Mengantisipasi Kocek Menjelang Lebaran

NERACA

Liburan hari raya yang panjang, bagi banyak orang merupakan kesempatan untuk pulang kampung alias mudik. Sementara bagi yang tidak merayakan, waktu tersebut sering juga digunakan sebagai waktu untuk berlibur. Namun, untuk itu semua di perlukan pengeluaran yang tidak sedikit.

Kegiatan mudik biasanya merupakan kegiatan tahunan. Nah, jika demikian,kita dapat mempersiapkan perencanaan ke uangan dalam kurun waktu yang lama.

Untuk merencanakan semua itu kita dapat melihat pengeluaran pada tahun-tahun sebelumnya, agar kita dapat merincikan pengeluaran yang akan kita pakai pada idul fitri tahun ini.

Sedangkan, kenaikan harga bahan pokok menjelang idul fitri kian meningkat di ikuti kebutuhan masyarakat juga akan meningkat, kenaikan harga bahan pokok sekitar sekian persen. Kenaikan harga itu mencapai 25%-30%. Sedangkan, untuk yang tidak mudik di perlukannya perencanaan yang lebih matang.

Sementara, untuk dana liburan, tergantung dari berapa lama waktu liburan kita dan ke mana tujuan liburan kita. Dana mudik maupun dana liburan sebaiknya disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya, bila perludi kumpulkan atau dicicil secara teratur supaya tidak memberatkan dan mengganggu keuangan yang kita miliki.

Sedangkan, ada Hal-hal yang harus kita perhatikan terkait dengan masalah perencanaan keuangan untuk dana mudik atau dana liburan kita. Seperti pengeluaran untuk mudik yang paling besar biasanya adalah biaya transportasi, baik biaya bensin, tiket kereta api, maupun tiket pesawat.Bagi yang menggunakankendaraan sendiri juga harus mempersiapkan biaya makan di jalan dan menginap,jika perjalanan ditempuh lebih dari 1 hari.

Selain itu, untuk idul fitri biasanya kita menyiapkan hadiah atau oleh-oleh untuk orang tua atau keluarga di kampung halaman. Sementara biayaa komodasi dan penginapan di tempat tujuan biasanya tidak ada, karena kita menginap di rumah orang tua atau keluarga.

Jika diinginkan, kita juga dapat menganggarkan biaya oleh-oleh untuk dibawa kembali sepulang mudik untuk tetangga atau teman-teman kantor. Sementara untuk mempersiapkan dana bagi yang ingin berlibur juga mencakup biaya akomodasi penginapan di jalan dan transportasi serta makan, kita juga mempersiapkan dana untuk tiket tempat tujuan wisata, membeli oleh-oleh atau suvenir untuk pribadi ataupun keluarga.

Bukan hanya mempersiapkan dana keuangan kita tetapi jangan lupa juga mengantisipasi biaya overweight atau kelebihan bagasi saat pulang, jika kita bepergian dengan pesawat, akibat barang yang kita bawa atau beli terlalu banyak. Selain itu,pertimbangkan membeli asuransi perjalanan bagi yang ingin berlibur ke luar negeri untuk memastikan Anda dan keluarga dapat menikmati liburan dengan tenang.

Perencanaan keuangan di saat idul fitri memang harus dilakukan dengan teliti agar pengeluaran kita tidak berlebihan, jangan sampai di saat liburan pengeluaran kita lebih tinggi dari hari-hari biasa.

BERITA TERKAIT

Mewaspadai Isu SARA Menjelang Pilkada Serentak 2018

  Oleh : Indah Rahmawati Salam, Mahasiswi IAIN Kendari Sejak berlangsungnya pemilihan kepala daerah serentak di berbagai daerah mulai memunculkan…

Adhi Karya Masih Miliki Kocek Tebal - Investasi LRT Membengkak

NERACA Jakarta – Membengkaknya proyek infrastruktur Light rail transit (LRT) Jabodetabek dari Rp 27 triliun menjadi Rp 31 triliun, menjadi…

Humpuss Intermoda Beli Tiga Kapal Baru - Kuras Kocek US$ 10,1 Juta

NERACA Jakarta – Dalam rangka mendukung pengembangan bisnisnya, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) melakukan pembelian atas tiga kapal dari…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Mengajari Anak Menabung, Berbelanja, dan Berbagi

Oleh: Yulius Ardi Head, Managed Investment Product Standard Chartered Bank   Akhir musim sekolah telah diambang pintu dan anak-anak akan…

Sukuk Bisa Sebagai Alternatif Pembiayaan Daerah

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan penerbitan obligasi berbasis syariah atau sukuk bisa…

Keuangan Syariah: - Akan Stagnan Atau Butuh Terobosan

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad meminta inovasi dan terobosan pelaku industri untuk mengembangkan keuangan syariah, karena tanpa…