Realisasi Belanja Modal PTPP Capai Rp 53 Miliar

NERACA

Jakarta – PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) mengungkapkan telah menyerap sisa belanja modal tahun ini sekitar Rp53 miliar. Nilai itu baru sekira 13,25% dari total belanja modal yang dialokasikan tahun ini sebesar Rp400 miliar.

Sekretaris Perusahaan PTPP Betty Ariana mengatakan, dana belanja modal yang digunakan perseroan baru untuk proyek pembangunan hotel."Hingga saat ini, belanja modal perseroan sekira Rp53 miliar untuk hotel dari total Rp400 miliar,”katanya di Jakarta kemarin.

Lebih lanjut Betty menjelaskan, sisa dana belanja modal perseroan akan digunakan pada sisa tahun ini. Adapun, dana belanja modal tahun ini dialokasikan untuk pembangunan pembangkit listrik sebesar Rp200 miliar, infrastruktur dan properti masing-masing Rp100 miliar.

Perusahaan konstruksi pelat merah tersebut pada tahun ini menargetkan total kontrak sebesar Rp27 triliun, terdiri atas kontrak bawaan tahun sebelumnya (carry over) senilai Rp10,2 triliun dan sisanya sebesar Rp16,8 triliun merupakan kontrak baru.

Dia menambahkan, dari target kontrak baru tersebut, perseroan baru mendapatkan 20,83% atau setara Rp3,5 triliun. Kendati demikian, Betty mengaku, PT PP optimistis bisa mencapai target kontrak baru hingga penghujung tahun ini."Kami optimistis tercapai karena banyak tender kontrak yang kami ikuti," ujar dia.

Soal kontrak yang diikuti perseroan, dia enggan mengungkapkan. Namun, Betty menyebut, target proyek sepanjang tahun ini mayoritas atau mencapai 80% berasal dari proyek pemerintah dan perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) dan sisanya dari swasta.

Sementara untuk proyek dari pemerintah akan ramai pada semester II tahun ini lantaran dana dari Anggaran Pendapatan Belanja dan Negara (APBN) baru cair pada paruh kedua setiap tahunnya.

Kontrak New Priok

Selain itu, perseroan juga memenangkan lelang konstruksi pembangunan terminal Kalibaru (New Priok). Namun penetapan pemenang baru akan dilakukan pada 10 Agustus 2012 setelah seluruh proses pengadaan selesai termasuk apabila terdapat sanggahan dari pihak yang tidak memenangkan tender.

PT Pelabuhan Indonesia II telah memulai proses pelelangan konstruksi New Priok sejak 2011 sambil menunggu keluarnya ijin pembangunan dan operasional dari Pemerintah. Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses pembangunan dan operasional New Priok, serta sesuai dengan amanat Perpres No.36 tahun 2012, PT Pelabuhan Indonesia II wajib menyelesaikan pembangunan pertama New Priok pada 2014.

Pembangunan priok dilakukan sebagai antisipasi peningkatan trafik barang di Pelabuhan Tanjung Priok yang melonjak tiap tahunnya. Penandatanganan kontrak antara PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) dan PT PP (Persero) akan dilakukan setelah Perjanjian Konsesi ditandatangani antara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dan PT Pelabuhan Indonesia II.

Meski saat ini mengalami keterlambatan pembangunan akibat belum keluarnya surat konsesi tersebuti, Rima menuturkan, pihaknya optimis terminal 1 tahap 1 akan selesai pada 2014. "Namun kami tetap berharap surat konsesi segera dikeluarkan Dirjen Hubla sehingga perusahaan bersama pemenang tender dapat segera memulai proses pembangunan terminal tahap kedua," kata Rima. (bani)

BERITA TERKAIT

Kemenkeu Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2018 Capai 5,2%

  NERACA   Jakarta - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018…

Capai 99%, Kolektabilitas Iuran JKN-KIS Terus Didongkrak

      NERACA   Jakarta - Salah satu fokus utama BPJS Kesehatan pada tahun 2018 adalah menjaga kesinambungan Program…

Obligasi Perdana JBL Direspon Antusias Investor - Tercatat di Pasar Modal

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan obligasi perdana milik PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) di papan perdagangan.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rights Issue Perkuat Struktur Modal FREN

Danai pelunasan utang dan juga belanja modal, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) berencana untuk meningkatkan modal dasar melalui mekanisme penerbitan…

RIMO Catatkan Laba Bersih Rp 83,81 Miliar

NERACA Jakarta - Di semester pertama 2018, PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) mencatatkan laba bersih sebesar Rp83,81 miliar  atau naik 175,14%…

FIF Terbitkan Obligasi Rp 1,3 Triliun

Perkuat modal, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) yang bergerak di bidang pembiayaan, yakni PT Federal International Finance (FIF)…