Kejar Swasembada Kedelai Perlu Rp6,8 Triliun

NERACA

Jakarta – Kementerian Pertanian mengaku optimis swasembada kedelai bias tercapai pada 2014. Karena itu pemerintah memerlukan investasi sekitar Rp6,8 triliun. Sehingga mau tak mau semua stakeholder mulai memperhatikan target swasembada kedelai. "Pada 1982, Indonesia pernah mengalami swasembada kedelai. Namun karena petani protes maka banyak stakeholder mulai memperhatikan target swasembada kedelai,” kata Direktur Aneka Kacang-kacangan dan Umbi-umbian Kementrian Pertanian Maman Suparman dalam diskusi Ketahanan Pangan di Jakarta, Selasa (7/8).

Banyak yang mengatakan krisis kedelai terjadi karena lahan penanaman kedelai yang menyusut. Padahal saat ini banyak sekali area lahan yang bisa digunakan untuk menanam kedelai. "Potensi lahan untuk menanam kedelai masih terbuka lebar karena masih banyak lahan yang kosong. Kurang lebih ada 750 ribu hektar. Lahan kering 500 ribu hektar, dan lajan perkebunan. Dan tumpang sari dengan jagung. Peluang untuk perluasan area sudah ada," tambahnya

Menurut Maman, kedelai dalam negeri mempunyai daya tarik tersendiri, mulai dari rasanya yang khas dan bukan produk trankgenik. “Kedelai dalam negeri itu rasanya lebih enak karena kadar rendemennya lebih tinggi. Selain itu resiko terkena penyakit pun lebih rendah karena bukan produk transgenik,” tambah dia.

Tak hanya itu, lanjut Maman, panen kedelai dalam negeri itu bisa lebih cepat. Kedelai luar negeri panennya setiap 6 bulan sekali sedangkan kedelai dalam negeri setiap 3 bulan sekali. Namun begitu kualitas kedelai dalam negeri masih kurang bagus dan bentuknya yang kecil-kecil.

Terkait dengan peran Bulog untuk menjaga kestabilan dari komoditas kedelai, menurut Maman, peran bulog amat sangat penting untuk menjaga harga kedelai gar tidak jatuh. “Kedelai itu kalau panen selalu harganya jatuh ditingkat petani tetapi ditingkat eceran harganya tetap stabil. Makanya perlu peran Bulog untuk menjadi penyangga. Jika suatu saat harga jatuh maka ditingkat petani ada intervensi Bulog dengan pembelian harga pokok,” tukasnya.

Guna mendukung program swasembada kedelai pada 2014, sambung Maman, maka diperlukan investasi sebesar Rp6,8 triliun. “Untuk mensukseskan swasembada kedelai maka nilai investasinya bisa sampai Rp6,8 triliun,” tuturnya

Diakui Maman, perhitungan dana tersebut sesuai dengan hasil simulasi yang Kementrian Pertanian buat dengan rancangan pada 2012, nilai investasinya sebesar Rp1,1 triliun, pada 2013 sebesar Rp2,2 triliun dan pada 2014 sebesar Rp3,2 triliun.

Atas dasar tersebut, menurut dia, perlu juga peran swasta guna mendukung swasembada kedelai. “Sebetulnya diharapkan peran swasta guna mendukung kebijakan ini. Misalnya dari sisi kredit, seperti kredit ketahanan pangan. Kalau semuanya berjalan lancar maka prospeknya bagus dan banyak petani baru yang akan terjun untuk menjadi petani kedelai,” pungkasnya. **bari

BERITA TERKAIT

Mandom Catatkan Penjualan Rp 2,71 Triliun

Sepanjang tahun 2017 kemarin, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) mencatatkan penjualan sebesar Rp 2,71 triliun. Jumlah tersebut meningkat 7,11% dari…

Indoritel Kantungi Pinjaman Rp 2 Triliun - Gadaikan Saham Anak Usaha

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnis, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) mengantungi pnjaman dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)…

Fajar Surya Raup Penjualan Rp 7,33 Triliun - Ditopang Pasar Ekspor

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2017 kemarin, emiten produsen kertas PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan kenaikan penjualan sebesar…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pengendalian Harga Mencegah PLN Bangkrut Akibat Harga Batubara

      NERACA   Jakarta - Sesuai prinsip berbagi keadilan Kabinet Kerja Joko Widodo, maka pengendalian harga batubara melalui…

Kemampuan Moneter Calon Gubernur BI Harus Teruji

      NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati,…

Mendes Sebut Penyerapan Dana Desa Terus Meningkat

    NERACA   Semarang - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo menyebutkan penyerapan dana…