Kalbe Farma Targetkan Pertumbuhan Kinerja 20%

NERACA

Jakarta – Emiten produsen obat PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menargetkan pertumbuhan kinerja perseroan 16%-20% pada 2012. Sebelumnya, perseroan hanya menargetkan pertumbuhan 10%-15%. Namun mengingat capaian kinerja di semester satu, perseroan merevisinya.

Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius mengungkapkan, dengan target pertumbuhan tersebut, perseroan menargetkan penjualan mencapai sekitar Rp 13 triliun pada 2012. Seiring dengan itu, pertumbuhan laba juga ditargetkan 16%-20%. "Kalau penjualan double digit, laba diharapkan double digit 10%-15%. Namun kami optimis menaikkan harapan laba bersih menjadi 16%-20% pada 2012 karena melihat kinerja semester pertama 2012,"katanya di Jakarta, kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Kalbe Farma Tbk meluncurkan "Kalbe Family Rewards Card", yang merupakan salah satu program untuk merangkul semua pelanggan dari perusahaan itu. "Kami bertumbuh dari kecintaan pelanggan akan produk kami dan mereka adalah bagian dari keluarga Kalbe," kata Direktur-Chief Marketing Officer PT Kalbe Farma Tbk Ongkie Tedjasurja.

Dia mengatakan melalui program tersebut, pihaknya berharap hubungan perusahaan dan pelanggan akan semakin erat, dan layanan itu juga memberi nilai tambah bagi konsumen dalam menikmati produk dari perusahaan.

Sementara Head of Customer Relationship Management PT Kalbe Farma Andreas S. Santoso menyebutkan, pemegang Kalbe Family Rewards Card dapat menikmati potongan harga dan program promosi lainnya yang ditawarkan oleh lebih dari 100 "merchant" rekanan perseroan. “Cukup dengan menunjukkan kartu saat bertransaksi di "merchant" yang berpartisipasi, konsumen akan mendapatkan manfaat lebih yang bisa dinikmati bersama keluarga tercinta,” jelasnya.

Selain Kalbe Family Rewards Card, layanan lain yang telah diluncurkan adalah Kalbe e-store, Kalbe Home Delivery dan Kalbe Customer Care. Saat ini sejak dibukanya Kalbe e-store telah ada 100 ribu anggota yang sudah terdaftar.

Realisasi Capex

KLBF telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp 300 miliar, atau 37,5% dari target capex 2012 sebesar Rp 800 miliar."Belanja modal hingga semester pertama 2012 telah mencapai Rp 300 miliar dari target belanja modal Rp 800 miliar pada 2012. Pada tahap pertama belanja modal telah digunakan untuk finalisasi pabrik di Cikarang, konstruksi onkologi, dan beberapa cabang di Banda Aceh, Banjarmasin," ungkap Vidjongtius.

Belanja modal tersebut , katanya, juga digunakan untuk mendukung pertumbuhan penjualan di masa mendatang. Hal itu berkaitan dengan peningkatan kapasitas perseroan.

Asal tahu saja, hingga semester pertama 2012, perseroan mencatatkan penjualan Rp 6,24 triliun dibandingkan periode yang sama 2011 sebesar Rp 4,94 triliun. Laba periode berjalan perseroan sebesar Rp 825,97 miliar pada semester pertama 2012, YoY dari Rp 692,85 miliar.

Vidjongtius menuturkan, kinerja tersebut akan didukung dari strategi pemasaran, distribusi, dan membuka area baru sehingga ada konsumen baru. Pihaknya menyasar area baru seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatra. Pihaknya pun akan mengeluarkan 7-8 item baru pada semester kedua 2012. Perseroan menargetkan dapat mengeluarkan 15 item baru pada 2012.

Terkait akuisisi perusahaan, pihaknya mengaku masih terus mencari kesempatan untuk mengakuisisi perusahaan. Perseroan lebih memilih perusahaan tidak terlalu besar untuk diakuisisi agar dapat mudah diintegrasikan dengan perseroan.

Namun Vidjongtius belum dapat menjelaskan lebih detil mengenai akuisisi tersebut. Perseroan kemungkinan menggunakan dana internal untuk akuisisi mengingat kas cukup besar dan treasury stock sebesar Rp 3 triliun. (didi)

BERITA TERKAIT

Investasi Tempat Persemaian Bagi Pertumbuhan Ekonomi

Pemerhati Ekonomi dan Industri, Fauzi Aziz   Ekonomi suatu bangsa akan tumbuh bilamana kegiatan investasinya juga tumbuh. Pembentukan investasi yang…

Kinerja Saham PGN Belum Masih Tertekan - Holding BUMN Migas Dibentuk

NERACA Jakarta - Menteri BUMN Rini Soemarno menargetkan pembentukan holding BUMN migas terwujud pada triwulan-I tahun 2018.”Setelah holding BUMN industri…

KABUPATEN SUKABUMI - 2018, PDAM TJM Targetkan 4.500 Pelanggan

KABUPATEN SUKABUMI 2018, PDAM TJM Targetkan 4.500 Pelanggan NERACA Sukabumi - Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Jaya Mandiri (PDAM TJM)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Buka Kantor Perwakilan di Mataram

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kantor perwakilan di Mataram, Nusa Tenggara Barat untuk memudahkan penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai…

Bank Jateng Terbitkan MTN Rp 1 Triliun

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnis di tahun depan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah alias Bank Jateng menerbitkan surat…

LPKR Bidik Dana Rights Issue Rp 600 Miliar

Butuh modal untuk mendanai ekspansi bisnis di 2018, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana menerbitkan saham baru (rights issue) pada…