Laba Bersih Erajaya Swasembada Tumbuh 216,79%

NERACA

Jakarta - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) pada semester I-2012 mencatatkan kenaikan signifikan dari sisi laba bersih, yaitu sebesar 216,79% menjadi Rp 212,14 miliar di tahun 2012, dibandingkan dengan Rp 66,96 miliar di tahun 2011.

Hal tersebut disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/8). Emiten distributor seluler ini menyebutkan, kenaikan laba tersbut disebabkan oleh penjualan bersih perseroan yang juga meningkat sebesar 214,69% menjadi Rp 6,41 triliun di semester I-2012, dibandingkan dengan jumlah penjualan bersih sebesar Rp 2,04 triliun di tahun 2011.

Kenaikan ini terjadi karena kontribusi penjualan PT. Teletama Artha Mandiri kepada Perseroan, penambahan jumlah outlet, perluasan pangsa pasar retail, dan juga penambahan produk/ brand baru. Penjualan di wilayah Barat (Sumatera dan Jawa) mencatat kenaikan penjualan bersih menjadi Rp 475,92 milyar di semester I-2012, dari Rp 146,16 milyar di 2011.

Di wilayah Tengah (Jabodetabek dan Kalimantan), Perseroan mencatat kenaikan penjualan bersih menjadi Rp 4,57 triliun di tahun 2012 dari Rp954,11 miliar di 2011. Kemudian, penjualan bersih di wilayah Timur (Di luar wilayah Barat dan Tengah) Perseroan juga mencatat kenaikan menjadi Rp 1,36 triliun di tahun 2012, dari Rp 935,45 milyar di tahun 2011.

Peningkatan penjualan di semua wilayah tersebut dikarenakan adanya peningkatan pangsa pasar dan penambahan produk/ brand baru yang dimiliki oleh perseroan. Namun demikian, kenaikan juga terjadi di jumlah beban pokok penjualan yang naik sebesar 222,76% menjadi Rp5,84 triliun di tahun 2012, dibandingkan dengan Rp 1,81 triliun di tahun 2011.

Marjin kenaikan beban pokok penjualan yang lebih tinggi dibandingkan dengan marjin kenaikan penjualan, terutama disebabkan karena adanya kenaikan harga rata-rata pembelian barang yang dijual oleh perseroan. Sementara, ttal harta Perseroan pada tanggal 30 Juni 2012 sebesar Rp 3,32 triliun, mengalami peningkatan sebesar 13,23%, dibandingkan dengan total harta pada tanggal 31 Desember 2011 sebesar Rp 2,93 triliun.

Harta lancar dan tidak lancar meningkat masing-masing sebesar 13,40% dan 12,71%. Kenaikan harta lancar disebabkan oleh adanya kenaikan pada pos – pos kas & setara kas, piutang usaha dan persediaan barang, seiring tentunya dengan kenaikan penjualan. Pada harta tidak lancar, kenaikan, terjadi karena adanya kapitalisasi beban renovasi outlet Erafone, pembayaran uang muka sewa outlet dan pembayaran uang muka transaksi pembelian iBox.

Asal tahu saja, pada semester pertama tahun 2012, Perseroan menambah 4 titik distribusi dalam usahanya membangun kerjasama dengan toko retail pihak ketiga. Sedangkan untuk toko ritel milik yang berada dibawah brand Erafone, Perseroan telah membuka oulet-outlet seperti BB Lifestyle Store Gandaria City, BB Lifestyle Store Sumarecon Mall Serpong 2, Erafone Megastore MTA tanggal 4 Mei 2012 , Erafone Megastore Makassar.

Total keseluruhan pembukaan adalah 2 outlet Megastore (Taman Anggrek dan Makasar) dan 50 outlet (multibrand, branded dan joint business). Selain pembukaan toko, Perseroan juga menutup 5 outlet, yang disebabkan oleh telah berakhirnya masa kontrak sewa, ataupun tidak performnya outlet. Sampai dengan 30 Juni 2012, Perseroan memiliki 90 titik distribusi, 326 outlet Erafone dan menjalin kerjasama dengan sekitar 19.400 toko retail pihak ketiga.

Selain daripada itu, pada semester pertama tahun 2012, Perseroan telah menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi merk iBox (Retailer dari produk - produk Apple), beserta kegiatan operasionalnya, untuk melengkapi format outlet and portfolio produk yang dimiliki. (bani)

BERITA TERKAIT

PTBA Bidik Pendapatan Tumbuh 20% di 2018 - Garap Proyek PLTU Mulut Tambang

NERACA Jakarta – Optimisme membaiknya harga tambang batu bara di tahun depan, menjadi sentimen positif bagi emiten tambang untuk memacu…

Pasar Apartemen Tetap Tumbuh di Tahun Politik

NERACA Jakarta –Meskipun tahun depan dihantui sentimen politik, para pelaku properti menyakini industri properti masih tetap positif. Apalagi, properti masih…

Mandiri Investasi Bakal Rilis Tiga KIK EBA - Targetkan Dana Kelola Tumbuh 20%

NERACA Jakarta – Tahun depan, PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) menargetkan pertumbuhan total dana kelolaan atau asset under management…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pelindo III Cari Modal di Pasar US$ 1 Miliar

Guna mendanai ekspansi bisnisnya lebih agresif lagi, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berencana menggalang dana dari pasar modal pada 2018…

Lagi, LPPF Buka Gerai Baru di Surabaya

Perluas penetrasi pasar, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) membuka gerai baru berkonsep specialty store kedua di Pakuwon Mall Surabaya.…

Jasa Armada Pangkas Jumlah IPO Jadi 20%

Pilih cara aman atau konservatif agar saham IPO terserap di pasar, PT Jasa Armada Indonesia menurunkan jumlah saham yang di…