Bea Masuk Kedelai 0%, Negara Rugi Rp350 Miliar

NERACA

Jakarta - Untuk meredam kenaikan harga yang diakibatkan anomali cuaca yang terjadi di Amerika Serikat dan Amerika Selatan (Brasil dan Argentina), Pemerintah sepakat untuk menurunkan bea masuk dari 5% menjadi 0% hingga bulan Desember 2012. Namun, bila kebijakan tarif bea masuk kedelai impor 0% akan merugikan negara hingga Rp350 miliar.

“Bila setiap kilogram kedelai selama ini diambil bea-nya 5% atau sebesar Rp350 dikalikan 1 juta ton maka bayangkan saja kerugian yang diderita negara,” kata Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan pada acara seminar bertema Price Volatility of Soybean and Its Solution, yang diadakan Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB), Sabtu (11/8).

Dia menyayangkan bila kerugian negara tersebut tak sepadan dengan peningkatan laba yang diterima perajin berbasis kedelai seperti tempe dan tahu. “Tentu akan lebih baik lagi bila dana Rp350 milyar tersebut diberikan langsung kepada para petani atau membeli lahan pertanian. Mereka akan bersemangat menanam kedelai,” ujarnya.

Menurut Rusman, tarif bea cukai kedelai impor 0% juga sangat menguntungkan produsen kedelai luar negeri khususnya Amerika. “Pemerintah Amerika memberikan subsidi ekspor bagi petani mereka, sehingga biaya produksinya rendah. Ditambah dengan pengurangan bea masuk ini berarti mereka mendapat keuntungan ganda,” kata Rusman.

Para petani lebih memilih menanam padi atau jagung karena harga jualnya lebih tinggi, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Udhoro Kasih Anggoro mengatakan faktor utama penurunan produksi kedelai akibat konversi lahan dan keengganan petani kedelai menanam komoditas itu. "Petani banyak beralih menanam jagung dan padi karena tidak ada insentif harga bagi petani," jelasnya.

Harga Rendah

Menurut dia, harga yang diterima petani kedelai paling rendah dibandingkan komoditas lain. Biaya pokok menanam kedelai tidak sebanding dengan keuntungan yang didapat petani, sehingga petani cenderung beralih ke komoditas lain. "Kalau ingin kedelai lebih banyak ditanam, penyuluhan paling baik adalah insentif harga atau jaminan keuntungan," katanya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan pemberlakuan membebaskan bea masuk impor kedelai yang saat ini 5% akan menjadi 0% tidak akan berlaku selamanya. “Karena kita juga harus melindungi petani kedelai, akan mulai berlaku awal agustus hingga akhir tahun. Saya tegaskan bea masuk ini bukan dihapus, melainkan dibebaskan dalam waktu tertentu, serta mengikuti perkembangan yang ada di AS. Tentunya kekeringan di AS berdampak pada konsumen tahu dan tempe di Indonesia, ini harus menjadi contoh yang harus kita perlu perhatikan,” ujarnya.

Setidaknya, menurut Bayu, dengan membebaskan bea masuk akan mengurangi sedikit beban yang dihadapi produsen tahu dan tempe, membuat harga dapat ditekan. Situasi ini, memang membuat produsen tahu dan tempe kesulitan, namun melalui perbandingan harga tahu dan tempe terhadap kedelai Juli 2011 dengan 2012 sudah melakukan penyesuaikan. “Kedelai Juli 2011-2012 naik sekitar 2,34 %, sedangkan tahu dan tempe pada periode tahun yang sama naik 2,48%. Sebenarnya produsen tahu dan tempe sudah melakukan penyesuaian harga,” terangnya.

BERITA TERKAIT

Amartha Salurkan Pembiayaan Rp200 miliar

      NERACA   Jakarta – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) telah menyalurkan pembiayaan dengan model financial technology (fintech)…

Saham Tiga Pilar Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – Lantaran terjadi penurunan harga dan peningkatan aktivitas saham di luar kebiasaan (UMA), transaksi saham PT Tiga Pilar…

Wakaf Produktif Melalui Sukuk Negara, Solusi Pengentasan Kemiskinan

Oleh: Eri Haryanto, Staf Direktorat Pembiayaan Syariah DJPPR *) Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada bulan Maret…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Indonesia-Tanzania Tingkatkan Relasi Perdagangan

NERACA Jakarta – Dubes RI untuk Tanzania Ratlan Pardede melakukan pertemuan dengan Presiden Zanzibar Ali Mohamed Shein pada Jumat (24/11)…

Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Terus Dijaga

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (Bapok) menghadapi Hari Besar Keagamaam Nasional…

Dunia Usaha - HIMKI Tentang Wacana Dibukanya Kran Ekspor Log dan Bahan Baku Rotan

NERACA Jakarta - Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Soenoto mengatakan sampai saat ini masih ada pihak-pihak yang…