Semester I, Kinerja Emiten Distributor Handphone Kinclong - Berbanding Terbalik Dengan Provider Seluler

NERACA

Jakarta - Penurunan kinerja yang dialami emiten provider telekomunikasi seluler seperti PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Indosat Tbk (ISAT) pada semester satu tahun ini berbanding terbalik dengan apa yang dialami emiten distributor handphone.

Tercatat, tiga emiten distributor handphone yaitu PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO), PT Global Teleshop Tbk (GLOB) dan PT Erajaya Swasembada (ERAA) berhasil membukukan kenaikan kinerja yang signifikan selama semester I-2012.

ERAA dalam public exposenya di Jakarta, Rabu (8/8), mengumumkan pada semester I-2012 mencatatkan kenaikan signifikan dari sisi laba bersih, yaitu sebesar 216,79% menjadi Rp 212,14 miliar di tahun 2012, dibandingkan dengan Rp 66,96 miliar di tahun 2011.

Pihak manajemen ERAA menyebutkan, kenaikan laba tersbut disebabkan oleh penjualan bersih perseroan yang juga meningkat sebesar 214,69% menjadi Rp 6,41 triliun di semester I-2012, dibandingkan dengan jumlah penjualan bersih sebesar Rp 2,04 triliun di tahun 2011.

Kenaikan ini terjadi karena kontribusi penjualan PT. Teletama Artha Mandiri kepada Perseroan, penambahan jumlah outlet, perluasan pangsa pasar retail, dan juga penambahan produk/ brand baru.

Sedangkan, emiten distributor handphone lainnya, TRIO mengalami peningkatan laba menjadi Rp150,17 miliar pada semester I-2012 dari sebelumnya Rp 120,93 miliar pada periode yang sama 2011.Perseroan mencatatkan pendapatan bersih menjadi Rp 3,65 triliun dari Rp 3,44 triliun.

Sementara beban pokok penjualan tercatat meningkat dari Rp 3,02 triliun menjadi Rp 3,16 triliun di kuartal kedua 2012. Hal ini berdampak pada laba kotor perseroan juga meningkat dari Rp 416,76 miliar menjadi Rp 487,99 miliar.

Sedangkan untuk laba usaha, perseroan mencatat peningkatan dari Rp 238,93 miliar menjadi Rp 309,07 miliar. Sementara GLOB, yang belum lama ini diakuisisi oleh TRIO, berhasil mencatatkan kenaikan laba pada semester satu tahun ini menjadi Rp 56,2 miliar dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 29,7 miliar.

Pendapatan bersih juga mengalami kenaikan signifikan yaitu naik 135,19% menjadi Rp 1,39 triliun pada semester I-2012 dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 591,5 miliar..

Kemudian laba per saham emiten yang baru saja melantai bulan Juli lalu ini juga tercatat meningkat menjadi Rp 65.696 per saham dibanding dengan sebelumnya yang sebesar Rp 34.795 per saham.

Selanjutnya, jika melihat dari sisi aset, tercatat juga meningkat menjadi Rp 990 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 893,44 miliar. Posisi saldo perseroan hingga 30 Juni tercatat sebesar Rp 100 miliar, atau stagnan dibanding dengan periode 31 Desember 2011 yang juga sebesar Rp 100 miliar.

Seperti diketahui, performa sebaliknya justru dialami emiten yang merupakan sarana pendukung handphone, yaitu emiten provider seluler. Salah satu emiten besar seluler, EXCL pada semester I 2012 mengalami penurunan laba bersih sebesar 4,07% dari Rp 1,522 triliun menjadi Rp 1,46 triliun. Turunnya kinerja perseroan karena tingginya beban operasional, meskipun terjadi peningkatan pendapatan usaha

Kendati demikian, pendapatan usaha EXCL tercatat naik menjadi Rp 10,28 triliun di semester I-2012, dibandingkan periode sebelumnya Rp 9,13 triliun.

Kemudian penurunan kinerja yang sangat signifikan dialami oleh ISAT. Perseroan mencatat rugi bersih Rp 131,8 miliar pada semester I-2012, padahal dari periode sebelumnya perusahaan menghasilkan laba Rp 724,5 miliar atau kinerjanya menurun sekitar 118,2%. Laba bersih ber saham juga anjlok dari Rp 133,33 per lembat menjadi Rp 24,26 per lembar.

Kinerja pendapatan perseroan sejatinya naik, meski tipis hanya 3,3% dari Rp 10,041 triliun menjadi Rp 10,37 triliun. Pendapatan selular naik 3,7% menjadi Rp 8,52 triliun dari sebelumnya Rp 8,21 triliun. Namun beban lain-lain justru membengkak dari hanya Rp 350,2 miliar menjadi Rp 1,44 triliun. EBITDA naik tipis menjadi Rp 4,87 triliun dari periode sebelumnya Rp 4,56 triliun. (didi)

BERITA TERKAIT

BEI Pertegas Kepemilikan Investor Aman - Ramai Emiten Delisting

NERACA Jakarta – Sikap tegas PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam memberikan sanksi delisting atau penghapusan paksa dari papan pasar…

Taspen Kerjasama Sinergis Dengan Telkom - Tingkatkan Layanan Digital

NERACA Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Taspen (Persero) bersinergi mengembangkan dan mengimplementasikan digitalisasi pelayanan pembayaran pensiun…

Menteri Kelautan dan Perikanan - Lawan Mafia Jangan Dengan Cara Normatif

Susi Pudjiastuti  Menteri Kelautan dan Perikanan Lawan Mafia Jangan Dengan Cara Normatif Depok - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sidang Dugaan Monopoli Aqua - Saksi Ahli : Praktik Monopoli Mutlak Dilarang

Dari sidang lanjutan atas dugaan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan PT Tirta Investama dan PT Balina …

Tersangka Kasus Pemalsuan Surat - Istri Dewan Penasihat Kadin Chris Kanter Mangkir Pemeriksaan

Prikanti Chris Kanter tidak memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka di Polres Tangerang Selatan. Istri Chris Kanter, anggota Dewan Penasehat Kamar Dagang…

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…