Pemprov Banten Imbau CSR Ditingkatkan

Untuk Entaskan Kemiskinan

Sabtu, 15/09/2012

NERACA

Pemerintah provinsi Banten menghimbauagar perusahaan-perusahaan swasta dapat lebih meningkatkan perannya dalam mengatasi permasalahan sosial seperti kemiskinan melalui kebijakan dan tanggung jawabCSR.

Dalam hidup, kemiskinan adalah bagian dari realita.Kemiskinanadalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan,dan kesehatan.

Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.Salah satunya adalah yang dialami oleh masyarakat Banten.

Potret kemiskinan dan pekerja anak di Banten masih cukup banyak, dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti kebutuhan makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, kesehatan.

"Di Banten ini, masyarakatnya masih memerluka bantuan. tidak hanya benda, pemikiran saja sudah menjadi bantuan bagi kami semua," kataWakil Gubernur BantenH. Rano Karno.

Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Tahun 2011, jumlah penduduk miskin di Banten mengalami penurunan sebanyak 67.670 orang dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Banten keadaan Maret 2011 tercatat sebanyak 690.490 orang (6,32 %), sedangkan pada periode yang sama setahun yang lalu, penduduk miskin di Banten tercatat sebanyak 758.163 orangjiwa (7,16 %).

Jumlah penduduk miskin di perkotaan mengalami kenaikan, pada Maret 2010 jumlah penduduk miskin di perkotaan berjumlah 318.292 orang, pada Maret 2011 bertambah menjadi 335.537 orang. Sebaliknya jumlah penduduk miskin di perdesaan mengalami penurunan, pada Maret 2010 berjumlah 439.871 orang dan pada Maret 2011 jumlah penduduk miskin di perdesaan berkurang menjadi 354.963 orang.

Sedangkan Menurut data BPS provinsi Banten selama periode satu tahun, Indeks kedalaman kemiskinan (P1) mengalami penurunan, sedangkan Indeks keparahan Kemiskinan (P2) mengalami kenaikan. Pada tahun 2011, Indeks Kedalaman Kemiskinan sebesar 0,90. Sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan sebesar 0,20.

Peranan komoditas makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Pada Maret 2011, sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan sebesar 71,03 %, sedangkan pada Maret 2010 sebesar 71,30 %.

Rano Karno mengatakan,secara realitatingkat kemiskinan di provinsi Banten yang paling tinggi adalah kabupaten Tangerang, namun tingkat kemiskinan yang paling miskin ada di kabupaten Lebak dan Pandeglang.

"Kenapa kabupaten Tangerang? karena populasi masyarakatnya 2,4 juta, namun kalau ingin melihat tingkat kemiskinan yang paling miskin, itu ada di Pandeglang dan Lebak," ungkapWagub Banten yang juga punya beberapa komunitas untuk membantu masyarakat Pandeglang dan Lebak.

Menurut Rano Karno, kabupaten Pandeglang dan Lebak menjadi indikator kemiskinan yang ada di Banten. Ini disebabkan karena 2 wilayah tersebut adalah wilayah pertanian yang masih sangat konvensional.

Pengentasan Kemiskinan

Kemiskinan yang merupakan masalah global ini harus diselesaikan dengan kerjasama dari berbagai pihak.Oleh karena itu, untuk mengentaskan kemiskinan, pemerintah provinsi Banten telah melakukan beberapa langkah alternatif, sepertimembantu, mendukung danmenghimbau para pemangku kepentingan di setiap perusahaan-perusahaan, khususnya pihak swasta dan instansi terkait untuk turut berkontribusi mengentaskan kemiskinan.

Pemerintah telah mengambil inisiatif untuk mendorong peran pihak swasta dengan diterbitkannya UU No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan UU No 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal yang mewajibkan perusahaan khususnya perusahaan yang mengeksploitasi sumber daya alam untuk mengeluarkan dana tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan peraturan ini, diharapkan sektor swasta terutama sektor atau industri yang menggunakan sumber daya alam dalam menjalankan usahanya agar dapat lebih meningkatkan perannya dalam mengatasi permasalahan sosial seperti kemiskinan dan pengangguran melalui kebijakan dan tanggung jawab sosial perusahaan atauCorporate Social Responsibility(CSR).

CSR merupakan komitmen perusahaan untuk bertanggung jawab secara social dan lingkungan terhadap dampak yang timbul akibat beroperasinya perusahaan disuatu daerah.Bila sebelumnya perusahaan hanya memperhatikan Keuntungan (Profit), kedepan perusahaan juga harus memperhatikan masyarakat (People) dan Lingkungan (Planet). Kombinasi ketiga hal tersebut dikenal dengan istilah 3P ataupun Triangle P. Salah satu implementasi konsep CSR adalah dengan menjalankan program Community Development (pengembangan masyarakat).Program Community development merupakan kegiatan pengembangan masyarakat yang dilakukan secara sistematis, terencana dan diarahkan untuk memperbesar akses masyarakat guna mencapai kondisisi social ekonomi dan kehidupan yang lebih baik apabila dibandingkan dengan kegiatan pembangunan sebelumnya.

"Seperti program Satu Juta Sepatu yang dilakukan dan digagas oleh menteri BUMN, Dahlan Iskan. Kami pun siap membantu beliau, di mana 1 juta sepatu yang terkumpul tersebut diberikan kepada anak-anak sekolah yang tidak mampu," kata pemain sinetron si Doel anak sekolahan ini.

Lebih lanjut Rano menuturkan, kepedulian ini adalah tidak di tolok ukur dengan sebuah benda, tetapi dengan rasa kebersamaan.

"Artinya kegiatan ini adalah kegiatan kita semua. Apapun bentuknya harus mendapatkan apresiasi dari seluruh pihak," tambahnya.