Medco Energy Akuisisi 21,25% Block 9 Yaman

NERACA

Jakarta - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melalui anak usahanya, PT Medco Yemen Malik Ltd mengakuisisi 21,25% kepemilikan Block 9 (Malik), Republik Yaman. Hal tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/8).

Disebutkan, emiten pertambangan ini telah menandatangani perjanjian jual beli (SPA) dengan Reliance Exploration & Production DMCC (REPDMCC) untuk membeli 25% hak kepemilikannya di blok tersebut pada 5 Juli 2012 dengan tanggal keekonomian berlaku efektif pada 1 Januari 2012. "MedcoEnergi dan REPDMCC saat ini sedang dalam proses penyelesaian SPA (completion)," ujar Direktur Utama MEDC Lukman Mahfordz.

Setelah selesainya prasyarat dari transaksi ini, termasuk mendapatkan persetujuan dari Kementerian Minyak dan Mineral Yaman, Medco secara efektif akan memiliki 21,25% hak kepemilikan, setelah memperhitungkan pembagian yang dilakukan secara proporsional dari kepemilikan di Yemen Oil and Gas Company (YOGC).

Dengan demikian, struktur kepemimlikan di dalam Block 9 adalah sebagai berikut, Calvelley Petroleum (Cyprus) Ltd sebanyak 42,5% (operator), Medco Yemen Malik Ltd 21,25%, Hood Oil Limited 21,25% dan YOGC 15%.

Taksiran cadangan kotor 2P di Block 9 adalah sekira 58,6 MMBO dan diperkirakan untuk berproduksi sampai dengan sekira 14,5 MBOPD. Penemuan di Block 9 termasuk di antaranya empat buah lapangan minyak.

Terkait kinerja, MEDC meraup laba bersih pada kuartal-I 2012 sebesar US$12,1 juta, naik 22,9% dibandingkan periode 2011 yang sebesar US$ US$9,8 juta. Peningkatan terutama disebabkan antara lain, stabilnya jumlah produksi minyak dan penjualan gas pada kuartal-I 2012 dibandingkan periode yang sama 2011, sebesar 66,1 MBOEPD, naik 3,9%.

Kemudian, tingginya harga rata-rata minyak yang teralisasi pada kuartal-I 2012 yang mencapai US$ 125 per barel dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya US$ 106,6 per barel, dan meningkatnya harga rata-rata gas yang terealisasi menjadi US$ 3,9 per MMBtu pada kuartal-I 2012 dibanding 2011 yang sebesar US$ US$ 3,7 per MMBtu.

Lukman Mahfoedz pernah mengatakan, jumlah penjualan minyak dan gas yang stabil ditambah realisasi volume penjualan High Speed Diesel menyebabkan meningkatnya penjualan dan pendapatan usaha MEDC pada kuartal-I 2012 menjadi US$282,2 juta, dari semula US$255,1 juta pada periode yang sama 2011, dimana terjadi peningkatan sebesar 10,6%. “Oleh sebab itu, MedcoEnergi dapat membukukan laba usaha kuartal-I 2012 sebesar US$56,9 juta, meningkat 7,1% dibandingkan periode yang sama 2011 sebesar US$53,1 juta,” tuturnya.

Lukman menjelaskan, MEDC juga berhasil meningkatkan posisi neracanya dimana kas dan setara kas meningkat sebesar 110,7% menjadi US$ 632 juta pada kuartal-I 2012 dari US$300,3 juta pada periode yang sama 2011. “Peningkatan terutama disebabkan oleh kenaikan arus kas dari aktivitas usaha dan kenaikan arus kas dari aktivitas pendanaan. Dari sisi kewajiban, untuk mengantisipasi pinjaman yang akan jatuh tempo pada tahun ini serta membiayai berbagai proyek, perseroan telah mendapat kepercayaan dari berbagai lembaga keuangan dan pasar, melalui penerbitan obligasi,” jelas dia.

Penerbitan obligasi itu untuk menambah dana pinjamannya sehingga jumlah kewajiban MedcoEnergi pada kuartal-I 2012 meningkat sebesar 17,4% menjadi US$ 1,667 miliar dari semula US$ 1,420 miliar pada periode yang sama 2011. Sementara itu, ekuitas perseroan pada kuartal-I 2012 sedikit meningkat menjadi US$ 857,5 juta dari US$ 824,4 juta pada periode yang sama 2011. (didi)

BERITA TERKAIT

Saham Super Energy Masuk Pengawasan BEI

Lantaran pergerakan harga sahamnya melesat tajam di luar kebiasaan atau disebut unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Super Energy…

IPO PT Super Energy Tbk Oversubscribed 4 Kali

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, saham PT Super Energy Tbk. (SURE) naik tajam 69,03% atau naik Rp…

Medco Tawarkan Kupon Sebesar 5,75% - Terbitkan MTN US$ 67,15 Juta

NERACA Jakarta – Pendanaan lewat pasar modal masih menjadi pilihan bagi beberapa perusahaan sebagai sumber pendanaan dalam menunjang ekspansi bisnisnya.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Waskita Karya Lunasi Obligasi Rp 350 Miliar

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mengalokasikan dana pembayaran pokok obligasi I Waskita Karya Tahap II…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

Dorong Pemerataan Infrastrukur - Lagi, Indonesia Infrastructure Week Digelar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur terus digenjot pemerintah dalam menunjang pertumbuhan ekonomi. Apalagi, infrastruktur dipandang sebagai fondasi yang perlu…