Rupiah Terus Mengalami Tekanan

SOROTAN

Jakarta- Nilai kurs mata uang rupiah terhadap dolar AS pada Rabu sore melemah tipis sebesar sembilan poin, di tengah kabar pasar terhadap kemungkinan diumumkannya "quantitave easing" (QE) ke tiga. "Rupiah terhadap dolar AS bergerak dalam kisaran sempit dipicu dari munculnya beberapa wacana di pasar keuangan seperti kemungkinan diumumkannya "quantitave easing" (QE) ke tiga," kata pengamat pasar Milenium Danatama Sekuritas, Abidin di Jakarta, Rabu,8/8

Menurut Abidin, nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Rabu sore, bergerak melemah sembilan poin menjadi Rp9.467 dibanding posisi sebelumnya senilai Rp9.458 per dolar AS. "Pelaku pasar uang cenderung menurunkan aktiVitas transaksi seiring akan adanya pengumuman pelonggaran kuantitatif (QE) ke-3," tambahnya

Dikatakan Abidin, sejumlah wacana dari Eropa yakni bank sentral Eropa (ECB) dalam waktu dekat akan terus menopang penguatan euro. "Wacana yang belum terealisasi membuat nilai tukar bergerak dalam kisaran yang sempit cenderung melemah," kata dia.

Analis Monex Investindo Futures Johanes Ginting menambahkan, meningkatnya ekspektasi bank sentral Eropa (ECB) akan segera bertindak guna menekan biaya pinjaman Spanyol dan Italia dapat mendorong nilai tukar berisiko termasuk rupiah menguat. "Beberapa wacana yang kemungkinan dapat dilakukan ECB dalam waktu dekat akan menopang penguatan euro, yang nantinya akan berdampak pada rupiah," ujarnya

Meski demikian, kata Ginting, saat ini investor pasar uang nampaknya tengah berupaya mengurangi transaksi setelah mengalami penguatan nilai tukar berisiko dalam beberapa pekan terakhir.

Sementara analis Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menambahkan, ECB juga akan mengambil langkah untuk menahan laju pelemahan euro setelah Jerman kembali menegaskan dukungannya terhadap kebijakan ECB. "Ekspektasi tersebut diharapkan dapat membuat nilai tukar berisiko menguat dan menekan dolar AS melemah," ujarnya

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada, Rabu tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp9.475 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.472 per dolar AS.

Yang jelas Head of Research & Analysis Nurul Eti Nurbaeti mengungkapkan, rupiah sempat dibuka di level Rp9.470-Rp9.480 per USD. Pelemahan rupiah lebih banyak disebabkan oleh faktor eksternal seperti dampak anjloknya GDP Italia dan penurunan rating Yunani menjadi negatif outlook oleh S&P. "Ini turut berpotensi mengeskalasi dolar AS," ungkapnya

Dia melanjutkan, Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan menjadikan level Rp9.500 per USD sebagai level psikologis penting, demi mengamankan stabilitas moneter. "Para pelaku pasar juga perlu mencermati adanya lelang term deposit valas dengan target USD900 juta hari ini," tambahnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

BI : Dolar Tekan Rupiah Hingga Akhir 2018

      NERACA   Jakarta - Keperkasaan dolar AS terus menekan nilai tukar Rupiah dan mata uang negara lain…

Rupiah Loyo, Laba Bersih KIJA Menyusut 75%

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) mencatatkan penurunan laba bersih di kuartal pertama 2018 sekitar 75% atau berkurang Rp 15…

Permintaan Terus Meningkat, Industri Hilir Sawit Tetap Menjanjikan - Dunia Usaha

NERACA Jakarta –  Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Sahat Sinaga mengatakan industri produk turunan sawit tetap menjanjikan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank SulutGo Ajukan Izin Terbitkan Kartu Debit

  NERACA   Manado - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) mengajukan permohonan izin kepada Bank…

Rasio Kredit Macet Di Sulteng Aman

    NERACA   Palu - Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Miyono mengatakan rasio kredit macet atau…

Sinergi Pesantren dengan Pembiayaan Ultra Mikro

      NERACA   Jakarta - Pemerintah mendorong sinergi pondok pesantren dengan program pembiayaan Ultra Mikro yang diyakini dapat…