Pertumbuhan Industri Kertas Ditargetkan 10%

NERACA

Jakarta – Kalangan pelaku usaha optimis pertumbuhan industri kertas dalam negeri sampai akhir 2012 mencapai 10%, walaupun ada sedikit masalah tuduhan dumping oleh pemerintah Jepang. Padahal tuduhan atas dumping kertas itu dinilai tidak beralasan.

“Pasalnya kami menjual kertas tersebut dengan harga 5% sampai 10% di atas pasar lokal. Bahkan, apa yang kami jual di Jepang itu, tidak dijual di pasar lokal. Jadi,perbandingannya tidak apple to apple,” ungkap Director Corporate Affair and Communication Asian Pulp and Paper, Suhendra Wiriadinata, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Lebih jauh lagi Suhendra memaparkan, terkait dumping ke Jepang itu yang terkena adalah APP (Asia Pulp and Paper) ada kurang lebih 11 perusahaan Indonesia dikirimi pertanyaan oleh Pemerintah Jepang terkait dengan itu. “Kami dari APP itu hanya dari Sinarmas Pulp and Paper kami merasa bahwa tuduhan ini tidak benar," papar Suhendra.

Pasalnya, Suhendra sangat yakin pihaknya sudah melewati seluruh proses yang disyaratkan Pihak Jepang dengan baik. Pihaknya juga yakin dapat membuktikan bahwa tuduhan dumping itu tidak benar seperti halnya tuduhan-tuduhan dumping yang pernah dikenakan sebelumnya dari Amerika, Korea Selatan dan lain-lain.

"Kami merasa bahwa ini adalah salah satu bentuk proteksi dari Pemerintah Jepang terhadap industri lokalnya sendiri karena diketahui bahwa tuduhan dumping adalah tuduhan di mana kami mengenakan harga jual di Jepang lebih murah daripada dijual di lokal," katanya.

Menurut dia produk yang perseroan jual ke Jepang adalah produk yang tidak dijual di pasar dalam negeri. Dengan demikian jika ada tuduhan perseroan menjual lebih murah di pasar Jepang dibanding pasar Indonesia, menurutnya tidak terlalu tepat karena perbandingannya tidak seimbang dan tidak fair.

"Kami berharap dalam waktu dekat kami sudah akan melengkapi seluruh pertanyaan dari Pemerintah Jepang. Dan selanjutnya prosesnya adalah investigasi dan sebagainya. Kami akan melewati ini semua, sepertinya halnya tuduhan-tuduhan lain kembali kami tegaskan kami percaya diri, yakin bahwa tuduhan itu tidak benar," tukas Suhendra.

Suhendra juga menambahkan penjualan eksport kertas Indonesia ke Jepang di tahun 2011 hampir 400.000 ton. "Mungkin sekitar 80-90% adalah dari APP, sehingga kami sungguh-sungguh mengharapkan dukungan pemerintah dalam hal ini supaya juga ada bantuan dari pemerintah karena kami melihat ini adalah proteksi," tambahnya.

Sementara itu pangsa kertas Indonesia di Jepang itu dari total import itu kurang lebih 79% dari Indonesia. Sehingga kurang lebih ekspor kertas ke Jepang cukup signifikan. "Terkena dumping itu kertas fotokopi dan dari 79% yang import dari Indonesia sebagian besar dari Sinarmas," jelasnya.

Sebelumnya Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menerima petisi dan kuesioner dari otoritas anti dumping Jepang. Setidaknya ada dua grup perusahaan Indonesia yang dituduh melakukan dumping kertas fotokopi tersebut.

Potensi Ekspor

Pemerintah Indonesia terus melakukan pembelaan terhadap tudingan dumping produk kertas fotokopi asal Indonesia oleh otoritas anti dumping Jepang. Jika masalah ini dibiarkan potensi ekspor kertas fotokopi US$ 300-400 juta terancam kebijakan Negeri Sakura tersebut.

