Asing Akui OJK Perkokoh Bank Nasional

NERACA

Jakarta--Kalangan perbankan asing menilai kehadiran lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memang bisa menguatkan bank-bank nasional. Karena memang OJK menekankan masalah good corporate governance (GCG). "Kita tahu bahwa perbankan nasional bagus dan kuat dan kokoh, dan tentu saja dari segi ketahanan dan governance itu penting dan harus dijaga, dan saya rasa itu konsisten dengan fokusnya OJK," kata Country Officer Citibank Indonesia Tigor M Siahaan di Jakarta,9/8

Malah, Tigor memandang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merupakan sesuatu yang hal yang sangat bagus untuk mendukung perkembangan perbankan ke depannya. Oleh karena itu sosialisasi OJK dengan perbankan merupakan langkah awal yang baik agar koordinasi dnegan berbagai industri dan asosiasi dapat berjalan dnegan baik. "Tadi pertemuan dengan asosiasi, saya rasa ini bagus karena ini baru dibentuk, dan bertemu dengan industri. Ini pertama kali regulasi dicakup oleh satu badan, perbankan, asuransi dan pasar modal," ungkapnya

Dikatakan Tigor, pihaknya yaitu bank asing belum ada usulan secara spesifik yang disampaikan kepada OJK. Dalam pertemuan kali ini hanya dibahas mengenai cakupan keseluruhan mengenai perbankan.

Selain itu, kata Tigor, juga dibahas bagaimana ke depannya perbankan Indonesia tetap kokoh dalam menjaga kinerja agar tetap tahan banting disaat situasi perekonomian yang cenderung fluktuatif pada akhir-akhir ini. "Dan kita tahu banyak aturan BI yang menyangkut GCG dan akan diambil oleh OJK, dan saya rasa seiramalah semuanya dan ini permulaaan yang bagus karena antara industri dan regulator ada semacam komunikasi yang konstruktif," imbuhnya

Yang jelas OJK mulai melalukan sosialisasi sebagai regulator lembaga keuangan bank dan nonbank. Tentu saja langkah pertama OJK ini perlu mendapat apresiasi yang positif. Sejak awal pekan ini DK OJK mengunjungi Bapepam-LK untuk melihat logo OJK yang telah dibentuk. Selain itu, pihak DK OJK melakukan perkenalan dengan Bapepam serta berharap Bapepam bisa bergabung dengan OJK.

Di sisi lain, DK OJK juga akan melakukan sosialisasi syariah secara intensif sehingga direncanakan diberikan sorotan-sorotan syariah untuk tiap-tiap industri. "Sosialisasi syariah, OJK perlu dilakukan secara intensif yang nantinya direncanakan pada masing-masing industrinya akan ada sorotan syariahnya," ujar Ketua OJK Muliaman D Hadad.

Muliaman mengatakan, direncanakan pada masing-masing industrinya nanti akan ada komite yang mengintegrasikan untuk menunjang sinergi syariah tersebut. Serta juga ada komite yang akan menggabungkan itu semua. "Nanti akan bertemu dengan Dewan Syariah Nasional (DSN) juga untuk mendengarkan pandangan-pandangan DSN tentang syariah yang nantinya menjadi konsen personal masing-masing bidang," tandasnya

Malah Muliaman menambahkan perekonomian dunia yang masih dalam ketidakpastian membuat institusi ini memiliki tantangan dalam memperkuat pertahanan sistem keuangan Indonesia.

OJK terbentuk ditengah krisis global yang belum menunjukkan tanda akan berakhir, karenanya kewaspadaan terhadap imbas krisis global kepada Indonesia perlu senantiasa dilakukan. "Untuk itulah, OJK ingin memperkuat pertahanan sistem keuangan Indonesia menghadapi krisis perekonomian dunia. OJK akan turut serta dalam MoU penanganan krisis," ungkapnya

Ditambahkan Muliaman, pihaknya menyadari krisis global belum menunjukkan tanda perbaikan dan saat ini OJK tengah memperkuat aturan dasar dalam tata cara pengawasan sehingga jasa keuangan Indonesia memiliki kemampuan untuk meminimalkan dampak krisis.

Menurutnya, dalam masa transisi sampai beroperasinya OJK secara penuh pada 1 Januari 2013 , Dewan Komisioner OJK akan mempersiapkan segala hal terkait dengan pangalihan tugas dan wewenang dari instansi lama ke OJK dengan meminimalisasi gejolak yang terjadi di industri. **ria/cahyo

BERITA TERKAIT

OJK Irit Bicara Soal Merger Bank BUMN Syariah

      NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso memilih bungkam saat ditanya rencana…

Ekonomi Digital Wujudkan Kemandirian Perekonomian Nasional

Oleh: Muhammad Razi Rahman Tahukah Anda istilah "Third Wave Economy" (Ekonomi Gelombang Ketiga)? Menurut futurolog AS, Alvin Toffler, dalam "Third…

Indonesia Belum Miliki Cadangan BBM Nasional

      NERACA   Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengusulkan harus adanya pengadaan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Jika UU Akses Informasi Dibatalkan, Negara Merugi

  NERACA   Jakarta - Mantan Menteri Keuangan RI Muhammad Chatib Basri menyatakan bahwa negara akan mengalami kerugian bila Undang-Undang…

BRI Syariah Kucurkan KPR Sejahtera Rp1,5 triliun

      NERACA   Jakarta - BRISyariah memberikan kemudahan kepada kaum milenial untuk segera memiliki huniah perdananya. Komitmen ini…

Penyaluran Kredit BCA Tumbuh Hingga 12,3%

    NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menumbuhkan penyaluran kredit sebesar 12,3 persen (tahun ke…