Amerika Minat Investasi di Sektor Infrastruktur

NERACA

Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melebihi 6% membuat pelaku industri asal Amerika Serikat tertarik untuk menanamkan investasinya di Indonesia. Dengan masih minimnya pemerataan fasilitas infrastruktur yang memadai di Indonesia, investasi industri pendukung infrastruktur pun dinilai sebagai sektor yang cukup menguntungkan bila bisa menarik investor asal AS untuk ikut menanamkan modalnya.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengungkapkan, tambahan infrastruktur sangat penting untuk menunjang pelaksanaan MP3EI. Sehingga ketertarikan pengusaha asal Amerika Serikat ini bisa menghasilkan kerja sama yang strategis. "Dengan begitu investasi tambahan di sektor ini akan mendukung pertumbuhan manufaktur di dalam negeri," kata Hidayat di sela penandatanganan MoU "Cooperation for the Development of Industrial Sectors to Support Infrastructure Projects" di Jakarta, Rabu (8/8).

Menurut dia, industri asal Amerika Serikat punya keunggulan di sektor industri permesinan, alat berat, energi, hingga transportasi. Di tambah dengan teknologi infrastruktur yang mereka miliki, semua hal tersebut dinilai bisa mendorong pertumbuhan infrastruktur yang saat ini masih menjadi pekerjaan rumah dalam pertumbuhan dan pemerataan industri.

Sementara itu, Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel mengungkapkan, Amerika Serikat dan Indonesia memiliki tujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memberikan peluang bagi banyak orang untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan dan menciptakan banyak lapangan pekerjaan. “Apabila Indonesia bisa lebih memudahkan iklim usaha, tidak hanya untuk perusahaan asing namun juga lokal, maka bisa memacu banyak investasi masuk,” ujarnya.

Berbagai kemudahan investasi, menurut Scot, adalah percepatan pemberian izin dalam mendirikan perusahaan. “Dalam pertemuan G-20, kita telah berkomitmen untuk menghindari kebijakan proteksionisme. Kami sudah berbicara dengan pemerintah dan kami akan terus berupaya untuk mendorong kerja sama di sektor perdagangan supaya tidak terjadi defisit,” paparnya.

Terkait ajakan untuk berinvestasi di sektor agribisnis di Papua, Scot mengatakan pihaknya menyambut baik hal itu. “Saat ini sudah ada perusahaan AS yang berinvestasi di sektor tersebut dan meningkatkan potensi pertumbuhan industri di Indonesia,” ujarnya.

Scot menambahkan, selama semester I-2012, ekonomi AS bertumbuh sekitar 2%. Pihaknya berharap ekonomi di sana terus bertumbuh dengan cepat. “Saya tidak mau membuat prediksi tentang kondisi perekonomian global. Tapi saya rasa kedua negara sama-sama telah berupaya untuk mendorong pertumbuhan ekonominya, termasuk mempromosikan produktivitas dan daya saing masing-masing,” katanya.

Adapun nama perusahaan-perusahaan yang datang antara lain adalah PT Mercedes Benz Indonesia, PT Tirta Investama Danone Aqua, PT Cabot Indonesia, PT Lafarge Indonesia, PT HM Sampoerna Tbk, PT Dow Chemical, dan PT BMW Indonesia.

BERITA TERKAIT

Kontribusi Sektor Logam Pada Transaksi Online Hingga 70 Persen - Hasil Program e-Smart IKM

NERACA Jakarta – Pelaku industri kecil dan menengah (IKM) nasional terus didorong agar dapat memanfaatkan fasilitas promosi online melalui platform…

Desainer Muda Dipacu Jadi Pelaku Usaha Rintisan Sektor Fesyen - Dunia Usaha

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi dan dukungan kepada Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dalam melaksanakan Modest Fashion…

Toyota Akan Gelontorkan Investasi Baru Untuk Mobil Listrik

Toyota melalui PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) siap menggelontorkan untuk pengembangan mobil listrik di dalam negeri, yang ditargetkan pemerintah…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Ini Jurus Wujudkan Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya mewujudkan visi Indonesia untuk menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada tahun 2020. Peluang…

Laporan Keuangan - Satu Dekade, Kemenperin Raih Opini WTP Berturut

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk laporan keuangan…

Dukung Industri 4.0 - Kemenperin Usul Tambah Anggaran Rp 2,57 Triliun

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian mengusulkan tambahan anggaran pada tahun 2019 kepada DPR RI sebesar Rp2,57 triliun. Anggaran tersebut…