Kemendag: Prospek Pasar Florikultura Makin Cerah - Dampak Pertumbuhan Industri Pariwisata

NERACA

Jakarta - Keberadaan tanaman hias (florikultura) ternyata tidak hanya dari sekedar hobi, kini tanaman hias menjadi salah satu bisnis yang telah terbukti bertahan hingga sekarang. Sebuah tanaman hias merupakan sebuah karya seni, yang di dalamnya terkandung banyak makna dan kehidupan. Oleh karena itu, harga sebuah tanaman hias menjadi tak ternilai.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan, produk florikultura Indonesia memiliki peluang untuk lebih dikembangkan baik dari segi volume maupun kualitas, mengingat Indonesia memiliki potensi yang sangat menjanjikan baik dari luas lahan dan kualitas tanah, kondisi iklim dan cuaca, maupun jumlah petani dan pelaku usahanya.

“Lebih jauh, prospek pasar produk florikultura semakin cerah seiring dengan pesatnya perkembangan industri pariwisata di berbagai daerah di Indonesia dan tempat-tempat lain di manca negara. Hal ini tentu akan mendorong peningkatan permintaan produk florikultura baik sebagai salah satu faktor pendukung keindahan lingkungan sekitar maupun kebutuhan kehidupan masyarakat sehari-hari sebagai gaya hidup,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca, Kamis (9/8).

Berdasarkan data Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian, pada periode 2007-2011 produk florikultura mengalami pertumbuhan ekspor sebesar 46% dan merupakan pertumbuhan terbesar jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekspor produk hortikultura lainnya (buah, sayuran, dan tanaman obat). Lebih jauh, pada tahun 2011 produk florikultura mencatat nilai ekspor sebesar US$ 13.160.381 atau meningkat 45,5% dari tahun sebelumnya dengan produk unggulan antara lain Anggrek, Krisan dan Mawar. Beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor adalah China, Jepang, Singapura, Vietnam dan Australia.

“Kondisi tersebut merupakan gambaran sebuah potensi yang cukup baik bagi perkembangan produk florikultura Indonesia ke depan, dimana permintaan pasar dunia terhadap florikultura Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun,” kata Bayu.

Kawasan Ekonomi Khusus

Dalam memajukan florikultura di Indonesia, diperlukan berbagai upaya strategis yang harus dilakukan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan membentuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kota Tomohon, Manado Utara dijuluki sebagai kota bunga dimana bunga lokal yang diangkat sebagai maskot adalah Phaius. Ke depannya, Kota Tomohon diharapkan dapat menjadi pusat penelitian florikultura.

Adapun, kegiatan Tomohon International Flower Festival merupakan pameran dua tahunan yang telah dimulai sejak tahun 2008. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Tomohon ini tidak hanya diikuti oleh peserta dari Kota/Kabupaten se-Indonesia, namun juga datang dari beberapa negara sahabat. “Kegiatan ini memiliki arti penting dalam upaya meningkatkan peranan florikultura Indonesia yang cukup potensial untuk turut berperan dalam membangun perekonomian bangsa,” tutur Bayu.

Selain itu, dalam upaya mengembangkan florikultura Indonesia, Kementerian Perdagangan akan lebih mengintensifkan pemasaran produk untuk dapat menguasai pasar lokal, serta penetrasi yang lebih luas di pasar Asia dan dunia internasional. “Hal tersebut dapat dijadikan modal dasar yang kuat untuk kita agar dapat mengembangkan serta menjadi salah satu faktor penentu keunggulan komparatif bagi Indonesia guna menghasilkan produk florikultura yang berkualitas dan berdaya saing di pasar dalam dan luar negeri,” pungkas Bayu.

BERITA TERKAIT

Berpacaran Dibawah Umur, Ini Dampak Negatifnya

      Pada saat ini, kita hidup di dalam generasi milenial, dimana orang-orang hidup berdampingan dengan teknologi. Teknologi komunikasi…

China Diprediksi Akan Lewati AS Sebagai Pasar Otomotif Terbesar

China diproyeksikan akan melewati Amerika Serikat (AS) sebagai pasar otomotif terbesar dunia pada 2022, menurut Chief Executive Officer Nissan Motor…

Puspayoga: "Pertumbuhan Pariwisata Harus Menjaga Kearifan Lokal"

Puspayoga: "Pertumbuhan Pariwisata Harus Menjaga Kearifan Lokal" NERACA Denpasar - Dalam pengembangan sektor pariwisata takkan pernah bisa lepas dari kaitan…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Sepanjang Januari 2018 - Panen Belum Merata, Harga Gabah Kering dan Beras Tercatat Naik

NERACA Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan harga gabah kering panen dan gabah kering giling selama Januari…

KLHK Optimistis Ekspor Produk Kayu 2018 Meningkat

NERACA Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan optimistis ekspor produk kayu nasional pada 2018 akan meningkat dibandingkan…

Niaga Bilateral - Pakistan-Indonesia Realisasikan Kerjasama Impor Jeruk

NERACA Jakarta – Pakistan dan Indonesia merealisasikan kerja sama impor jeruk jenis kino sebanyak 1.500 kontainer atau 30.000 ton pada…