free hit counter

Calon Pemimpin Masa Mendatang

Rektor Universitas Paramadina : Anies Baswedan

Sabtu, 11/08/2012

NERACA

Dia bukan kepala negara, pemimpin partai, militer, pemuka agama atau ilmuwan dengan sederet titel akademis. Cukup Dr Anies Baswedan, pria bersahaja yang masuk dalam 20 tokoh pembawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang. Sebuah apresiasi yang didaulat Majalah Foresight terbitan April, 2010 lalu, atas kompetensinya sebagai tokoh muda Indonesia.

Cucu almarhum AR Baswedan, seorang tokoh yang ikut andil dalam meraih kemerdekaan Republik Indonesia ini, dipandang sebagai salah satu calon pemimpin Indonesia masa mendatang.

Kebangaan pun merasuk disetiap jengkal sendi anak bangsa. Saat nama Anies, dicantumkan majalah berbahasa Jepang itu, bersama 19 tokoh dunia lain. Seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen, Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota DPR AS, Paul Ryan.

Dalam edisi khusus yang berjudul, 20 Orang 20 Tahun itu, Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global. Mereka dinilai akan sangat berperan dalam perubahan dunia dalam dua dekade mendatang.

Harus diakui, ditengah kegalauan figur pemimpin Indonesia masa depan, ia muncul menawarkan harapan. Dan ayah empat orang anak ini, memang pantas menerimannya. “Anies adalah seorang muslim moderat yang sampai saat ini tetap konsisten pada pendiriannya untuk tidak memihak pada kekuatan (politik) tertentu,” demikian tulis majalah memandang sosok kebanggan negeri kelahiran 7 Mei 1969.

Majalah bulanan Foresight adalah salah satu penerbit tertua Jepang, Shinchosha, dan merupakan majalah berkualitas prima yang mengulas berita dan analisa politik dan ekonomi internasional dan domestik Jepang.

Menurut majalah itu, Anies memiliki citra yang netral, adil, serta memiliki pandangan yang berimbang. Ia sukses meraih kepercayaan luar biasa dari masyarakat luas, termasuk banyak tokoh politik. “Saya mendapat kesan bahwa dunia kini makin memperhatikan Indonesia,” kata Anies bereaksi dengan sanjungan yang diberikan Majalah Foresight.

Apresiasi dunia internasional terhadap sosok Anies Baswedan nyatanya bukan kali pertama ini saja. Pada April 2008 Majalah Foreign Policy, Amerika, pernah memilih Anies sebagai satu-satunya orang Indonesia yang masuk dalam daftar 100 Tokoh Intelektual Dunia, bersama Noam Chomsky, Al Gore, Francis Fukuyama, Samuel Huntington, Vaclav Havel, Thomas Friedman, Bernard Lewis, Lee KuanYew dan pemenang Nobel asal Bangladesh, Muhammad Yunus.

Tahun 2009 Anies juga mendapatkan penghargaan sebagai salah seorang, Young Global Leaders 2009, dari Forum Ekonomi Dunia (The World Economic Forum, WEF). Dirinya disejajarkan bersama 230 orang pemimpin muda dunia yang dianggap memiliki prestasi dan komitmen pada masyarakat, dan memiliki potensi untuk berperan dalam memperbaiki dunia di masa mendatang.

Tokoh dunia lain yang juga masuk daftar Pemimpin Muda Dunia di antaranya adalah pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg, pegolf Tiger Woods, Anchor CNBC-India Shireen Bhan, CEO YouTube Chad Hurley dan pebalap F-1 Michael Schumacher.

Doktor ilmu politik dari Northern Illinois University, AS, ini lahir dari keluarga pendidik yang menyimpan tekad untuk turut membangun bangsa melalui jalur pendidikan, termasuk mengantarkan Universitas Paramadina yang dipimpinnya menjadi universitas kelas dunia.

Lewat perpaduan visi, ide-ide segar khas anak muda, kecerdasan dan ideologi, serta rasa bangga sebagai anak Indonesia, ia berhasil mengelola Paramadina yang didasarkan pada manajemen dengan model bisnis modern. “Universitas harus dikelola secara modern dan terkait dengan dunia swasta secara mutualistis,” ungkap Anies berkomitmen.

Sejak memimpin Universitas Paramadina, ia telah melakukan beberapa hal dianggap revolusioner, dan tak lazim didunia pendidikan swasta di Indonesia. Diantaranya memberi beasiswa bagi ratusan mahasiswa berbakat tapi kurang mampu, dan pewajiban mata kuliah anti-korupsi.

Dalam sebuah acara orientasi paska penugasan, pengajar muda angkatan pertama periode November 2010 - November 2011 yang baru kembali bertugas dipelosok desa nusantara, Ia berkata, ”Kalian sudah rasakan bagaimana sebuah karya betapapun kecilnya bisa menggulirkan perubahan. Songsong dan rasakan perubahan itu di arena-arena besar. Jelajahi jalan baru yang mendaki, jangan pilih jalan yang datar atau jalan turun, mendakilah terus,“ ucapnya, di puncak itulah seruan kalian akan terdengar ke seluruh penjuru.

“Buatlah kita semua bangga karena punya saudara seperti kalian, punya saudara anak-anak muda tangguh yang bisa membawa kantung berisi hati nurani sampai ke puncak. Buat kita bangga karena menyaksikan kantung hati nurani kalian tidak bocor di perjalanan walau terjal dan mendaki,” ujarnya berpesan memberi motivasi.