Penelitian SafeHER Membantu Pasien Kanker

NERACA

Dimulainya rekrutmen terhadap pasien kanker payudara, menandai dimulainya penelitian SafeHER di Indonesia. Penelitian SafeHER ini merupakan penelitian secara global dengan target mencapai 2.500 pasien.

Penelitian SafeHER bertujuan untuk mengetahui profil keamanan secara menyeluruh dan tolerabilitas pemberian trastuzumab subkutan pada pasien kanker payudara stadium dini dengan status HER2 human epidermal growth factor receptor 2- HER2 positif.

Dr. Johan Kurnianda, Sp.PD – KHOM mengatakan, “Pemberian terapi tepat sasaran saat ini membutuhkan waktu hingga empat jam. Sebagian pasien gagal mematuhi aturan terapi karena tidak mampu mendatangi rumah sakit atau klinik guna menerima dosis terapinya,” tuturnya.

Ia mengatakan, ketidak mampuan pasien mendatangi rumah sakit bisa akibatkan kondisi fisik yang tidak memungkinkan, keterbatasan dana, dan keterbatasan waktu pendamping pasien.

“Bila SafeHER berhasil mencapai tujuannya, trastuzumab subkutan dapat membantu pasien dalam menghadapi kesulitan tersebut. Dengan demikian, kepatuhan pasien pada terapi terjaga sehingga pasien bisa mencapai tujuan terapi,” tuturnya.

Salah satu pasien pertama dalam peserta penelitian SafeHER yang di selenggarakan di RS Dr. Sardjito mengatakan, sangat senang ketika mengetahui telah memenuhi persyaratan untuk mengikuti penelitian SafeHER.

Pasien tersebut sangat terharu dan menangis ketika mendengar kabar dari dokter untuk bisa mengikuti penelitian SafeHER. “Penelitian ini memberikan saya kesempatan untuk melawan kanker payudara dan memberi harapan untuk bertahan hidup,” tuturnya.

Saya adalah pasien kanker payudara stadium dini dengan status HER2 positif. Dokter menginformasikan bahwa saya akan menerima terapi trastuzumab yang telah menjadi terapi standar bagi pasien kanker payudara HER2 positif.

Namun, tidak diberikan dengan metode infus, terapi trastuzumab diberikan kepada saya dengan metode injeksi. Proses penyuntikan berjalan selama 5 menit dan terasa lebih nyaman. Saya mengucap syukur pada Tuhan YME dan dokter yang memberikan saya kesempatan partisipasi pada penelitian SafeHER.

Komitmen pada pasien kanker ditegaskan oleh President Director PT Roche Indonesia Mike Crichton. “Sebagai perusahaan farmasi terdepan berbasis riset, kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pengendalian kanker dan menempatkan pasien sebagai fokus pada semua kegiatan dan inovasi kami,” ujarnya.

Saat ini Roche Group tengah melakukan lebih dari 130 penelitian dan pengembangan di bidang onkologi, tegas Mike.

Mike melanjutkan, “Di Indonesia, Roche berkomitmen untuk membuka akses pasien kepada solusi kesehatan dan terapi inovatif. Komitmen ini kami lakukan secara nyata melalui rangkaian kegiatan edukasi penyakit kepada masyarakat,”

Membuka akses kepada pasien, kegiatan peningkatan kapabilitas, serta rangkaian kegiatan penelitian termasuk penelitian SafeHER. Roche sangat mengapresiasi dukungan dari lima pusat kanker di Indonesia dan keterlibatan 13 pakar di bidang onkologi.

“Kami berharap penelitian ini bermanfaat bagi pasien dalam mencapai tujuan terapi,” tuturnya Mike.

60 Pasien Di Indonesia

SafeHER adalah studi fase III prospektif, tidak diacak, label terbuka, multisenter, multinasional yang melibatkan 2.500 pasien di dunia dengan kondisi kanker payudara stadium dini dengan status HER2 positif dimana tumor telah diangkat.

Penelitian ini dilakukan di sekitar 300 pusat pelayanan kanker di 40 negara dan diperkirakan akan berlangsung selama lima tahun.

Sedangkan, Head of Medical Management PT Roche Indonesia, Dr. Arya Wibitomo menjelaskan, “Tujuan utama penelitian SafeHER adalah untuk menilai profil keamanan secara menyeluruh dan tingkat toleransi pemberian trastuzumab subkutan pada pasien kanker payudara stadium dini.”

Ia menjelaskan, dengan status HER2 positif menggunakan alat yang dapat diadministrasikan secara mandiri oleh pasien ataupun dengan bantuan tenaga kesehatan menggunakan alat suntik biasa dalam pengawasan dokter. Lebih lanjut, penelitian SafeHER akan menilai tingkat keberhasilan trastuzumab subkutan dan kenyamanan pasien.

BERITA TERKAIT

Alat Kontrasepsi IUD Dapat Kurangi Risiko Kanker Serviks

Perempuan yang mendapat alat kontrasepsi (intra-uterine device/IUD) untuk mengendalikan kelahiran tampaknya memiliki risiko lebih kecil terkena kanker serviks, kanker paling…

BPOM: Hati-Hati Iklan Produk Herbal Sembuhkan Kanker

BPOM: Hati-Hati Iklan Produk Herbal Sembuhkan Kanker NERACA Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati…

Mitsubishi Bersiap Bangun Pusat Penelitian di Indonesia

Mitsubishi Motors Corporation (MMC) terus menunjukkan komitmennya untuk menggali potensi pasar otomotif di Indonesia dengan berencana membangun pusat riset dan…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Calon Ibu Tak Boleh Kurus, Ini Alasannya

Bagi kaum hawa yang telah menikah dan berkeinginan memiliki keturunan, sebaiknya perhatikan berat badannya. Ahli kesehatan mengingatkan para calon ibu…

Kemenkes Lakukan Imunisasi Difteri Serentak di DKI Jakarta

Kementerian Kesehatan akan melakukan imunisasi difteri serentak di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten."Tahap pertama di tiga provinsi karena prioritas…

Cara Praktis Hilangkan Lemak di Perut

Bagi sebagian orang, lemak pada bagian perut sangat sulit untuk dihilangkan. Banyak juga yang menyepelekannya, padahal lemak di bagian perut…