Pembangunan Tahap I Ditargetkan Selesai 2014 - Proyek Pelabuhan New Priok

NERACA

Jakarta - PT Pembangunan Perumahan Tbk (PT PP Persero) memenangkan lelang konstruksi pembangunan Terminal Kalibaru (New Priok) yang digelar oleh PT Pelindo II (Persero). PP menyisihkan peserta lelang yang lain, yaitu PT Wijaya Karya dan PT Waskita Karya. Kendati belum proses lelang belum final, pembangunan tahap I Pelabuhan New Priok ditargetkan selesai 2014.

"Pembangunan New Priok dilakukan sebagai antisipasi peningkatan trafik barang di Pelabuhan Tanjung Priok. Pemenang lelang konstruksi adalah PP," jelas Richard Joost Lino, Direktur Utama PT Pelindo II di Jakarta, Senin (6/8).

Menurut dia, mengenai kepastian penetapan pemenang baru akan dilakukan pada 10 Agustus 2012. Hal itu dilakukan setelah seluruh proses pengadaan selesai, termasuk apabila terdapat sanggahan dari pihak yang tidak memenangkan tender.

Seperti diketahui, PT Pelindo II (IPC) telah memulai proses pelelangan konstruksi New Priok sejak 2011 sambil menunggu keluarnya izin pembangunan dan operasional dari pemerintah. Hal tersebut dimaksudkan untuk mempercepat proses pembangunan dan operasional New Priok, dan sesuai dengan amanat Perpres No. 36 Tahun 2012, yang mendorong penyelesaian pembangunan tahap pertamanya pada 2014.

Lino menambahkan, penandatangan kontrak baru akan dilakukan setelah perjanjian konsesi ditandatangani antara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Dirjen Hubla Kemenhub) dan pihak Pelindo II.

Sampai saat ini, menurut Lino, pihak Pelindo II masih menunggu surat konsesi tersebut diterbitkan oleh Kemenhub. Meskipun demikian, dia tetap optimis terminal 1 tahap 1 akan bisa diselesaikan pada 2014, dan berharap Kemenhub bisa segera mengeluarkan surat konsesi tersebut.

Studi Konsesi

Dihubungi secara terpisah, Kepala Komunikasi Publik Kemenhub, Bambang S.Ervan mengatakan, dalam perhitungan waktu konsesi proyek pelabuhan tersebut, dia mengatakan tetap mengacu pada peraturan pemerintah No.38/2008 tentang pengelolaan barang milik negara atau daerah. Masih diperhitungkannya waktu konsesi, menurut Bambang, tidak menjadi kendala untuk melaksanakan pembangunan.

Menurut dia, permintaan PT Pelindo II untuk jangka waktu konsesi selama 90 tahun sedang diperhitungkan. Pasalnya, dalam peraturan pemerintah tersebut, jangka waktu paling lama untuk konsesi tersebut hanya lima puluh tahun. “Apa yang kami lakukan sesuai dengan peraturan yang ada, tidak ada alasan lain, terlebih apabila dikatakan mengganjal pembangunan pelabuhan tersebut.” jelas Bambang.

Dia memastikan Kementerian Perhubungan menjamin netralitas dan tidak ada tekanan dari pihak manapun dalam proses studi pemberian konsesi proyek terminal Kalibaru di Pelabuhan Tanjung Priok. Untuk penilaian masa konsesi di Terminal Kalibaru ini pun, kata dia, Kemenhub melibatkan seluruh instansi terkait, seperti kementerian keuangan, kementrian ekonomi, dan Bappenas. Akan tetapi, prosesnya memang belum selesai.

Dalam penilaian masa konsesi tersebut, menurut Bambang terkait perhitungan investasi, biaya-biaya produksi, revenue yang diperoleh dari return of investment (ROI). Hal itu dimaksudkan agar tidak merugikan pihak perusahaan itu sendiri.

BERITA TERKAIT

PTBA Bidik Pendapatan Tumbuh 20% di 2018 - Garap Proyek PLTU Mulut Tambang

NERACA Jakarta – Optimisme membaiknya harga tambang batu bara di tahun depan, menjadi sentimen positif bagi emiten tambang untuk memacu…

Stop Retorika HAM, Saatnya Fokus Pembangunan Papua

  Oleh: M. Aji Pangestu, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta Menjelang peringatan Hari Kebesaran Kelompok Organisasi Papua Merdeka…

Pembangunan Zona UKM KEK Mandalika Dipercepat

Pembangunan Zona UKM KEK Mandalika Dipercepat NERACA Lombok - Kementerian Koperasi dan UKM melakukan koordinasi terkait percepatan pembangunan zona UKM…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Industri Kecil dan Menengah - Pemerintah Pacu Daya Saing IKM Lewat Platform Digital E-Smart

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian semakin gencar memacu pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) nasional agar memanfaatkan platform digital e-Smart…

Akuakultur - KKP Realisasikan Asuransi Untuk Pembudidaya Ikan Kecil

NERACA Jakarta- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merealisasikan program Asuransi Perikanan bagi pembudidaya ikan kecil. Program tersebut merupakan kerjasama antara…

Proyeksi Kebutuhan Gula Industri 3,6 Juta Ton di 2018

NERACA Jakarta - Direktur Jenderal Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto memperkirakan konsumsi gula mentah untuk kebutuhan industri mencapai 3,6 juta…