BCA Belum Tertarik Biayai Sektor Migas

NERACA

Jakarta--PT Bank Central Asia (BCA) menyatakan belum tertarik membiayai sektor minyak dan gas (migas) karena kecenderungan resiko yang tinggi dan belum adanya jaminan dari pemerintah. "Bisnis migas itu terlalu rumit, lagipula kami lebih suka menyalurkan dana yang dapat memberdayakan masyarakat," kata Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, di Jakarta

Menurut Jahja, kerumitan itu terlihat dari sedikitnya pemain lokal yang bermain di sektor migas. Sehingga tidak heran banyak perusahaan migas asing yang justru datang ke Indonesia dengan dukungan bank luar negeri. "Sulit sekali kalau bergantung kepada pencarian sumber minyak dan gas, belum lagi 'return' yang relatif tidak pasti, sementara nilai investasi perusahaan migas cenderung tinggi," tambahnya

Terkait kerja sama yang terjalin dengan satu-satunya perusahan migas nasional, Pertamina, Jahja mengatakan penyaluran kredit yang diberikan lebih bersifat kredit modal kerja, sehingga masih dapat memberikan nilai yang lebih kepada masyarakat. "Pertamina kan jelas ada pom bensinnya, yang membuat kita bisa masuk ke masyarakat secara tidak langsung," ujarnya

Dengan alasan tersebut, Jahja menjelaskan juga bahwa selama ini penyaluran kredit korporasi BCA lebih banyak untuk sektor usaha seperti infrastruktur, telekomunikasi, properti dan industri pangan.

Secara "year on year" BCA mencatat pertumbuhan portofolio kredit dari Rp66,3 triliun menjadi Rp226 triliun per Juni 2012, dengan tingkat pertumbuhan kredit korporasi sebsar 43,4 % menjadi Rp74,8 triliun yang didukung oleh permintaan kredit di sektor jasa keuangan, rokok dan tembakau, serta minyak nabati dan hewani.

Sementara itu laba perseroan juga tercatat tumbuh 10,5 %, yaitu sebesar Rp5,3 triliun pada semester pertama 2012 dibandingkan capaian Rp4,8 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. **ria

BERITA TERKAIT

Masih Ada Perusahaan Yang Belum Bayar THR

      NERACA   Jakarta – Meski hari raya lebaran idul fitri telah usai, namun masih ada perusahaan yang…

Presiden Belum Tentukan Waktu Bertemu KPK

Presiden Belum Tentukan Waktu Bertemu KPK  NERACA Tangerang - Presiden Joko Widodo belum menentukan waktu untuk bertemu dengan KPK terkait…

Kontribusi Sektor Logam Pada Transaksi Online Hingga 70 Persen - Hasil Program e-Smart IKM

NERACA Jakarta – Pelaku industri kecil dan menengah (IKM) nasional terus didorong agar dapat memanfaatkan fasilitas promosi online melalui platform…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank SulutGo Ajukan Izin Terbitkan Kartu Debit

  NERACA   Manado - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) mengajukan permohonan izin kepada Bank…

Rasio Kredit Macet Di Sulteng Aman

    NERACA   Palu - Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Miyono mengatakan rasio kredit macet atau…

Sinergi Pesantren dengan Pembiayaan Ultra Mikro

      NERACA   Jakarta - Pemerintah mendorong sinergi pondok pesantren dengan program pembiayaan Ultra Mikro yang diyakini dapat…