Penggunaan Merek Tingkatkan Daya Saing Ekspor

NERACA

Jakarta - Peningkatan ekspor dilakukan melalui banyak cara, salah satunya adalah dengan mengoptimalkan penggunaan merek yang diharapkan akan meningkatkan minat beli dan harga jual. Produk dengan merek yang direncanakan dengan baik, didesain secara menarik dan dikomunikasikan secara tepat akan lebih mudah masuk di pasar mancanegara dan bersaing dengan produk-produk negara lain.

Direktur Pengembangan Produk Ekspor dan Ekonomi Kreatif Kementerian Perdagangan Dody Edward mengatakan, peningkatan daya saing produk ekspor Indonesia melalui pengembangan merek merupakan langkah strategis yang punya manfaat besar baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Menurut dia, saat ini masih banyak pelaku usaha, khususnya UKM (Usaha Kecil dan Menengah), yang belum menyadari peran merek dalam peningkatan daya saing ekspor.

“Oleh karenanya, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran pengembangan merek di kalangan pelaku usaha UKM. Di antara pelaku usaha UKM yang sudah menyadari peranan merek, ternyata relatif masih banyak yang belum mampu melakukannya sendiri. Pelaku usaha berskala UKM membutuhkan dukungan untuk mengembangkan merek,” ujar Dody melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca, akhir pekan kemarin.

Berdasarkan kebutuhan tersebut, Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Pengembangan Ekspor dan Ekonomi Kreatif memberi perhatian pada pengembangan merek UKM produk Indonesia, terutama yang berorientasi ekspor melalui program terpadu dan berkesinambungan untuk menumbuhkembangkan merek-merek produk Indonesia, khususnya yang dimiliki oleh pelaku UKM.

“Program terpadu pengembangan merek produk ekspor Indonesia dilaksanakan secara berkelanjutan. Pada tahun 2011 sudah dilaksanakan program terpadu pengembangan merek produk untuk 74 UKM yang akan dilanjutkan di tahun 2012 untuk 75 merek UKM,” jelas Dody.

Hak Cipta

Minimnya jumlah UKM sebagai pemilik hak cipta juga terkendala oleh kemampuan mereka dalam mengembangkan merek. "Meski sudah mempunyai merek, produk mereka pada umumnya sulit berkembang dan jarang dikenal pasar sehingga berpengaruh kepada angka penjualannya yang minim," lanjutnya.

Dody mengatakan, perlunya berbagi pengalaman kepada sejumlah UKM, diantaranya tentang pemanfaatan teknologi yang menunjang perkembangan bisnis mereka. Apalagi, dengan upayanya melaksanakan pelatihan di kota besar di Pulau Jawa diyakini mewujudkan target pemerintah memfasilitasi 200 UKM selama lima tahun mendatang.

Menurut dia, Indonesia adalah negara yang beruntung dibandingkan dengan negara lain seperti Singapura. Jika 80% perdagangan Singapura didominasi membidik pasar internasional dan 20% domestik, maka Indonesia tidak demikian. “Karena pasar dalam negeri memiliki potensi besar menyerap produk UKM dengan populasi penduduk 240 juta orang,” ujar Dody. Bahkan, kinerja pertumbuhan ekonomi nasional 6,49% pada semester I/2012 itu menjadi bukti loyalitas konsumen di Tanah Air membeli produk dalam negeri.

BERITA TERKAIT

Ekspor Nonmigas Banten April Naik 2,20 Persen

Ekspor Nonmigas Banten April Naik 2,20 Persen NERACA Serang - Nilai ekspor nonmigas Banten meningkat 2,20 persen pada April 2018…

IMF: Perang Dagang AS-China Tingkatkan Risiko - PENGUSAHA KHAWATIR PERLAMBATAN EKONOMI

Jakarta-Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund-IMF) mengingatkan, kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan perang dagang dengan China dapat meningkatkan…

Pasar Murah Asa Masyarakat Kecil Sambut Lebaran - Menjangkau Daya Beli Masyarakat

Tingginya harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran, selalu menjadi momok menakutkan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan di hari raya. Apalagi, bagi…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Pasar Domestik - Legislator Minta Presiden Kendalikan Data Pangan Indonesia

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi meminta Presiden Joko Widodo mengendalikan secara langsung data…

Perdagangan Internasional - Indonesia Berhasil Raih Peluang Ekspor di Bordeaux

NERACA Jakarta – Pengusaha Indonesia bersama dengan KBRI Paris berhasil meraih peluang ekspor ke pasar Prancis melalui kegiatan Forum Bisnis…

KBRI Promosi Produk Makanan Indonesia di Tunisia

NERACA Jakarta – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tunis memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk makanan Indonesia pada pameran industri makanan dan…