Masih Ada Ruang Melanjutkan Penguatan di Akhir Pekan

NERACA

Jakarta – Aksi beli investor secara masif mampu menyelamatkan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dari pelamah. Indeks ditutup menguat 40,461 poin (0,98%) ke level 4.131,170. Sementara Indeks LQ45 melonjak 8,815 poin (1,25%) ke level 709,978.

Kepala riset E-Trading Securities Betrand Raynaldi mengatakan, IHSG kembali berada dalam area positif hampir seluruh sektor saham mengalami kenaikan, kecuali sektor perkebunan (0,33%), “Penguatan IHSG salah satunya dipicu dari pelaku pasar asing melakukan beli bersih di pasar regular sebesar Rp661 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli antara lain Astra International (ASII), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), United Tractor (UNTR), dan Harum Energy (HRUM),”katanya di Jakarta, Kamis (9/8).

Berikutnya, indeks BEI Jum’at akhir pekan diproyeksikan masih bertahan di zona hijau dengan tren menguat. Indeks sendiri akan bergerak di level 4.131-4.150. Tercatat investor asing paling semangat borong saham kemarin. Transaksi pemodal asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 677,147 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 118.780 kali pada volume 6,159 juta lot saham senilai Rp 4,287 triliun. Sebanyak 136 saham naik, sisanya 122 saham turun, dan 115 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Surya Toto, (TOTO) naik Rp 1.350 ke Rp 8.150, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 600 ke Rp 51.250, United Tractor (UNTR) naik Rp 550 ke Rp 22.300, dan Goodyear (GDYR) naik Rp 500 ke Rp 11.600.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Taisho (SQBI) turun Rp 2.000 ke Rp 233.000, Inovisi (INVS) turun Rp 250 ke Rp 6.350, Supreme Cable (SCCO) turun Rp 200 ke Rp 4.600, dan Mayora (MYOR) turun Rp 150 ke Rp 21.250.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI juga ditutup menanjak 36,598 poin (0,89%) ke level 4.127,307. Sementara Indeks LQ45 melesat 8,151 poin (1,15%) ke level 709,264. Saham-saham berbasis finansial, terutama bank-bank kelas berat paling banyak diburu investor. Hanya indeks sektor agrikultur yang masih melemah, sembilan sektor sisanya berhasil menguat.

Investor asing paling getol beli saham di perdagangan sesi I, hingga transaksinya sudah tercatat melakukan pembelian bersih dengan nilai yang signifikan. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 64.297 kali pada volume 3,28 juta lot saham senilai Rp 2,294 triliun. Sebanyak 126 saham naik, sisanya 94 saham turun, dan 110 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Surya Toto, (TOTO) naik Rp 1.350 ke Rp 8.150, Goodyear (GDYR) naik Rp 800 ke Rp 11.900, United Tractor (UNTR) naik Rp 400 ke Rp 22.150, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 300 ke Rp 50.950.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Supreme Cable (SCCO) turun Rp 200 ke Rp 4.600, Indosprings (INDS) turun Rp 100 ke Rp 4.050, Mayora (MYOR) turun Rp 100 ke Rp 21.300, dan Hero Supermarket (HERO) turun Rp 75 ke Rp 3.050.

Pada awal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 8,92 poin atau 0,22% ke posisi 4.099,63. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,27 poin (0,32%) ke level 703,43, “IHSG bergerak 'sideways' cenderung menguat tipis, pasar telah mengantisipasi BI akan mempertahankan BI rate di evel 5,7%," kata analis Samuel Sekuritas Christine Salim.

Dia mengatakan, IHSG bergerak mendatar juga dipicu dari sentimen bursa global yang berfluktuasi seiring antisipasi pasar terhadap rilis data inflasi China yang diperkirakan kembali turun ke level 1,7% dan keputusan dari bank sentral Jepang terkait langkah stimulus moneternya.

Sementara, analis Sinarmas Sekuritas Jeff Tan mengatakan, perdagangan saham Kamis secara teknikal indeks BEI bergerak "mixed" di kisaran 4.060-4.120 poin,”Data-data ekonomi China yang dirilis terutama tingkat inflasi, penjualan ritel dan Industrial Production yang akan diumumkan memberikan sentimen terhadap pergerakan indeks BEI," katanya.

Dia menambahkan, kebijakan moneter bank sentral Jepang, pengumuman suku bunga Bank Indonesia (BI) dan antisipasi terhadap dirilisnya data "initial jobless claims" AS juga akan memberikan sentimen tambahan terhadap IHSG.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 128,31 poin (0,64%) ke level 20.193,83, indeks Nikkei-225 naik 45,62 poin (0,51%) ke level 8.926,78 dan Straits Times melemah 15,49 poin atau 0,50% ke level 3.052,25. (bani)

BERITA TERKAIT

Berikan Setimen Positif IHSG Awal Pekan - Neraca Perdagangan Surplus

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (16/10) sore, ditutup menguat 25,57…

Sumbangan Devisa Pariwisata Masih Terbatas

      NERACA   Padang - Bank Indonesia (BI) menilai sumbangan sektor pariwisata terhadap cadangan devisa Indonesia, masih relatif…

Analis Bilang Koleksi Saham Sektor Konsumer - Daya Beli Masih Positif di Tahun Depan

NERACA Jakarta - Pelemahanan daya beli masyarakat hingga paruh pertama tahun ini yang di luar perkiraan banyak pihak, perlahan menunjukkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

ADHI Baru Serap Obligasi Rp 966,73 Miliar

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) baru menggunakan dana hasil penerbitan obligasi berkelanjutan II Tahap I Tahun 2017 sebesar Rp966,73 miliar…

Lagi, CIMB Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan melakukan penawaran obligasi berkelanjutan II tahap III tahun 2017 dengan jumlah pokok Rp2…

Tawarkan Hunian Terjangkau - APLN Rampungkan Tower Pertama PGV

NERACA Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melalui PT Graha Tunas Selaras merampungkan pembangunan tower pertama Podomoro Golf…