Sebelumnya Ketua Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Misbahul Huda mengungkapkan pasar Asia, termasuk Indonesia, tidak dapat dipungkiri merupakan bagian dari tudingan dumping Jepang. Ada yang mengatakan tudingan ini dilatari motif pergeseran dari sesama negara eksportir. Kedua, tudingan ini merupakan rangkaian perang dagang Jepang-Indonesia yang dipicu oleh naiknya bea keluar komoditas mineral Indonesia.

Lebih jauh lagi Misbahul memaparkan rumor tudingan yang kedua tentunya yang paling cepat beredar. Dalam keterkaitan itu, penyerapan pasar pulp dan kertas masih bisa stabil. Skenario terburuk, jika terbukti, Indonesia tetap masih punya pasar di dalam negerinya. Namun, semestinya bukan berarti hal itu akan menggagalkan potensi Indonesia menjadi pemimpin dunia di bisnis pulp dan kertas.

Selain itu, produk Indonesia akan banyak diincar karena memiliki sumberdaya alam yang baik bagi tumbuhnya bahan baku kertas. Ia yakin bahwa Indonesia dapat mengungguli Brazil, Amerika Serikat, bahkan Cina. Tentu saja, untuk akselerasi produksi tersebut industri memerlukan tambahan hutan tanaman industri (HTI) seluas 1,5 juta hektar dengan tingkat pertumbuhan 4% hingga 5% pada 2014 mendatang.

Neraca perdagangan Indonesia dan Jepang sebenarnya masih negatif impor. Jepang saat ini masih menjadi negara importir terbesar bagi Indonesia. Impor Jepang dari Indonesia sebesar US$1,381 miliar, sementara ekspor Jepang ke Indonesia mencapai US$2,207 miliar. Dilihat secara tren, net impor mencapai 20 poin.

Membahas lebih jauh tudingan dumping dalam konteks kemungkinan itu pembalasan Jepang atas pengenaan bea keluar barang mineral, sebenarnya terlalu reaksioner jika benar itu dilakukan Jepang. Firmanzah, staf khusus Presiden RI bidang ekonomi, menjelaskan bahwa pengenaan bea keluar lebih merupakan sikap kedaulatan.

“Kita tidak nyaman dengan kondisi bahwa mayoritas ekspor kita adalah bahan mentah. Dan, memang sudah disampaikan juga dalam sejumlah hubungan diplomatik kita, bahwa kalau memang aturan itu dirasa merugikan negara lain, maka solusinya adalah kita mengundang investasi mereka untuk masuk ke Indonesia. Soalnya, kita juga tidak mungkin selamanya menjadi negara eksportir bahan galian tambang,” jelasnya.

BERITA TERKAIT

Pemerintah Gencarkan Implementasi Program e-Smart IKM - Industri Kecil dan Menengah

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) kembali menggelar Workshop e-Smart IKM…

Industri Galangan Kapal Perlu Manfaatkan Peluang Tol Laut - Dunia Usaha

NERACA Jakarta – Pemerintah telah mengalokasikan anggaran bagi pembangunan kapal-kapal negara untuk memenuhi kebutuhan moda transportasi laut di dalam negeri.…

Sektor Industri Desak Pemberantasan Spekulan Gas

NERACA Jakarta – Dukungan terhadap pemberantasan praktik calo (trader) pada tata niaga hilir gas bumi terus bergulir, menyusul tingginya harga…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Penanaman Modal di Sektor Riil - Indonesia Pacu Tiga Sektor Manufaktur Jepang Tambah Investasi

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus mendorong para pelaku industri Jepang skala menengah untuk terus berinvestasi di Indonesia. Terdapat tiga…

Mencari Alternatif Langkah Penyelamatan Perusahaan Negara

NERACA Jakarta - Rencana pemerintah membentuk induk perusahaan (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mendapat kritik dari sejumlah akademisi…

Industri Kecil dan Menengah - Pemerintah Gencarkan Implementasi Program e-Smart IKM

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) kembali menggelar Workshop e-Smart IKM…