Kapitalisasi Pasar BEI Nyaris Capai Rp4.000 Triliun - Semester I 2012

NERACA

Jakarta - Nilai kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga akhir Juli 2012 tercatat sebesar Rp3.916 triliun. Angka ini meningkat 10,37% dibandingkan nilai kapitalisasi pasar di akhir Desember 2011 yang tercatat Rp3.537 triliun.

Direktur Utama BEI, Ito Warsito, nilai kapitalisasi pasar hingga akhir Juli 2012 tersebut meningkat year on year (yoy) sebesar 5,22% dibandingkan nilai kapitalisasi pasar pada Juli 2011 Rp3.772 triliun. Meski begitu, sepanjang Januari-Juli 2012, nilai transaksi harian saham mengalami penurunan sekitar 11,7%, dari Rp5,06 triliun di 2011 menjadi Rp4,47 triliun di 2012.

Tahun ini, BEI menargetkan rata-rata transaksi harian mencapai Rp5,8 triliun. “Rata-rata frekuensi transaksi harian saham periode Januari-Juli 2012 tercatat sebanyak 117.920 kali atau mengalami peningkatan 9,2% dibandingkan frekuensi transaksi harian pada periode yang sama 2011 sebanyak 107.960 kali,” jelas Ito di Jakarta, Jumat (10/8), pekan lalu.

Lebih lanjut Ito menuturkan, rata-rata volume transaksi harian saham periode Januari-Juli 2012 mencapai 4,04 miliar lembar saham atau mengalami penurunan sebesar 15,76% dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebanyak 4,80 miliar saham.

Sementara itu, pada periode yang sama indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI tumbuh lebih tinggi dari rata-rata bursa Asia. “IHSG tumbuh 8,45% dari 2 Januari hingga 9 Agustus 2012 ke level 4.131,17, dari sebelumnya di level 3.809,14,” tandasnya.

IHSG, lanjut Ito, naik cukup menggembirakan dari 3.821,99 pada akhir 2011 ke level 4.142,33 akhir Juli 2012. “Indeks BEI naik cukup tinggi, sebesar 8,38%. Bahkan pada Mei 2012, IHSG sempat mencatat level ter tinggi 4.224,” tambah dia.

Tak hanya itu saja. Emiten pun berhasil meraup dana sebanyak Rp61,57 triliun dari penerbitan saham baru, melalui penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), rights issue, serta pencatatan obligasi dan sukuk korporasi.

“Peningkatan kapitalisasi pasar BEI ini dipengaruhi kinerja emiten di bursa dan bertambahnya jumlah saham dari emiten baru. Jadi, meski rata-rata transaksi harian bursa turun, dari sisi kapitalisasi pasar naik menjadi lebih dari Rp 3.900 triliun,” ungkap Ito.

Pada akhir Desember 2011, kapitalisasi BEI hanya sebesar Rp3.537 triliun. Sejak awal tahun ini hingga akhir Juli 2012, ada penambahan 13 emiten baru.

Emiten tersebut adalah PT Minna Padi Investma Tbk (PADI), PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE), PT Surya Eka Perkasa Tbk (ESSA), PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), PT Supra Boga Lestari (RANC), PT Trisula International Tbk (TRIS), PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX), PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA), PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY), PT Tri Banyan Tirta Tbk (ALTO), PT Global Teleshop Tbk (GLOB), PT Gading Development Tbk (GAMA), dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM).

Di atas Bursa China

Sedangkan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Ngalim Sawega menambahkan, pertumbuhan nilai kapitalisasi BEI tercatat nomor tiga terendah jika dibandingkan bursa Asia. Nilai kapitalisasi pasar BEI meningkat 6,07% sepanjang 2 Januari-9 Agustus 2012 menjadi US$411,93 miliar, dari sebelumnya US$388,34 miliar.

“Namun begitu, hal ini hanya lebih tinggi dari dua bursa China, Shenzen SECI dan Shanghai SECI,” papar Ngalim. Dirinya mengatakan, pertumbuhan IHSG masih lebih tinggi dibanding rata-rata indeks bursa Asia. IHSG juga mencatat pertumbuhan tertinggi kelima dari 11 indeks Asia yang lain. [ardi]

BERITA TERKAIT

BEI Suspensi Perdagangan Saham Malacca

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), berikutnya perdagangan saham PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) dihentikan…

Honda Kuasai 53 Persen Pasar Hatchback di Indonesia

Honda menguasai pasar hatchback di Indonesia sebesar 53 persen melalui penjualan mobil Honda Jazz dan Honda Civic Hatchback. Honda Jazz…

Sari Roti Masuk Pasar Korea Selatan - Gandeng Kerjasama Caffebene

NERACA Jakarta –  Sukses membuka pasar di Filipina dengan membangun pabrik baru, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) sebagai perusahaan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Chandra Asri Raih Peringkat Ba3 dari Moody’s

Moody's Investors Service menyematkan peringkat Ba3 terhadap surat utang yang akan diterbitkan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). Chandra Astri…

BFIN Tawarkan Kupon Obligasi Hingga 7,75%

PT BFI Finance Tbk (BFIN) akan melakukan penawaran umum obligasi berkelanjutan III tahap III tahun 2017 dengan jumlah pokok Rp835…

Pefindo Tawarkan Kredit Mudah dan Cepat

Proses analisa aplikasi kredit baru maupun pemantauan kredit debitor eksisting kini semakin cepat, efisien dan mudah. Cukup dengan dengan menjadi…