Perbankan Belum Nikmati DHE - Baru Direspon 50%

NERACA

Jakarta--- Kebijakan Bank Indonesia (BI) terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) ke perbankan dalam negeri dianggap tidak berhasil dalam menambah likuiditas dolar ke dalam negeri. "Saya belum lihat itu akan bantu karena kalau dilihat yang masuk (dolar) hanya sekira 50 % itu pun langsung keluar lagi, tidak disimpan," kata Head of Global Markets HSBC Indonesia Ali Setiawan di Jakarta.

Terkait Peraturan Bank Indonesia (PBI) terkait dengan Devisa Hasil Ekspor, dimana tidak ada keharusan eksportir menahan devisa dalam suatu periode. "Masih perlu dilihat dampak lanjutannya," lanjut Ali.

Adapun terkait dengan kebijakan BI lain untuk membuat term deposit valas, Ali enggan berkomentar. "BI bilang itu sangat efektif untuk menambah likuiditas dolar," singkatnya.

Sebelumnya, Direktur Commercial & Business Banking Bank Mandiri Sunarso mengatakan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menargetkan Devisa Hasil Ekspor (DHE) hingga akhir 2012 sebesar USD63,5 miliar. Target tersebut mempertimbangkan prognosa ekspor nasional 2012 dari data BPS periode Januari-Maret 2012. "K ami berupaya untuk memberikan kemudahan bagi pelaporan Rincian Transaksi Ekspor (RTE) bagi para eksportir, sehingga nantinya, eksportir yang bertransaksi melalui jaringan Bank Mandiri, dapat menyampaikan laporan RTE-nya dengan lebih tepat, akurat dan nyaman," ujarnya

Lebih jauh kata Sunarso, pada periode Januari hingga Mei 2012, transaksi ekspor melalui Bank Mandiri meningkat 9,8 % dari periode sebelumnya yaitu USD22,2 miliar. Peningkatan tersebutdapat mendukung upaya menjaga stabilitas perekonomian nasional sekaligus dapat memperkuat industri perbankan Indonesia.

Kemudian berbicara mengenai pelaporan RTE, Sunarso menyebut jika hal itu merupakan kewajiban eksportir yang disampaikan kepada Bank Indonesia (BI) melalui bank devisa lokal. Saat ini, diperkirakan belum semua eksportir melaporkan RTE-nya. "Sebab, para eksportir mengira sanksi BI baru akan diberlakukan untuk PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang) yang terbit 2 Juli 2012," ujarnya.

Padahal, lanjutnya, ketentuan tersebut sudah berlaku untuk PEB yang terbit sejak 2 Januari 2012. Sementara sanksi BI berlaku jika DHE untuk PEB tersebut belum masuk hingga 2 Juli 2012 atau enam bulan sejak tanggal PEB. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, secara aktif Bank Mandiri telah bekerjasama dengan BI dalam melakukan sosialisasi di berbagai kota kepada nasabah eksportir. "Terakhir workshop juga telah dilaksanakan di lima kota besar dan diikuti oleh lebih dari 250 nasabah eksportir prima yang RTE-nya dilayani oleh tim khusus kami," imbuhnya.

Selain DHE, Bank Mandiri, juga memberikan solusi ekspor seperti pengambilalihan tagihan wesel ekspor nasabah (LC maupun Non LC) yang dapat mempercepat penerimaan dana ekspor nasabah. Selain itu, Bank Mandiri juga menyediakan solusi foreign exchange yang memberikan nilai tukar kompetitif, serta memberikan solusi pengelolaan kas yang dapat memaksimalkan yield dana hasil ekspor nasabah. ”Melalui berbagai inisiatif tersebut, kami ingin memperlancar masuknya DHE ke Indonesia terutama melalui Bank Mandiri. Kami berharap, melalui upaya tersebut Bank Mandiri dapat menjadi bank penerima DHE utama dengan market share terbesar yaitu mencapai lebih dari 30 %. Kami optimistis dapat mencapai target itu karena per Maret 2012 market share DHE Bank Mandiri telah mencapai 27,2 %, lebih tinggi dibanding akhir 2011 sebesar 26,5 %,” imbuhnya. **ria

BERITA TERKAIT

Arahkan Kredit Perbankan ke Industri Kreatif

    NERACA   Solo - Asosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia (AINAKI) mengeluhkan industri perbankan dan lembaga keuangan formal…

Bukalapak Rilis Tujuh Produk Reksa Dana Baru

NERACA Jakarta - Melihat tingginya minat investor terhadap produk reksa dana yang tersedia di BukaReksa, kini Bukalapak kembali menghadirkan tujuh…

Lagi, IHSG Catatkan Rekor Baru 6.113 Poin

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (14/12), indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali mencatatkan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps

      NERACA   Washington - Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya…

Amartha Salurkan Pembiayaan Rp200 miliar

      NERACA   Jakarta – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) telah menyalurkan pembiayaan dengan model financial technology (fintech)…

Mahasiswa GenBI Diharapkan jadi Garda Terdepan

      NERACA   Bogor - Bank Indonesia (BI) meminta kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa BI dapat mendedikasikan ilmu…