Industri Perikanan Butuh Bahan Baku 2,48 Juta Ton

Jakarta - Kebutuhan bahan baku industri perikanan dalam negeri tahun ini diperkirakan mencapai 2,48 juta ton, naik 24,62% dibandingkan 2011 sebesar 1,99 juta ton. Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo menjelaskan, salah satu program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) adalah industrialisasi perikanan yang menitikberatkan pada peningkatan produksi untuk mencukupi kebutuhan bahan baku industri perikanan.

Kenaikan kebutuhan bahan baku didorong adanya penambahan unit pengolahan ikan dan kebijakan pemerintah yang fokus melakukan industrialisasi pengolahan ikan nasional. Dari total kebutuhan bahan baku industri pengolahan ikan, kebutuhan untuk industri pengolahan tuna sebesar 363.607 ton, sardin 131.250 ton, udang 297.687 ton, pindang 756.456 ton, mollusca 135 ribu ton, dan demersal serta crab 801.373 ton. “KKP terus memacu produksi perikanan, terutama dari budidaya untuk memenuhi pasokan industri perikanan,” jelas Cicip di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cituis, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, seperti dikutip dari siaran persnya, Kamis.

Untuk mencukupi bahan baku industri perikanan tersebut beberapa strategi ditempuh KKP yaitu dengan meningkatkan produksi, produktivitas, dan nilai tambah produk kelautan dan perikanan yang berdaya saing tinggi serta berorientasi pasar, termasuk dengan memberikan bantuan program kepada Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan masyarakat nelayan, pembudidaya, pengolah dan pemasar hasil perikanan. “Pemberian bantuan tersebut dimaksudkan untuk menstimulasi peningkatan produktifitas komoditas perikanan, baik dari perikanan tangkap maupun perikanan budidaya,” ujarnya.

Di tempat itu, dia mendorong agar bantuan pemerintah dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan sebaik-baiknya sehingga dapat memberikan hasil bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah. Bantuan program yang diberikan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan produktifitas perikanan di Kabupaten Tangerang, sebagai salah satu lokus industrialisasi khususnya untuk komoditas udang dan bandeng.

KKP menyerahkan bantuan pogram kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat di Kabupaten Tangerang sebesar Rp. 11,7 miliar yang secara simbolis akan diterima oleh Bupati dan selanjutnya diserahkan pemanfaatan dan penggunaannya kepada masyarakat kelautan dan perikanan. Bantuan yang diberikan tersebut meliputi Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) PerikananTangkap, Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) Perikanan Budidaya, Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT), Rehab saluran irigasi tambak, Peralatan Sistem Rantai Dingin (SRD), Sarana dan prasarana pemasaran hasil perikanan, Penanggulangan pencemaran pesisir di wilayah Tanjung Pasir, Bantuan penyelenggaraan pendidikan bagi anak pelaku utama, Bantuan Penyelenggaraan pelatihan, Bantuan penyelenggaraan penyuluhan dan Bantuan calon induk Nila, Lele dan Gurame.

Selain menyerahkan bantuan program, KKP juga menyampaikan bantuan berupa 400 paket sembako yang dibagikan kepada para nelayan, pembudidaya, pengolah dan pemasar hasil perikanan yang ada di sekitar kawasan TPI Cituis, Kabupaten Tangerang. Sharif juga menghimbau agar Gubernur dan Bupati melalui Dinas Kelautan dan Perikanan masing-masing dapat terus melakukan pembinaan kepada para kelompok penerima bantuan serta membantu dalam memperoleh akses terhadap sumber-sumber modal dan pengembangan pasar hasil perikanan.

BERITA TERKAIT

Barito Targetkan Akuisisi Star Energy di 2018 - Siapkan Dana US$ 800 Juta

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama tahun 2018, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menargetkan akuisisi Star Energy Group bisa rampung.…

Pemerintah Gencarkan Implementasi Program e-Smart IKM - Industri Kecil dan Menengah

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) kembali menggelar Workshop e-Smart IKM…

Industri Galangan Kapal Perlu Manfaatkan Peluang Tol Laut - Dunia Usaha

NERACA Jakarta – Pemerintah telah mengalokasikan anggaran bagi pembangunan kapal-kapal negara untuk memenuhi kebutuhan moda transportasi laut di dalam negeri.…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Penanaman Modal di Sektor Riil - Indonesia Pacu Tiga Sektor Manufaktur Jepang Tambah Investasi

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus mendorong para pelaku industri Jepang skala menengah untuk terus berinvestasi di Indonesia. Terdapat tiga…

Mencari Alternatif Langkah Penyelamatan Perusahaan Negara

NERACA Jakarta - Rencana pemerintah membentuk induk perusahaan (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mendapat kritik dari sejumlah akademisi…

Industri Kecil dan Menengah - Pemerintah Gencarkan Implementasi Program e-Smart IKM

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) kembali menggelar Workshop e-Smart IKM…