Belanja Infrastruktur Direncanakan Capai Rp200 T - Dalam APBN 2013

NERACA

Jakarta—Pemerintah mengungkapkan rencananya belanja infrastruktur pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2013 melampaui Rp200 triliun. "2012 juga meningkat sekali mungkin sudah 170 triliun untuk 2012. Kalau rencana 2013 barangkali naik di atas Rp200 triliun," kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut Hatta berharap peningkatan belanja infrastruktur tersebut juga akan diikuti dengan percepatan penyerapan. "Ini yang saya katakan kalau infrastruktur yang kita tidak cepat maka akan ngerem lagi," tambahnya.

Selain itu, Hatta juga mengungkapkan transfer dana ke daerah juga akan meningkat seiring dengan peningkatan APBN 2013. Hal ini di antaranya disebabkan karena minimal 26 % dari APBN digunakan untuk dana alokasi umum (DAU). "DAU minimal 26 % dari bujet. Kalau APBN meningkat Rp1.400 triliun otomatis DAU meningkat, otomatis transfer daerah meningkat," paparnya.

Terkait dengan jumlah subsidi BBM, Hatta masih enggan memberikan informasi. "Kalau angka jangan dulu, nanti Presiden," tukasnya.

Namun demikian, kata Hatta, kebijakan untuk mengendalikan dan penghematan BBM yang telah dijalankan saat ini akan diteruskan. "Penghematan dan pengendalian sudah menjadi keputusan berjalan terus," ujarnya

Yang jelas, Hatta meminta agar investasi asing asal Singapura dapat semakin meningkat apalagi Indonesia saat ini merupakan pasar potensial bagi para pebisnis dari negara tersebut. "Kita memiliki potensi pasar besar dengan 240 juta penduduk, kemudian kelas menengah meningkat tajam. Karena itu mereka tidak melihat suatu pilihan lain, kecuali memilih Indonesia (sebagai tempat investasi)," paparnya

Untuk itu, Hatta memaparkan dalam forum yang dihadiri para pebisnis Singapura tersebut, apa yang menjadi sumber keunggulan Indonesia dalam menjaga angka pertumbuhan yang pada triwulan II 2012 tercatat sebesar 6,4 %. "Konsumsi domestik dan investasi merupakan dua faktor penting dalam mendorong angka pertumbuhan di atas enam persen," jelasnya

Saat ini, Singapura tercatat sebagai lima negara terbesar yang memiliki investasi tinggi di Indonesia, dengan kisaran total penanaman modal asing sebesar 5,1 miliar dolar AS pada tahun lalu. "Statistik ini makin meningkat dalam tahun-tahun terakhir, terutama dalam bidang agrobisnis, sarana transportasi, farmasi, serta listrik, gas dan air yang merupakan investasi utama asal Singapura," ujar Hatta.

Selain itu, Singapura merupakan mitra dagang nomor tiga Indonesia setelah China dan Jepang, yang tercermin dari nilai perdagangan antarkedua negara yang meningkat hingga 44,4 miliar dolar AS pada 2011, lebih tinggi dari 2007 yang tercatat 23,3 miliar dolar AS.

Secara keseluruhan, lanjut dia, Indonesia memiliki daya tarik yang besar dalam mengundang investor asing karena memiliki pertumbuhan ekonomi stabil dalam kisaran enam persen yang akan berlanjut dalam beberapa tahun mendatang. "PDB tumbuh dari 165 miliar dolar AS pada 2000 menjadi 850 miliar dolar AS pada 2011. Kita mengharapkan angka 1 triliun dolar AS tercapai tahun ini dan menjadikan Indonesia masuk ke dalam 16 besar kekuatan ekonomi dunia," tukasnya

Investasi tersebut juga dibutuhkan untuk menyukseskan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang secara tidak langsung akan membantu pembenahan sarana infrastruktur dan integrasi ekonomi terkait Komunitas Ekonomi ASEAN 2015. "Untuk itu pemerintah menyiapkan beberapa insentif bagi para investor yang berminat dalam industri strategis dan pengembangan wilayah terkait zona ekonomi khusus," pungkasnya. **bari

BERITA TERKAIT

Penyaluran Dana Desa Capai Rp59,2 Triliun

      NERACA   Bogor - Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Boediarso Teguh Widodo mengatakan realisasi dana desa…

IIF Dapat Kucuran Rp1 triliun dari JICA - Untuk Bangun Infrastruktur

    NERACA   Jakarta - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menandatangani perjanjian pinjaman sebesar ¥ 8.000.000.000 atau sekitar Rp…

PTPP Optimis Capai Arus Kas Operasi Positif - Persaingan Industri Konstruksi Sengit

NERACA Jakarta – PT PP (Persero) Tbk (PTPP), perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia memperkirakan arus kas operasi positif…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Kadin Dukung Pemindahan Ibu Kota

      NERACA   Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) siap mendukung rencana pemindahan ibu kota RI…

40% Jembatan Dalam Kondisi Tak Baik

  NERACA   Semarang - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebutkan sekitar 40 persen jembatan di…

BI Dorong Jakarta Tingkatkan Anggaran Sektor Pariwisata

    NERACA   Jakarta - Anggaran pemerintah DKI Jakarta untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dinilai perlu ditingkatkan karena…