Terpukul Sentimen Global, IHSG Masih Tertekan

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Selasa sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 19,919 poin (0,49%) ke level 4.085,580. Sementara Indeks LQ45 ditutup turun 4,453 poin (0,64%) ke level 699,299.

Indeks terkoreksi akibat banyaknya aksi jual, terutama di saham-saham lapis dua. Saham-saham lapis dua paling banyak terkena tekanan jual, sehingga delapan indeks sektoral terjebak di zona merah. Hanya dua sektor yang berhasil menguat, yaitu agrikultur dan properti.

Berikutnya, indeks Rabu diproyeksikan masih akan bergerak di zona yang sama dengan tren pelemahan. Alhasil, indeks lambat laun bakal meninggalkan level 4000. Pada perdagangan kemarin, investor asing kurang bersemangat meski sudah melakukan pembelian bersih (foreign net buy) tapi hanya tipis, yaitu Rp 120,562 miliar di seluruh pasar.

Transaksi di lantai bursa sedikit meningkat akibat adanya transaksi tutup sendiri di saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) oleh lima broker senilai Rp 1,4 triliun. Seluruh transaksi dilakukan di pasar negosiasi.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 125.782 kali pada volume 12,807 juta lot saham senilai Rp 5,364 triliun. Sebanyak 100 saham naik, sisanya 130 saham turun, dan 99 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 4.500 ke Rp 195.000, Taisho (SQBI) naik Rp 3.000 ke Rp 240.000, Multi Prima (LPIN) naik Rp 375 ke Rp 4.250, dan Sarana Menara (TOWR) naik Rp 150 ke Rp 17.950.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lion Metal (LION) turun Rp 850 ke Rp 9.650, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 750 ke Rp 50.650, Unilever (UNVER) turun Rp 600 ke Rp 24.000, dan Mayora (MYOR) turun Rp 600 ke Rp 21.400.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI juga terkoreksi menipis 1,655 poin (0,05%) ke level 4.103,844. Sementara Indeks LQ45 berkurang 0,061 poin (0,01%) ke level 703,691. Pelaku pasar masih lakukan aksi tunggu terkait dengan rencana pembelian surat utang negara-negara Eropa oleh ECB. Sampai itu dilakukan, investor memiliha untuk bermain aman dan tidak terlalu agresif.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 71.342 kali pada volume 4,074 juta lot saham senilai Rp 1,597 triliun. Sebanyak 100 saham naik, sisanya 130 saham turun, dan 99 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 7000 ke Rp 244.000, Multi Prima (LPIN) naik Rp 250 ke Rp 4.125, Telkom (TLKM) naik Rp 200 ke Rp 9.050, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 150 ke Rp 51.550.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lion Metal (LION) turun Rp 850 ke Rp 9.650, Goodyear (GDYR) turun Rp 400 ke Rp 10.700, Mayora (MYOR) turun Rp 400 ke Rp 21.600, Golden Energy (GEMS) turun Rp 325 ke Rp 2.550.

Sedangkan diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 5,07 poin atau 0,12% ke posisi 4.110,57, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,29 poin (0,18%) ke level 705,04, “Bursa Asia dibuka 'sideways' termasuk IHSG BEI dengan kecenderungan menguat tipis memfaktorkan penguatan bursa global,"kata analis Samuel Sekuritas Christine Salim.

Menurutnya, bursa Eropa dan AS kembali menguat meski relatif tipis, hal itu memicu sentimen positif dari dukungan pemerintah Jerman terhadap program pembelian obligasi di pasar sekunder oleh ECB.

Sementara sentimen negatif datang dari bank sentral Jepang yang dispekulasikan enggan untuk memberikan stimulus moneternya. Analis Sinarmas Sekuritas Jeff Tan mengatakan, secara teknikal indeks BEI Selasa bergerak "mixed" di kisaran 4.050-4.150 poin.

Dia menambahkan, antisipasi terhadap data-data ekonomi yang akan dirilis yaitu data produksi industri Inggris, data "factory orders" Jerman, dan data PDB Italia akan memberikan sentimen terhadap pergerakan indeks BEI.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 68,53 poin (0,34%) ke level 20.067,25, indeks Nikkei-225 naik 48,28 poin (0,55%) ke level 8.774,57 dan Straits Times menguat 13,02 poin (0,42%) ke level 3.084,84. (bani)

BERITA TERKAIT

Laju IHSG Sepekan Tumbuh Positif 0,45%

NERACA Jakarta – Seiring mulai meredanya sentimen negatif perang dagang, tren indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin berada di…

Kesadaran Masyarakat dalam Perencanaan Dana Pensiun Masih Rendah

  NERACA   Surabaya - Manulife Indonesia menyebutkan kesadaran masyarakat Indonesia dalam perencanaan dana pensiun masih rendah, karena dari total…

Minim Sentimen Positif Apa Maknanya - Oleh : Fauzi Aziz, Pemerhati Ekonomi dan Industri

Judul ini terinsipirasi oleh hal yang berkembang di pasar. Saat ini kita tahu bahwa pasar uang dan pasar modal tidak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rights Issue Perkuat Struktur Modal FREN

Danai pelunasan utang dan juga belanja modal, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) berencana untuk meningkatkan modal dasar melalui mekanisme penerbitan…

RIMO Catatkan Laba Bersih Rp 83,81 Miliar

NERACA Jakarta - Di semester pertama 2018, PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) mencatatkan laba bersih sebesar Rp83,81 miliar  atau naik 175,14%…

FIF Terbitkan Obligasi Rp 1,3 Triliun

Perkuat modal, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) yang bergerak di bidang pembiayaan, yakni PT Federal International Finance (FIF)…