Kegiatan Ekonomi Bisa Ciptakan Financial Inclusion

NERACA

Jakarta-- Bank Indonesia (BI) mengatakan guna mendorong terciptanya financial inclusion yang baik, maka harus ada kegiatan perekonomian di dalamnya. "Dalam menciptakan financial inclusion, kita perlu kegiatan ekonomi di dalamnya,” kata Deputi Gubernur BI, Ronald Waas di Jakarta,7/8

Lebih lanjut Ronald mengungkapkan kegiatan financial inclusion atau akses keuangan untuk siapa saja tidak akan terjadi tanpa ada kegiatan perekonomian didalamnya. “Karena kalau tidak, apa sih yang perlu dibayar?" ujarnya

Ronald menambahkan di Indonesia sebesar 32 % masyarakat di Indonesia belum memiliki tabungan di perbankan. Sementara sebanyak 40 % masyarakat Indonesia juga belum tersentuh oleh pembiayaan perbankan. "Jadi ada sekira 90 juta masyarakat Indonesia yang belum disentuh oleh sistem keuangan.,” tambahnya.

Menurut Ronald, perlu ada terobosan baru agar menembus semua kelas masyarakat. “Maka dari itu, ke depan ada beberapa cara yang harus dilakukan agar financial inclusion tersebut dapat terselenggara dengan baik. Sehingga semua kelas masyarakat tersebut oleh akses keuangan yaitu pertama harus ada akses keuangan yang memihak kepada masyarakat," jelasnya.

Selanjutnya, dia melanjutkan, financial inclusion harus didukung dengan penciptaan infrastruktur yang baik. Ketiga, adanya regulasi yang mengatur model bisnis seperti apa yang tepat antara bank dan perusahaan telkomunikasi.

Keempat, pembuatan level of playing field institusi keuangan. Terakhir, mengubah paradigma institusi masyarakat untuk berhubungan dengan jasa keuangan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Artajasa Arya Damar mengatakan kangan swasta perlu mendukung kemudahan masyarakat baik perbankan maupun unbanked (non perbankan) dalam mengakses dan memanfaatkan layanan jasa keuangan yang didukung oleh infrastruktur pendukung atau "Financial Inclusion". "Sinergi dari berbagai pihak, khususnya industri perbankan sangat diperlukan untuk mendukung berjalannya tujuan Financial Inclusion," ujarnya

Menurut Arya, selain sinergi beberapa pihak, peranan Teknologi Informasi (TI) juga sangat dibutuhkan untuk memberikan solusi efisien bagi perbankan dan industri keuangan. "Ini terbukti dari pemanfaatan TI pada berbagai aspek kegiatan perbankan saat ini," ungkapnya

Arya mengatakan, untuk mencapai tujuan yang diharapkan tersebut, dibutuhkan keterlibatan penyelenggara sistem pembayaran. "Artajasa sebagai salah satu penyelenggara sistem pembayaran di Indonesia, tentunya siap memberikan dukungan infrastruktur untuk penyaluran fitur dan layanan perbankan melalui perangkat teknologi terkini yang efisien," jelasnya

Dukungan saluran distribusi yang disiapkan Artajasa antara lain perangkat terminal transaksi seperti ATM, Internet dan Mobile, perangkat instrumen transaksi seperti Kartu, Mobile dan Fingerprint, Kliring Elektronis dan penyediaan fitur transaksional.

Sementara itu, untuk pemetaan informasi keuangan yaitu pemetaan informasi keuangan secara periodik dan "near real time" (terkini) ke regulator dan industri perbankan terkait potensi intermediasi keuangan bagi pengguna sistem pembayaran.

Sekitar 49 persen penduduk Indonesia atau sekitar 115 juta masyarakat belum memiliki akses ke lembaga keuangan. Alasannya, karena lembaga keuangan di suatu wilayah masih minim dan masih kurangnya kepercayaan masyarakat dalam menggunakan jasa lembaga keuangan.

Padahal, dengan mengakses ke lembaga keuangan, dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat tersebut dan pertumbuhan ekonomi pun bisa berjalan dengan baik.Implementasi pelaksanaan financial inclusion atau keuangan untuk semua masih tersendat, sehingga perbankan sebagai lembaga keuangan cukup kesulitan menjalankan fungsi intermediasi. **ria

BERITA TERKAIT

Lewat IPO Bisa Hindari Sengketa Keluarga

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bahwa aksi perusahan melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO)…

Wali Kota Depok: Pejabat Negara Bisa Jadi Contoh Dalam Berzakat

Wali Kota Depok: Pejabat Negara Bisa Jadi Contoh Dalam Berzakat NERACA Depok - Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan semangat…

Harapan Ekonomi 2018 Tertuju pada Investasi

Oleh: Satyagraha Badan Pusat Statistik telah merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2017 sebesar 5,07 persen (yoy) atau merupakan yang…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Taspen Raih Laba Bersih Rp721 miliar

      NERACA   Jakarta - PT Taspen (Persero) sepanjang tahun 2017 mencatat laba bersih sebesar Rp721,73 miliar, tumbuh…

Naik 15,5%, BTN Cetak Laba Rp3,02 triliun

      NERACA   Jakarta - Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menunjukan hasil positif sepanjang 2017 dengan…

Penghambat Inklusi Keuangan di Indonesia Menurut Presiden

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo menyebutkan ada dua penghambat perluasan inklusi keuangan di Indonesia, yakni…