Kemendag: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil - Hingga Minggu Ketiga Puasa

NERACA

Jakarta - Kementerian Perdagangan kerap melakukan peninjauan harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok di pasar berbagai daerah selama bulan puasa menjelang Lebaran. Berdasarkan pemantauan, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menemukan, bahwa harga beberapa bahan kebutuhan pokok di Pasar Kosambi, Bandung, masih relatif stabil pada minggu ketiga bulan puasa ini.

“Kondisi ini diperkuat dengan tersedianya pasokan yang cukup, terutama untuk komoditas bahan pokok seperti telur ayam, daging ayam, cabe merah dan bawang merah, hingga lebaran nanti,” ungkapnya melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca, Selasa (7/8).

Selama kunjungannya ke Pasar Kosambi, Gita mendapatkan bahwa harga telur ayam ras di pasar tersebut sekitar Rp16.000 per kg. “Harga ini lebih rendah dibanding harga rata-rata telur ayam ras di tingkat nasional yaitu Rp18.800 per kg,” jelasnya.

Menurut dia, hal yang sama juga terjadi untuk gula pasir dan minyak goreng curah dimana harganya masing-masing adalah Rp12.500 per kg dan Rp. 10.600 per kg atau lebih rendah dibanding harga rata-rata nasional.

Selanjutnya, Gita menegaskan akan terus memantau kelancaran distribusi bahan kebutuhan pokok untuk mengantisipasi kenaikan harga menjelang lebaran. “Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait baik di pusat dan daerah, para pelaku usaha, serta asosiasi-asosiasi terkait untuk memastikan pasokan bahan kebutuhan pokok dapat memenuhi kebutuhan masyarakat pada saat lebaran,” ujarnya.

DirekturJenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Gunaryo, menambahkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Dinas Perdagangan di daerah, serta para pelaku usaha, akan terus menggelar Pasar Murah selama bulan puasa di hampir seluruh wilayah Indonesia. Serangkaian kegiatan Pasar Murah ini diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat berpenghasilan rendah.

Berikut data harga bahan pokok di tingkat nasional. Jika harga pada minggu pertama Agustus 2012 dibandingkan pada minggu sebelumnya, maka komoditas yang mengalami penurunan adalah cabe merah keriting 10,40% menjadi Rp24.090 per kg, cabe merah biasa 8,57% menjadi Rp23.229 per kg, bawang merah 4,13% menjadi Rp. 13.716 per kg, daging ayam ras 3,90% menjadi Rp27.146 per kg, telur ayam ras 1,85% menjadi Rp19.116 per kg, gula pasir sebesar 0,46% menjadi Rp12.860 per kg, dan telur ayam kampung 0,06% menjadi Rp37.362 per kg.

Sedangkan yang mengalami kenaikan harga adalah kedelai lokal sebesar 3,47% menjadi Rp9.696 per kg dan kedelai impor 2,54% menjadi Rp9.059 per kg. Untuk beras, minyak goreng curah dan kemasan, daging sapi serta tepung terigu harganya cukup stabil.

BERITA TERKAIT

Harga Mobil CBU Honda Terpapar Pelemahan Kurs Rupiah

PT Honda Prospect Motor (HPM) menyatakan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah yang terjadi belakangan  ini berimbas pada naiknya…

HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar - Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Mahaka Media Klaim Sentimen Positif Pasar - Harga Saham Melesat Tajam

NERACA Jakarta – Keluar masuknya saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) dari suspensi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuat kekhawatiran…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Kemendag Percepat Peralihan Minyak Goreng Curah ke Kemasan

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan mempercepat peralihan minyak goreng curah ke kemasan dengan memfasilitasi produsen atau pengemas minyak berbahan baku…

Niaga Online - Regulator Terus Dorong Usaha Mikro Terapkan Usaha E-Commerce

NERACA Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengajak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) turut membangun dan menggerakkan…

RI-Ceko Incar Peningkatan Investasi dan Ekspor di Sektor Industri

NERACA Jakarta – Indonesia dan Ceko tengah menjajaki peluang kerja sama ekonomi khususnya di sektor industri. Potensi kolaborasi kedua negara…