Jelang Mudik, Penjualan Adira Finance Stagnan Dua Bulan Terakhir - Terpukul Aturan DP

NERACA

Jakarta- PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mengalami stagnasi penjualan dalam kurun waktu dua bulan terakhir pada bulan Juni – Juli 2012. Bahkan nilai penjualannya menurun dari penjualan bulan Mei 2012. Terutama pada penjualan sepeda motor.

Deputy Direktur Adira Finance Cornel Hugroseno mengatakan, dari bulan lalu penjualan perseroan flat dan tidak naik. “Penjualan bulan Juni sampai Juli kemarin adalah Rp 2,6 triliun. Sedangkan di bulan Mei kita jual Rp 3,3 triliun. Turunnya lumayan kan. Ini penjualannya lebih di motor,” katanya di Jakarta, kemarin.

Bahkan menjelang Hari Raya Idul Fitri sekarang ini, penjualan Adira Finance juga cenderung biasa-biasa saja, tidak seperti tahun lalu. Di mana tahun lalu banyak orang yang kredit sepeda motor hanya untuk mudik, karena waktu itu down payment (DP)-nya masih murah.

Menurutnya, tahun lalu banyak yang pulang kampung beli motor dengan kredit lantaran DP yang kecil. Kemudian setelah pulang kampung motornya dikembalikan karena lebih murah daripada sewa. “Tapi kalau tahun ini kelihatannya tidak ada, karena peningkatan penjualan di menjelang Lebaran ini tidak terlalu besar,” ujar Cornel.

Dia menjelaskan, dengan adanya aturan minimal DP 20% dari harga jual untuk kredit kendaraan bermotor roda dua, maka pembelian oleh kostumer akan turun dulu, karena mereka harus menabung dulu untuk memenuhi DP tersebut.

Namun, di Adira Finance sendiri masih ada produk yang memperbolehkan DP di bawah 20%, yakni produk syariah. Sehingga kalau ada costumer yang ingin kredit kendaraan bermotor konvensional dengan memberikan DP di bawah 20%, tentunya akan ditolak oleh Adira.

Cornel mengatakan bahwa dengan pembatasan minimal DP, pihaknya tidak mengalami kerugian, tapi hanya penurunan profit saja. Namun berapa persen penurunannya, dia belum tahu. Lalu penurunan profit tersebut tidak berhubungan langsung dengan menurunkan suku bunga kredit kepada kostumer ataupun dengan masuknya Adira ke pasar modal.

Untuk penjualan kembali seperti semula, pihak Adira Finance memperkirakan akan kembali semula dalam waktu setahun mendatang. Cornel menyakini Adira akan lebih cepat naik nilai penjualannya karena segmen perseroan lebih baik dibanding lainnya. “Tahun depan berdasarkan proyeksi internal, penjualan kita akan normal kembali, memang ada setahun penyesuaian dari msyarakat untuk menerima aturan baru. Tapi kita harap yang ke Adira, karena kita punya segmen yang lebih baik, itu akan lebih cepat pulihnya dibandingkan segmen secara total industri,”tandasnya. (ria)

BERITA TERKAIT

WOM Finance Raih Penghargaan Maju Berkat Pembiayaan dan Beasiswa APPI

WOM Finance Raih Penghargaan Maju Berkat Pembiayaan dan Beasiswa APPI NERACA Jakarta – PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance)…

Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN Area Sukabumi Gelar Apel Siaga

Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN Area Sukabumi Gelar Apel Siaga NERACA Sukabumi - Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN…

Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN Area Sukabumi Gelar Apel Siaga

Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN Area Sukabumi Gelar Apel Siaga NERACA Sukabumi - Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…