Tak Aneh Defisit NPI Makin Lebar

NERACA

Jakarta--Defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sampai triwulan II 2012 yang diperkirakan semakin besar merupakan kondisi yang wajar dalam perekonomian Indonesia yang sedang meningkatkan pertumbuhan ekonomi. “Sebagian orang takut. Akan tetapi, ini bukan sesuatu yang aneh dalam pembangunan ekonomi sebab jika kita mendorong ekspansi dan investasi memang memerlukan barang modal dan barang mentah, dan jika itu tidak disediakan di dalam negeri, kita harus impor," kata kata pengamat ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta,rabu,8/8

Menurut Purbaya, kondisi perekonomian sekarang iniseperti mengulang kejadian pembangunan ekonomi masa Orde Baru 1970-an. Saat itu pemerintah mendorong investasi masuk sehingga meningkatkan impor barang modal dan barang mentah dan menjadikan defisit neraca pembayaran membesar.

Lebih lanjut Purbaya menjelaskan untuk mencegah hal ini, maka pemerintah harus memiliki strategi yang tepat dengan terlebih dahulu mendeteksi kebutuhan barang modal dan barang mentah yang harus disediakan untuk kebutuhan industri dalam negeri. "Jadi, strateginya harus komprehensif, jangan ad hoc. Saya belum pernah lihat ada strategi industri yang jelas," ujarnya

Tingginya impor belakangan ini, menurut Purbaya, , terdiri atas 72 % barang mentah, 7 % barang konsumsi, dan 21 % barang modal. "Kalau investor asing yang masuk itu ekspor oriented, tidak perlu takut neraca perdagangan akan terus negatif karena kebanyakan impor kita 80 % untuk orientasi ekspor," paparnya

Dengan demikian, kata Purbaya lagi, jika pasar luar negeri jatuh, impor bahan mentah juga akan berkurang dan neraca akan positif lagi. "Jadi, terlalu dini mengatakan bahwa defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) ini akan bertahan terus sebab akhir tahun neraca perdagangan juga akan mulai positif ," terangnya

Purbaya juga menilai defisit NPI yang membesar ini tidak terlalu besar pengaruhnya terhadap nilai tukar rupiah karena fundamental ekonomi Indonesia yang masih kuat. "Dalam jangka pendek, mungkin membuat takut karena ini bisa dipakai orang untuk menciptakan sentimen negatif. Akan tetapi, kalau fundamental ekonomi kuat, rupiah akan bagus," tukasnya

Kinerja NPI triwulan I 2012 tercatat defisit 1,0 miliar dolar AS atau membaik dibanding triwulan IV 2011 defisit 3,7 miliar dolar AS. Perbaikan tersebut ditopang oleh transaksi modal dan keuangan yang kembali mengalami surplus sehingga mampu menutupi sebagian dari defisit transaksi berjalan yang membesar.

Genjot Industri Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Andi Timo Pangerang mengatakan bahwa Pemerintah harus terus menggenjot sektor industri di dalam negeri untuk meningkatkan ekspor dan mengurangi ketergantungan kepada impor. "Industri harus diperbanyak, terutama yang berorientasi ekspor dan juga untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri sehingga mampu mengurangi impor,”ucapnya

Menurut Andi, defisit neraca pembayaran Indonesia tidak terlalu mengkhawatirkan karena lebih disebabkan penurunan ekspor akibat permintaan pasar global yang menurun akibat krisis ekonomi dan faktor musim yang mempengaruhi produksi beberapa komoditi andalan Indonesia. "Kita perlu khawatir dengan kondisi neraca pembayaran kita, tetapi tidak perlu terlalu cemas karena dengan kondisi fundamental ekonomi kita serta kebijakan yang sudah disiapkan Pemerintah itu akan bisa diatasi," imbuhnya

Menurut dia, program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang dicanangkan Pemerintah pada tahun 2011 bisa memperbaiki struktur industri di Indonesia sehingga bisa mengurangi defisit neraca pembayaran Indonesia. **cahyo

BERITA TERKAIT

“Barang Tak Berwujud” Bakal Dikenakan Bea Masuk

    NERACA   Jakarta - Pemerintah memastikan pada 2018 barang tak berwujud (intangible goods) yang diperdagangkan secara elektronik dari…

Kadin: Tak Mungkin Terulang Krisis 1998-2008 - PROSPEK PERTUMBUHAN INDUSTRI DAN SEKTOR PERKEBUNAN

Jakarta-Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani menyatakan sikap optimistis krisis ekonomi 1998 dan 2008 atau…

Regulator Minta Pelanggan Listrik Tak Khawatir - TERKAIT RENCANA KEBIJAKAN GOLONGAN TARIF

NERACA Jakarta – Menteri ESDM Ignasius Jonan menjelaskan program penyederhanaan golongan pelanggan listrik PT PLN (Persero) belum dijalankan dan masih…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Penyaluran Dana Desa Capai Rp59,2 Triliun

      NERACA   Bogor - Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Boediarso Teguh Widodo mengatakan realisasi dana desa…

Membantah Generasi Milenial yang Terancam Tak Punya Hunian

      NERACA   Bekasi - Ada anggapan generasi milenial yang berusia di bawah 25 tahun tidak mampu mempunyai…

IBM Indonesia Berkolaborasi dengan Partner Lokal - Akselerasi Bisnis Digital

    NERACA   Jakarta - IBM Indonesia menggelar IBM Indonesia Partner Solutions Summit, yang diselenggarakan di JW Marriot Jakarta.…