Produksi 2000 Ban Perhari, Gajah Tunggal Investasi US$ 150 Juta

NERACA

Jakarta - Produsen ban PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$150 juta selama tiga tahun untuk memproduksi ban radial untuk truk dan bus.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (7/8). Rencananya, perseroan akan memulai produksi komersial dari ban radial untuk truk dan bus pada tahun mendatang.

Produksi ban radial untuk truk dan bus in akan dilakukan secara bertahap selama tiga tahun ke depan dengan target kapasitas produksi total sekitar 1.500-2.000 ban per hari. Di sisi lain, perusahaan telah membeli lahan seluas kurang lebih 100 hektare pada kawasan industri di Karawang dengan harga US$108 juta. Lalu kurang lebih 60% dari lahan akan digunakan untuk pembuatan proving ground (trek uji coba) untuk produk ban.

Lalu 40% dari lahan akan digunakan untuk perluasan produksi yang selanjutnya. Perusahaan juga sedang membangun Pusat R&D yang berlokasi di Tangerang. Sebelumnya, Direktur Utama Gajah Tunggal Tbk Christopher Chan Siew Choong pernah bilang, pihaknya menargetkan pangsa pasar penjualan ban dalam negeri mencapai 23%.

Saat ini, perseroan sedang meningkatan kapasitas ban mobil dan ban sepeda motor. Kapasitas terpasang ban radial akan meningkat dari 30.000 ban per hari menjadi 45.000 ban per hari. Sedangkan kapasitas terpasang ban sepeda motor akan meningkat dari 37.000 ban per hari menjadi 105.000 ban per hari dalam tahap penyelesaian.

Selain itu, perseroan membidik pendapatan sekitar Rp14,1-15,3 triliun pada tahun ini. Jumlah tersebut naik 20-25% dibandingkan estimasi pendapatan tahun lalu. Pada tahun ini, Gajah Tunggal tidak mengalokasikan belanja modal dan kini Gajah Tunggal kini menguasai 53% pangsa pasar ban sepeda motor di Indonesia dengan merek IRC.

Namun, lanjutnya, krisis ekonomi yang melanda Eropa tentunya juga berdampak pada bisnis Gajah Tunggal. Produsen ban ini mengalami penurunan ekspor ban untuk jenis kendaraan penumpang dan jenis truk. Salah satunya, GT Radial mengalami penurunan ekspor 10%.

Menurut dia, ekspor ban perseroan diperkirakan baru pulih pada kuartal III dan IV tahun ini. Sepanjang 2012, Gajah Tunggal memperkirakan dapat memproduksi 16 juta ton ban untuk kendaraan penumpang dan 4,5 juta ban untuk kebutuhan kendaraan truk besar dan kecil. Sementara, ban truk jenis radial diproduksi sebanyak 1.000 unit per hari. Sementara, PT GT Radial berencana mengekspor ban kendaraan penumpang sebesar 85%, di mana pasar domestik dengan porsi 15%. Sedangkan, ekspor ban truk sebesar 15% dan ban untuk domestik sekitar 95%. PT GT Radial memproyeksikan 1,5 juta unit tahun ini. (didi)

BERITA TERKAIT

Produksi TBS Milik Austindo Tumbuh 8%

NERACA Jakarta – Mulai pulihnya harga komoditas dunia, memberikan dampak berarti terhadap bisnis PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT). Pasalnya,…

Minat Investasi di Pasar Modal Meningkat - Investor di Kalsel Tumbuh

NERACA Banjarmasin – Besarnya tekad PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk terus mengkampanyekan Yuk Nabung Saham dengan menggandeng beberapa perusahaan…

Bank Dunia Ingatkan Soal Investasi SDM

  NERACA Jakarta - Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim mengingatkan pentingnya investasi Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendukung…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…