Danai Refinancing, XL Raih Utang Rp 2,5 Triliun

Operator seluler PT XL Axiata Tbk (EXCL) mengantongi kredit senilai Rp2,5 triliun dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Informasi tersebut disampaikan dalam siaran persnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin.

Disebutkan, perjanjian kredit dilakukan pada 3 Agustus 2012 lalu. Fasilitas kredit tersebut berjangka waktu maksimal 5 tahun dengan batas waktu penarikan maksimal 12 bulan. Kata Direktur Utama XL Hasnul Suhaimi, dana ini untuk membiayai kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) dan pembayaran kembali (refinancing) utang jatuh temp, “Tujuannya untuk 'capex' dan 'refinancing'," tuturnya.

Pada awal tahun, XL sudah mendapatkan pinjaman sekitar Rp3 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk. Februari 2012, XL juga mengantongi dana pinjaman Rp1 triliun dari Bank Mandiri. Bahkan, XL sudah mencairkan sebagian pinjaman atau Rp280 miliar dari plafon Rp1 triliun dari Bank of Tokyo Mitsubishi.

Pada tahun ini, XL mengalokasikan belanja modal sekitar Rp8 triliun, 60% dari belanja modal tersebut untuk meningkatkan infrastruktur 3G sebagai penunjang layanan data yang menjadi fokus korporasi.

Sementara di kuartal II-2012, XL Axiata telah membangun 2.290 menara Base Transceiver Station (BTS) 3G terbaru dan merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah perusahaan. Jumlah pelanggan XL tumbuh 18% menjadi 45,9 juta pelanggan.

Selain itu, hingga akhir tahun ini XL memiliki utang jatuh tempo sebesar Rp900 miliar. Oleh sebab itu, XL membiayainya lewat pinjaman perbankan sekitar 70 persen dan sisanya 30% melalui kas internal perseroan.

Paruh pertama tahun ini, XL sudah melunasi utang jatuh tempo sekitar Rp2,1 triliun, meningkat dari Rp10 triliun pada semester I-2011 menjadi Rp12,7 triliun pada semester I-2012. Saham EXCL awal pekan kemarin naik Rp150 ke Rp6.800 dengan colume 3.110 saham senilai Rp10,7 miliar sebanyak 388 kali transaksi. (bani)

BERITA TERKAIT

Satu Dekade, Kemenperin Raih Opini WTP Berturut - Laporan Keuangan

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk laporan keuangan…

Kemenperin Usul Tambah Anggaran Rp 2,57 Triliun - Dukung Industri 4.0

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian mengusulkan tambahan anggaran pada tahun 2019 kepada DPR RI sebesar Rp2,57 triliun. Anggaran tersebut…

Refinancing, WSKT Rilis Obligasi Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta - Refinancing pinjaman, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) berencana untuk menerbikan obligasi senilai Rp 3,5 triliun pada semester…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Profil Keuangan Dinilai Stabil - Moody’s Naikkan Peringkat XL Axiata

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal pertama 2018 tidak terlalu positif dengan laba bersih terkoreksi 63% dari…

Laba Bersih BULL Melesat Tajam 109,72%

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2018, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 109,72% menjadi…

Indo Straits Incar Pendapatan US$ 20,91 Juta

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Indo Straits Tbk (PTIS) menargetkan total pendapatan sebesar US$ 20,91 juta. Operations Director PT…