IHSG Masih Menunjukkan Tren Melemah

NERACA

Jakarta – Aksi ambil untung investor menahan laju penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan kemarin. Pasalnya, indeks BEI hanya naik tipis 5,686 poin (0,13%) ke level 4.105,499. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 0,004% poin (0,01%) ke level 703,752.

Menurut analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono, kenaikan bursa Eropa juga menjadi salah satu pemicu indeks BEI masih berada di area positif, “Bursa Eropa meningkat dikarenakan pernyataan dari anggota partai koalisi kanselir Jerman yang mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menghalang-halangi rencana ECB terkait dengan intervensinya di surat utang,”katanya di Jakarta, Senin (6/8).

Selain itu, kenaikan Wallstreet didorong oleh data tenaga kerja yang lebih baik dari perkiraan sehingga mengurangi kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi AS melambat. Sementara dari dalam negeri, data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi RI pada triwulan II-2012 mencapai 6,4%. Capaian tersebut tumbuh 2,8% dibandingkan pada 3 bulan pertama tahun 2012 ini juga belum mendorong indeks lari kencang.

Meski demikian, kata dia, kenaikan indeks BEI terlihat mulai terbatas menjelang libur panjang Lebaran. Saham unggulan, seperti Astra International (ASII), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI), berada dalam tekanan jual.

Oleh karena itu, dia memproyeksikan IHSG akan bergerak berfluktuasi dengan kecenderungan melemah di kisaran 4.070--4.125 poin pada perdagangan Selasa (7/8) dengan beberapa saham pilihan, yakni Mayora (MYOR), Indofood Sukses Makmur (INDF), PTPP, Surya Semesta Internusa (SSIA), dan Indocement (INTP).

Pada perdagangan kemarin, aksi ambil untung marak terjadi di saham-saham unggulan yang sejak awal sudah bergerak naik. Aksi jual ini dilakukan oleh investor lokal dan asing. Transaksi asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 81,703 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 111.698 kali pada volume 6,202 juta lot saham senilai Rp 3,547 triliun. Sebanyak 128 saham naik, sisanya 128 saham turun, dan 104 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 4.000 ke Rp 237.000, Surya Toto (TOTO) naik Rp 1.000 ke Rp 66.000, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 950 ke Rp 37.100, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 550 ke Rp 21.850.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 200 ke Rp 8.100, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 200 ke Rp 13.000, Asuransi Dayin (ASDM) turun Rp 110 ke Rp 790, dan Indofood CBP (ICBP) turun Rp 100 ke Rp 6.600.

Penutupan perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat terbatas 24,164 poin (0,58%) ke level 4.123,977. Sementara Indeks LQ45 naik 4,708 poin (0,66%) ke level 708,464. Sektor finansial menjadi salah satu yang banyak terkena aksi jual dan saham-saham bank unggulan justru dilepas oleh investor.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 66.499 kali pada volume 3,654 juta lot saham senilai Rp 1,862 triliun. Sebanyak 138 saham naik, sisanya 96 saham turun, dan 91 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 850 ke Rp 37.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 700 ke Rp 51.700, Goodyear (GDYR) naik Rp 500 ke Rp 11.500, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 500 ke Rp 22.850.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain BRI (BBRI) turun Rp 100 ke Rp 6.900, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 100 ke Rp 51.300, Hexindo (HEXA) turun Rp 100 ke Rp 7.250, dan Supreme Cable (SCCO) turun Rp 75 ke Rp 4.825.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 39,81 poin atau 0,97% ke posisi 4.139,62, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 10,13 poin (1,44%) ke level 713,88, “Bursa Asia dibuka menguat sekitar 1,5% didorong oleh penguatan yang cukup signifikan dari bursa Bursa Eropa dan AS, serta komoditas," kata analis Samuel Sekuritas Christine Salim.

Dia mengatakan, menguatnya Bursa Eropa dan AS dipicu oleh data ekonomi AS yang memncatatkan nilai positif. Data "payroll" AS di bulan Juli naik melebihi ekspektasi. Sementara harga komoditas turut menguat dengan harga minyak naik 4,9% ke level 91,4 dolar AS per barel diikuti mayoritas harga baja dunia.

Analis Sinarmas Sekuritas Jeff Tan menambahkan, pada perdagangan saham Senin ini, secara teknikal indeks BEI akan bergerak mixed di kisaran 4.050-4.150 poin. "Penguatan bursa saham dipicu dari data-data ekonomi AS yang dirilis yaitu data Nonfarm Payroll dan data tingkat pengangguran. Data itu akan memberikan indikasi keadaan ekonomi AS saat ini," ungkapnya.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 383,97 poin (0,95%) ke level 19.050,15, indeks Nikkei-225 naik 165,84 poin (1,94%) ke level 8.720,95 dan Straits Times menguat 32,14 poin (0,05%) ke level 3.083,47. (bani)

BERITA TERKAIT

Serangan Ransomware Masih Jad Ancaman Terbesar Pada Dunia Digital

Serangan siber peranti lunak, Ransomware, masih menjadi ancaman terbesar dunia digital yang saat ini tengah diadopsi nyaris di seluruh sektor,…

Lagi, IHSG Catatkan Rekor Baru 6.113 Poin

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (14/12), indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali mencatatkan…

Investasi Sulsel Masih Terpusat di Makassar

NERACA Makassar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) mengungkapkan, investasi saham untuk wilayah Sulawesi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pelindo III Cari Modal di Pasar US$ 1 Miliar

Guna mendanai ekspansi bisnisnya lebih agresif lagi, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berencana menggalang dana dari pasar modal pada 2018…

Lagi, LPPF Buka Gerai Baru di Surabaya

Perluas penetrasi pasar, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) membuka gerai baru berkonsep specialty store kedua di Pakuwon Mall Surabaya.…

Jasa Armada Pangkas Jumlah IPO Jadi 20%

Pilih cara aman atau konservatif agar saham IPO terserap di pasar, PT Jasa Armada Indonesia menurunkan jumlah saham yang di…