Australia Tahan Suku Bunga 3,50%

NERACA

Sydney---Bank Sentral Australia tampaknya tak mau mengubah suku bunganya pada level 3,50 % untuk kedua bulan berturut-turut. Bahkan penurunan sebelumnya masih mengalir melalui ekonomi meski prospek global lebih lemah. “Ekonomi dunia telah mendingin setelah meningkat awal tahun dan produk domestik bruto global sekarang diperkirakan tumbuh "tidak melebihi kecepatan rata-rata" tahun ini,” kata Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Glenn Stevens di Sydney

Apalagi Eropa saat ini, kata Glenn, tetap merupakan "kawasan paling signifikan dari kelemahan" dan diperkirakan akan tetap menjadi "sumber potensial guncangan yang merugikan untuk beberapa waktu.

Pertumbuhan di mitra perdagangan penting China telah moderat tetapi perlambatan tampak telah di titik terendah, dengan ekonomi lokal tumbuh sejalan dengan rata-rata jangka panjang, penciptaan lapangan kerja "moderat" dan inflasi rendah.

RBA secara agresif menurunkan suku dalam beberapa bulan terakhir, memangkas 50 basis poin pada Mei dan lainnya 25 poin pada Juni, dan Stevens mengatakan "kebijakan moneter lebih longgar daripada untuk sebagian besar 2011" sebagai akibatnya. "Meskipun terlalu dini untuk melihat dampak dari perubahan itu, harga telah sedikit menguat selama beberapa bulan, dan kredit usaha selama enam bulan terakhir telah mencatat pertumbuhan terkuat selama beberapa tahun," katanya dalam sebuah pernyataan.

Namun demikian, katanya, nilai tukar masih tinggi, meskipun diamati menurun dalam hal perdagangan dan situasi global yang lebih lemah." Penyeimbangan dampak stimulasi dari pemangkasan baru-baru ini dengan kerusakan yang sedang berlangsung dari dolar Australia yang tinggi dan memburuknya prospek global, Stevens mengatakan bank memutuskan untuk mempertahankan kebijakannya untuk kedua bulan berturut-turut."Pada pertemuan hari ini, dewan menilai bahwa karena inflasi diperkirakan konsisten dengan target dan pertumbuhan mendekati tren, tetapi karena prospek internasional lebih lemah dibanding kasus yang terjadi beberapa bulan yang lalu, sikap kebijakan moneter tetap sesuai," ujarnya

Dolar Australia mencapai 1,0602 dolar AS karena keputusan secara luas telah diperkirakan, dari 1,0580 dolar AS sebelumnya, dengan investor melihat sedikit indikasi dari penurunan lebih lanjut dalam jangka pendek. **cahyo

BERITA TERKAIT

BPK Dapat Karangan Bunga Tuntaskan Audit TPK Koja, Global Bond dan Kalibaru

JAKARTA, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Selasa (5/12) mendapat kiriman bunga dengan isi dukungan penuntasan audit investigatif proyek Pelindo II mencakup…

Indonesia – Australia Bangun Jejaring Fintech

      NERACA   Jakarta - Delegasi Indonesia yang terdiri atas regulator keuangan dan perwakilan dari 16 perusahaan bertemu…

Bisnis Dian Swastatika Makin "Menggurita" - Akuisisi Perusahaan Emas Australia

NERACA Jakarta – Geliat bisnis PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebagai perusahaan tambang cukup agresif di penghujung tahun ini.…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK Kedepankan Kepentingan Nasional - Penerapan Basel III

      NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan kerangka Basel III akan diterapkan dengan…

BI Paparkan 4 Tantangan Generasi Muda - Gelar GenBI Leadership Camp 2017

      NERACA   Bogor – Bank Indonesia (BI) mencatat ada empat tantangan utama yang harus disikapi oleh generasi…

Sequis Mencatat Kinerja Keuangan Positif di Kuartal III/2017

  NERACA   Jakarta - Director & Chief Agency Officer PT Asuransi Jiwa Sequis Life Edisjah menjelaskan, Sequis Life kembali…