Mata Uang Dinar Bisa Hentikan Forex

NERACA

Jakarta—Mata uang Dinar (emas) dan Dirham (perak) sangat kuat untuk mendorong perekonomian. Bahkan dua mata uang tersebut berpotensi menggeser posisi mata uang kertas dunia. "Ini adalah sebuah revolusi. Ini berarti hanya satu mata uang, tidak ada forex, tidak ada inflasi. Zero inflation," kata ahli ekonomi Islam Spanyol, Shyakh Umar Vadillo di Jakarta,9/8

Menurut penggagas mata uang emas tersebut menilai masih beredarnya uang kertas saat ini, berarti juga membuat ekonomi dunia khususnya Indonesia mendorong inflasi yang akan semakin melonjak.

Lebih jauh kata Shyakh Umar, semakin banyaknya uang kertas yang dicetak, maka sama saja dengan memperkaya orang yang sudah kaya. Selain itueksistensi dari bank sama saja memiskinkan orang yang telah miskin. "Mereka (Banker) mengumpulkan uang, setelah itu mencetak lebih banyak lagi. Dan yang kita lakukan adalah memberi makan orang-orang kaya, mereka meredistribusikan kekayaan. Dari yang miskin kembali ke yang kaya," ujarnya

Dicontohkan Shyakh Umar, Malaysia saat ini penduduknya sudah banyak yang melakukan transaksi dengan menggunakan uang dinar dan dirham. Pada 2010 lalu, nilai 1 dinar dihargai 15 Ringgit Malaysia. Pada 2012 harga dinar disana melambung mencapai 25 Ringgit Malaysia (RM).

Shyakh Umar mengakui kondisi ini merupakan bukti konkret keunggulan mata uang dinar. "Agustus tahun 2010, 1 dinar sama dengan 1 RM, tahun ini 25 RM, nggak ada yang bisa berargumen lagi. Dengan uang kertas harga-harga semakin naik, tapi dengan dinar dan dirham semuanya murah," tegasnya.

Bahkah Shyakh Umar mengingatkan mata uang dinar bisa ampuh memberantas korupsi. “Intinya ini adalah revolusi, menghentikan praktek korupsi dan stop inflasi," imbuhnya

Dijelaskan Umar, ada beberapa keuntungan menggunakan mata uang dinar dan dirham, antara lain mata uang tersebut dapat berlaku dimana saja. Menurut Shyakh Umar, uang ini tak terbatas oleh tempat, kemanapun seseorang pergi ke luar negeri, mereka tidak perlu menukarkan uang. "Kalau kamu pergi Ke kanada atau ke Malaysia, kamu pakai uang dinar yang sama asal mereka mau menerima dirham, dan tokonya ditempel stiker dirham," terangnya

Selain itu, lanjutnya, dua mata uang tersebut seperti mata uang biasa. Malah Dinar ini nilainya akan terus merangkak naik. Nilai dari dinar akan disesuaikan dengan komoditi yang dibeli. "Kita ingin minyak, kita kasih emas (dinar), lain dengan uang kertas, kita ingin lebih kita juga harus mencetak uang lebih," tuturnya

Yang jelas dengan diberlakukannya uang dinar dan dirham, sambung Umar, maka inflasi di suatu negara menjadi nol. "Dengan ini bisa menghentikan forex, menghentikan inflasi," ucapnya

Umar menjelaskan pemberlakuan dari uang ini sudah sangat penting sekali kalau masyarakat sudah tidak mau lagi dirampok dengan adanya inflasi yang disebabkan karena beredarnya mata uang kertas. "Ini sangat penting, kalau kita tidak mau lagi dirampok. Kecuali kita mau terus terusan dirampok. saat ini kita bagaikan memberi makan orang-orang kaya," tandasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

GNNT Mampu Hemat Biaya Cetak Uang 10-20%

    NERACA   Subang - Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) hingga saat ini diperkirakan bisa menghemat biaya untuk mencetak uang…

KSPPS/USPPS Bisa Kelola Dana Zakat dan Wakaf

KSPPS/USPPS Bisa Kelola Dana Zakat dan Wakaf NERACA Bogor - Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) dan Unit Simpan Pinjam…

Jika Berinovasi, PLN Bisa Hemat Hingga Rp1 triliun

  NERACA   Jakarta - Perusahaan Listrik Negara (PLN) memproyeksikan jumlah efisiensi yang diciptakan dari inovasi-inovasi korporat bisa mencapai Rp1…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Tahan Suku Bunga Acuan

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah usai melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Oktober 2017.…

Sinarmas MSIG Life Luncurkan 4 Produk Bancassurance - Gandeng Bank BJB

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) dan Bank BJB, berkolaborasi meluncurkan…

BTN Masuk Jajaran Perusahaan Terbaik Indonesia

      NERACA   Jakarta - Setelah berhasil meraih beragam penghargaan atas kinerjanya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.…