Perbankan Malaysia Tetap Minati Investasi di Indonesia

NERACA

Kuala Lumpur--Indonesia masih menjadi pilihan bagi perbankan Malaysia untuk berinvestasi meski Pemerintah Indonesia telah memberlakukan peraturan baru yang membatasi kepemilikan asing dalam institusi keuangan. "Walaupun baru-baru ini Bank Indonesia memperkenalkan peraturan baru yang membatasi kepemilikan asing dalam institusi keuangan mereka, kami masih berminat terhadap potensi negara tersebut," kata Direktur Pelaksana dan CEO RHB Islamic Bank Bhd, Abd Rani Lebai Jaafar di Malaysia, Senin,5/8

Menurut Jaafar, pasar Indonesia sangat besar dan potensial untuk mengembangkan institusi keuangan. Apalagi peluang bisnis di Indonesia sangat besar. "Banyak cara untuk RHB Islamic pergi ke sana, tidak harus melalui pemilikan sebuah institusi keuangan lokal. Melalui Grup RHB kami mampu melebarkan sayap karena peluang yang besar di sana," katanya.

Dikatakan Jafaar, perbankan Islam di Indonesia juga belum digali sepenuhnya sehingga pihaknya masih memiliki peluang untuk menembus pasar Indonesia. Sebelumnya Grup RHB telah menunjukkan minatnya untuk memasuki pasar Indonesia dengan rencana kepemilikan saham PT Bank Mestika Dharma (Bank Mestika) Indonesia oleh RHB Capital Bhd. (RHB Cap) senilai 1,16 miliar ringgit. Namun rencana tersebut belum final.

Sementara Bank Islam Malaysia Bhd (Bank Islam) juga akan meneruskan rencana memasuki pasar Indonesia. "Merupakan satu kerugian jika Bank Islam tidak ikut menembus pasar Indonesia,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Jafaar, pihaknya memiliki target jangka panjang terkait dengan kepemilikan saham di perbankan Indonesia. “Rencana kami tidak melebihi 40% kepemilikan. Apa yang penting kehadiran Bank Islam di sana dan memberi manfaat bagi bank," kata sebuah sumber di bank tersebut.

Baru-baru ini Bank Indonesia mengumumkan peraturan baru yang membatasi kepemilikan asing menjadi 40 % dari 99 % kepemilikan asing sebelumnya di bank lokal.

Namun BI masih memberi pengecualian kepada institusi keuangan asing untuk memegang lebih dari 40 %kepemilikan, jika memenuhi kriteria tertentu dan mendapat persetujuan BI. Di antara bank Malaysia yang mempunyai kepentingan besar dalam institusi keuangan di Indonesia adalah Malayan Banking Bhd (Maybank) dan CIMB Group.

Sebelumnya, Industri perbankan tanah air melihat ada kelemahan dalam peraturan pembatasan kepemilikan saham bank yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI). Peraturan yang awalnya dinilai akan jadi angin segar membatasi kepemilikan asing ternyata dinilai biasa.

Ketua Perbanas Sigit Pamono menjelaskan, peraturan BI Nomor 14/8/PBI/2012 tanggal 13 Juli 2012 tentang Kepemilikan Saham Bank ternyata masih memberi peluang kepemilikan bank di Indonesia oleh asing hingga 99%. "Kalau itu dari awal isunya menyangkut asing dan tidak asing tapi sakarang tidak sangkut pautnya, sekarang masih bisa memiliki bank sampai 99 %. Tidak berubah peraturannya," ujarnya

Lebih jauh Sigit mengaku peraturan BI yang membatasi kepemilikan saham tidak seseram yang dibayangkan sebelumnya. Menurutnya, meskipun peraturan ini memiliki kelemahan tetapi dapat memberi angin segar lain berupa reward and punishment bagi bank yang memiliki tingkat kesehatan tertentu. "Peraturan ini menjadi insentif untuk bank-bank yang sehat dan disinsentif atau sanksi untuk bank-bank yang tidak sehat karena bank yang tidak sehat akan dipaksa untuk melakukan perbaikan oleh pemilik maupun pengurusnya," sambungnya.

Sigit juga menilai, peraturan baru ini lebih untuk mendorong industri perbakan di Indonesia agar tumbuh dengan kinerja yang baik. "Dengan demikian mendorong industri ini tumbuh dengan baik tapi yang harus kita lihat ketentuan ini tidak ada kaitannya dengan kepemilikan asing," pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Jasa Armada Investasi Kapal Rp 223,85 Miliar - Pacu Pertumbuhan Bisnis Pelayaran

NERACA Jakarta – Geliatnya industri pelayaran seiring dengan boomingnya harga batubara saat ini dan tren meningkatnya kegiatan ekspor dan impor,…

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

ESL Kembangkan E-Sports Lokal di Indonesia - Gandeng Kerjasama Salim Group

NERACA Jakarta –Menggali potensi bisnis e-sport yang terus tumbuh di Indonesia, ESL (Electronic Sports League) sebagai perusahaan e-sports terbesar di…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Mandiri Inhealth Tingkatkan Kualitas Layanan - HUT Ke 10

    NERACA   Bogor - Menyambut Hari jadinya yang ke 10 pada 6 Oktober mendatang PT Asuransi Jiwa Inhealth…

BNI Dukung Perhelatan Asian Para Games 2018

  NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali berpartisipasi sebagai Official Prestige Digital Banking Partner…

Industri Asuransi Jiwa Optimistis Pertumbuhan Unit Link

  NERACA   Denpasar - Perusahaan asuransi jiwa Prudential Indonesia optimistis pertumbuhan produk asuransi jiwa yang menggabungkan investasi atau "unit…