Rp 66,96 miliar di tahun 2011.

Pihak manajemen ERAA menyebutkan, kenaikan laba tersbut disebabkan oleh penjualan bersih perseroan yang juga meningkat sebesar 214,69% menjadi Rp 6,41 triliun di semester I-2012, dibandingkan dengan jumlah penjualan bersih sebesar Rp 2,04 triliun di tahun 2011.

Kenaikan ini terjadi karena kontribusi penjualan PT. Teletama Artha Mandiri kepada Perseroan, penambahan jumlah outlet, perluasan pangsa pasar retail, dan juga penambahan produk/ brand baru.

Sementara Presiden Direktur PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO), Sugiono Wiyono, mengungkapkan, hingga semester I tahun ini, Nokia masih merajai penjualan handphone di Indonesia. Meski demikian, Nokia masih kalah di bidang smartphone. "Kalau dari segi unit, Nokia masih yang paling banyak dijual," katanya.

Nokia Masih Jawara

Faktor utama Nokia masih jadi jawara, menurut dia, karena pabrikan asal Swedia itu menawarkan keberagaman model. Meski demikian, imbuhnya, Nokia masih kalah jauh di kelas smartphone jika dibanding rival terberat mereka, BlackBerry. Hal ini, menurut Sugiono, karena jenis smartphone Nokia masih terbatas pada beberapa jenis saja, seperti Nokia Lumia.

Penjualan smartphone sendiri, menurut Sugiono, tahun ini masih dikuasai oleh BlackBerry yang diikuti oleh smartphone berbasis sistem operasi Android seperti Samsung, HTC, dan lainnya.

Dia menambahkan, penjualan BlackBerry relatif merata pada semua segmen, baik itu segmen low end, middle end, dan high end. Untuk smartphone berbasis Android, Samsung masih menjadi penyumbang terbesar penjualan. Sementara itu, penjualan iPhone asal Amerika masih terbatas. "Penjualan masih one single digit dari persentase penjualan secara keseluruhan," ujarnya.

TRIO mengalami peningkatan laba menjadi Rp150,17 miliar pada semester I-2012 dari sebelumnya Rp 120,93 miliar pada periode yang sama 2011.Perseroan mencatatkan pendapatan bersih menjadi Rp 3,65 triliun dari Rp 3,44 triliun.

Sementara beban pokok penjualan tercatat meningkat dari Rp 3,02 triliun menjadi Rp 3,16 triliun di kuartal kedua 2012. Hal ini berdampak pada laba kotor perseroan juga meningkat dari Rp 416,76 miliar menjadi Rp 487,99 miliar.

Laba Global Rp 56,2 Miliar

Sedangkan untuk laba usaha, perseroan mencatat peningkatan dari Rp 238,93 miliar menjadi Rp 309,07 miliar. Sementara PT Global Teleshop Tbk (GLOB), yang belum lama ini diakuisisi oleh TRIO, berhasil mencatatkan kenaikan laba pada semester satu tahun ini menjadi Rp 56,2 miliar dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 29,7 miliar.

Pendapatan bersih juga mengalami kenaikan signifikan yaitu naik 135,19% menjadi Rp 1,39 triliun pada semester I-2012 dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 591,5 miliar..

Kemudian laba per saham emiten yang baru saja melantai bulan Juli lalu ini juga tercatat meningkat menjadi Rp 65.696 per saham dibanding dengan sebelumnya yang sebesar Rp 34.795 per saham.

Selanjutnya, jika melihat dari sisi aset, tercatat juga meningkat menjadi Rp 990 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 893,44 miliar. Posisi saldo perseroan hingga 30 Juni tercatat sebesar Rp 100 miliar, atau stagnan dibanding dengan periode 31 Desember 2011 yang juga sebesar Rp 100 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Pertegas Kepemilikan Investor Aman - Ramai Emiten Delisting

NERACA Jakarta – Sikap tegas PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam memberikan sanksi delisting atau penghapusan paksa dari papan pasar…

Ancaman Serangan Siber ke Industri Keuangan Meningkat

    NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mengingatkan ancaman serangan siber terhadap sistem…

Menperin Pacu Kolaborasi Pengembangan Sektor Industri - Jelang 60 Tahun RI-Jepang

NERACA Jakarta – Hampir enam dekade, Indonesia dan Jepang menjadi mitra strategis dalam upaya pembangunan ekonomi kedua negara. Oleh karena…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Hary Tanoe Terima Gelar Kehormatan Sulsel

NERACA Makassar - Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo menerima gelar warga kehormatan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diberikan…

BEI Suspensi Perdagangan Saham Malacca

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), berikutnya perdagangan saham PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) dihentikan…

Panorama Bikin Anak Usaha Mitra Global

Menggeliatnya bisnis pariwisata saat ini memacu PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) untuk lebih agresif mengembangkan bisnisnya. Teranyar, perseroan membentuk anak…