Pasar Obligasi Masih Ramai di Semester Kedua - Nilainya Mencapai Rp 5 Triliun

NERACA

Jakarta – Meskipun pelaku pasar dihantui kekhawatiran soal fluktuasi pasar saham, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap meyakini penerbitan obligasi korporasi pada semester II tahun ini masih cukup diminati seiring kebutuhan dana perusahaan melakukan ekspansi.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen mengatakan, saat ini dalam 'pipeline' bursa ada sebanyak delapan perusahaan yang berencana untuk menerbitkan obligasi di semester kedua dengan nilai Rp5 triliun, “Penerbitan obligasi masih cukup diminati perusahaan dalam mencari dana untuk ekspansi,”katanya di Jakarta, Selasa (7/8).

Menurutnya, emiten di sektor keuangan masih mendominasi untuk penerbitan obligasi pada semester kedua 2012. Pihaknya pun optimis penerbitan obligasi dapat mencapai Rp50 triliun-Rp55 triliun.

Dia menambahkan, pertumbuhan penerbitan obligasi di dalam negeri itu juga didorong oleh perekonomian Indonesia yang terus berkembang. Oleh karena itu, perekonomian Indonesia yang terus tumbuh, tentunya hal ini akan mendorong aksi korporasi emiten dan memenuhi kebutuhan dananya melalui penerbitan obligasi.

Ditahun ini, lanjutnya, tren penerbitan obligasi dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya didorong dari masih rendahnya suku bunga Bank Indonesia. Kondisi itu membuat biaya emisi penerbitan obligasi domestik akan lebih murah, sehingga akan mendorong minat perusahaan menerbitkan obligasi. "Dengan suku bunga acuan BI yang cukup rendah membuat beban perusahaan yang akan menerbitkan obligasi tidak terlalu berat. Dengan kata lain, 'cost of fund' untuk penerbitan obligasi korporasi akan lebih murah," kata dia.

Sepanjang 2012, Hoesen mengatakan, penerbitan obligasi telah mencapai Rp43,724 triliun. Jumlah itu telah melampaui penerbitan pada 2011 senilai Rp35,897 triliun. Artinya, hingga saat ini, bursa sudah melampaui target nilai emisi obligasi.

Dalam data BEI tercatat jumlah emisi obligasi sepanjang tahun 2012 sebesar Rp43,724 triliun sebanyak 40 emisi obligasi dari 14 emiten. Jumlah itu bertambah seiring dengan dicatatnya obligasi berkelanjutan I Bank BTPN dengan tingkat bunga tetap Tahap II Tahun 2012 dengan nilai total nominal sebesar Rp1,250 triliun.

Emisi Obligasi itu mendapatkan peringkat AA- (Double A Minus) dari PT Fitch Ratings. Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Permata Tbk. Dengan pencatatan obligasi Bank BTPN itu maka total emisi Obligasi, Sukuk, dan EBA yang tercatat di BEI berjumlah 198 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp171,281 triliun dan 100 juta dolar AS, diterbitkan oleh 98 Emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 89 seri dengan nilai nominal Rp799,659 triliun. Dan empat EBA senilai Rp1,208 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Pasar Obligasi Diproyeksikan Bergerak Sideways - Menanti Sentimen The Fed

NERACA Jakarta - Pekan ini pasar obligasi domestik diperkirakan bergerak sideways. Pasalnya, para pelaku pasar masih akan menunggu pengaruh sentimen-sentimen…

Lagi, CIMB Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan melakukan penawaran obligasi berkelanjutan II tahap III tahun 2017 dengan jumlah pokok Rp2…

FREN Rilis Obligasi WK III Rp 15 Triliun

PT Smartfren Tbk (FREN) akan melakukan penawaran terbatas obligasi wajib konversi III sebanyak-banyaknya Rp15 triliun melalui mekanisme penempatan terbatas secara…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Targetkan Transaksi 500 Ribu Lot - Rifan Financindo Berjangka Optimis Tercapai

NERACA Surabaya - Meskipun Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX) memangkas target transaksi 30% lantaran kondisi ekonomi…

Tingkatkan Layanan Digital - Taspen Kerjasama Sinergis Dengan Telkom

NERACA Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Taspen (Persero) bersinergi mengembangkan dan mengimplementasikan digitalisasi pelayanan pembayaran pensiun…

XL Hadirkan Asisten Virtual MAYA

Dinamisnya era digital mengharuskan perusahaan untuk terus melakukan inovasi teknologi agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Tidak sebatas produk, layanan pelanggan…