Pemerintah Targetkan 250 TPA Terapkan SLF di 2013 - Perbaiki Pengelolaan Sampah

NERACA

Jakarta - Program pembangunan atau rehabilitasi TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dengan menggunakan sistem Sanitary Landfill (SLF) merupakan bagian dari pelaksanaan UU No. 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang pada pasal 44 menyatakan bahwa Pemerintah Daerah harus menutup TPA sampah yang menggunakan sistem pembuangan terbuka (open dumping) paling lama lima tahun sejak berlakunya undang-undang ini.

Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dalam Rencana Strategis hingga 2014 menargetkan pada tahun 2014 sebanyak 250 TPA harus sudah menerapkan sistem SLF. “Berdasarkan UU No. 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, maka pada tahun 2013 tidak boleh ada lagi TPA yang menggunakan sistem open dumping, tapi sudah harus SLF atau setidaknya mengarah ke SLF,” tegas Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Budi Yuwono usai penandatanganan perjanjian kerjasama pengelolaan persampahan program Emission Reduction in Cities – Solid Waste Management (ERC-SWM) di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, kemarin.

Budi mengingatkan, bahwa Indonesia juga sudah meratifikasi Protokol Kyoto dan menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 26% pada tahun 2020. “Dimana kita tahu bahwa sektor persampahan menjadi salah satu kontributor gas rumah kaca yang menyumbang sebesar 6%,” jelasnya. Program ERC-SWM ini bertujuan untuk membantu pemerintah daerah membangun prasarana pengelolaan persampahan yang menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu.

Dana Pinjaman

Sedangkan pendanaan program ini berasal dari dana pinjaman KfW Kreditanstalt fuer Wiederaufbau (Jerman) kepada pemerintah pusat yang selanjutnya diteruskan kepada lima Pemerintah Daerah dalam bentuk hibah senilai total US$100 juta. “Program Emmision Reduction in Cities-Solid Waste Management bantuan KfW Jerman ini ditujukan untuk dapat mengurangi dampak gas rumah kaca melalui pembangunan prasarana persampahan yang menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu,” ujar Budi.

Dia menjelaskan, sistem pengelolaan sampah terpadu dilakukan dengan pembangunan atau rehabilitasi TPA yang selanjutnya akan menggunakan sistem SLF dalam rangka penerapan Clean Development Mechanism (CDM). CDM merupakan salah satu mekanisme penurunan gas rumah kaca selain Emissions Trading dan Joint Implementation, CDM merupakan kerjasama antara negara maju dan negara berkembang dengan tujuan membantu negara maju memenuhi target pengurangan jumlah emisi negaranya dan mendukung pembangunan berkelanjutan di negara berkembang.

“Fase pertama dari program ini adalah fast track measures yaitu langkah-langkah percepatan yang akan membantu meningkatkan sistem pengelolaan persampahan di kota/kabupaten dalam jangka pendek, termasuk pembangunan SLF berikut pemilahan dan pengomposan serta melakukan penutupan TPA open dumping eksisting,” ujar Direktur Bina program Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Antonius Budiono.

Fase kedua, lanjut Antonius, adalah kegiatan jangka panjang atau long term measures yaitu kegiatan pengembangan lebih lanjut TPA sanitary land fill atau pengolahan limbah sebelum pembuangan melalui berbagai alternatif seperti penerapan pengolahan mekanis dan biologis, teknologi refuse-derived-fuel untuk mengurangi volume sampah sebelum dibuang ke TPA.

Studi 11 Kota

Program ERC-SWM telah melalui tahapan dengan melakukan feasibility studies di 11 kota/Kabupaten dan berdasarkan hasil studi tersebut terpilih 4 TPA kota/kabupaten dan 1 TPA regional; yaitu kota Jambi, kota Malang, kabupaten Jombang, kabupaten Sidoarjo dan 1 Regional Pekalongan (Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan) yang akan dilanjutkan dengan pembangunan fisik TPA.

“Selain pembangunan fisik TPA, juga akan diberikan bantuan teknis untuk penguatan kelembagaan dan penelitian terhadap pengurangan sampah organik melalui hibah pemerintah Swiss, yang diadministrasikan dalam perjanjian dengan KfW,” ujar Kasubdit Kerjasama Luar Negeri Ditjen Cipta Karya Kementerian PU, Dwityo A. Soeranto.

Direktorat Jenderal Cipta Karya mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten/Kota baik yang sudah menerima bantuan pendanaan maupun yang belum untuk bersama-sama melakukan investasi sistem pengumpulan sampah kota, pelaksanaan pengumpulan sampah dari sumber ke TPS/TPA, investasi alat pengangkutan sampah sampai ke TPA, fasilitasi pengadaan lahan TPA, memperkuat institusi pengelola sampah di Kabupaten/Kota, dan menyediakan dana operasi dan pemeliharaan mulai dari pengangkutan sampah sampai pengelolaan TPA.

BERITA TERKAIT

Kemkominfo Perbaiki Fitur Cek Nomor Registrasi - Mencegah Penyalahgunaan NIK

Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika Ahmad M Ramli memastikan bahwa pihaknya akan memperbaiki fitur cek nomor registrasi sehingga nantinya…

Tindak Lanjut Sampah yang Berserakan

Masalah sampah di daerah Jl.Inspeksi PAM RT 011 RW 07 Cakung Barat, Jakarta Timur, mohon solusinya setiap kali ada pengangkatan…

KPPU : Perbaiki Tiga Hal Jaga Stok Pangan

KPPU : Perbaiki Tiga Hal Jaga Stok Pangan NERACA Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan perlunya perbaikan dalam…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Indonesianisme Summit 2017 - Menjadikan Industri Nasional Pemenang di Negeri Sendiri

NERACA Jakarta - Ketua Umum pengurus pusat IA-ITB Ridwan Djamaluddin mengatakan lemahnya penguasaan teknologi, penguasaan merek dan penguasaan pasar menyebabkan…

e-Smart IKM Berikan Kemudahan Pengembangan Usaha

NERACA Jakarta - Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM), Gati Wibawaningsih mengungkapkan pihaknya terus mendorong peningkatan produktivitas dan daya…

Balitbangtan Kenalkan Tiga Inovasi Bioteknologi Unggulan

  NERACA Jakarta – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian mengenalkan tiga teknologi inovasi bioteknologi unggulan yang siap…