Kucuran Pembiayaan Bank Mega Syariah Rp4,57 T

NERACA

JAKARTA - PT Bank Mega Syariah mengklaim telah menyalurkan pembiayaan hingga Rp4,57 triliun sampai dengan semester I-2012. Adapun fokus Bank Mega Syariah dalam penyaluran pembiayaan mikro mencapai 69% dengan nilai mencapai Rp3,51 triliun. "Pembiayaan mayoritas di mikro, yaitu pembiayaan dari Rp25-500 juta. Itu posisinya Rp3,51 triliun atau 69 % dari total pembiayaan," kata Direktur Utama Bank Mega Syariah, Beny Witjaksono di Jakarta.

Lebih jauh kata Beny, pembiayaan mikro meningkat 27 % pada Juni 2012 dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 2,48 triliun. Dia menjelaskan bisnis pembiayaan mikro harus mengandalkan sumber daya manusia dan jaringan yang luas dengan 339 kantor cabang di seluruh Indonesia. "Yang jelas bisnis mikro, bisnis yang mengandalkan people dan network. Hingga saat ini pembiayaan mikro kita disalurkan langsung tanpa perantara," ujarnya

Menurut Beny, selain pembiayaan mikro, kontribusi pembiayaan Bank Mega Syariah juga didapat dari pembiayaan bersama (joint financing) sebesar Rp571 miliar (12 %), talangan haji Rp400 miliar (9 %), dan gadai emas Rp359 miliar (10,23 %).

Per Juni 2012, Bank Mega Syariah berhasil memupuk aset Rp5,69 triliun atau meningkat 33 % dari Juni tahun lalu sebesar Rp4,49 triliun. Laba anak usaha PT Bank Mega Tbk (MEGA) tersebut mencapai Rp 19,3 miliar atau meningkat 203 % dari posisi yang sama 2011 sebesar Rp39,4 miliar.

"Laba karena kita berhasil meningkatkan pendapatan dari hasil operasional sekarang Rp386 miliar, posisi yang sama tahun lalu Rp303 miliar. Dari sisi biaya kami berhasil menekan cost of fund secara absolut, walaupun meningkat dari Rp126 miliar menjadi Rp146 miliar, tetapi volume meningkat sehingga cost of fund dari 6,25 % menjadi 5,61 %," tutur Beny.

Sementara dana pihak ketiga (DPK) Bank Mega Syariah tercatat mencapai Rp5,02 triliun per Juni 2012 atau meningkat 30 % dari periode yang sama tahun lalu Rp3,85 triliun. Dari DPK tersebut, pembiayaan giro mencapai Rp1,45 triliun, tabungan Rp1 triliun, dan deposito menjadi komponen terbesar dengan Rp2,4 triliun. **ria

BERITA TERKAIT

Eximbank Targetkan Pembiayaan Rp105,1 triliun

    NERACA   Batam – Indonesia Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menargetkan penyaluran pembiayaan ekspor mencapai Rp…

Dilema Bank Lokal

Tantangan perbankan sebagai motor pembangunan melalui penyaluran kredit saat ini semakin kompleks. Hingga Oktober 2017, kredit perbankan nasional hanya tumbuh…

Tahun Depan, Bank Jatim Buyback Saham - Siapkan Dana Rp 1,01 Miliar

NERACA Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) di pasar reguler pada…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK Kedepankan Kepentingan Nasional - Penerapan Basel III

      NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan kerangka Basel III akan diterapkan dengan…

BI Paparkan 4 Tantangan Generasi Muda - Gelar GenBI Leadership Camp 2017

      NERACA   Bogor – Bank Indonesia (BI) mencatat ada empat tantangan utama yang harus disikapi oleh generasi…

Sequis Mencatat Kinerja Keuangan Positif di Kuartal III/2017

  NERACA   Jakarta - Director & Chief Agency Officer PT Asuransi Jiwa Sequis Life Edisjah menjelaskan, Sequis Life kembali…