Dorong Pertumbuhan Lewat Perbaikan Struktur Pasar

NERACA

Jakarta---Mendorong pertumbuhan berkualitas tentu harus harus memperbaiki struktur pasar domestik. Alasanya, masyarakat punya porsi besar dalam pertumbuhan tersebut. "Pertumbuhan berkualitas bukan saja diukur pada persoalan kemiskinan dan pengangguran tapi pengukuran itu juga nampak pada posisi sampai seberapa jauh orang merasa market pertumbuhannya meningkat yang juga kemudian masyarakat domestik memiliki porsi paling besar dalam pertumbuhan itu ," kata Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy di Jakarta.

Lebih lanjut Ichsanuddin menambahkan angka-angka statistik memang menunjukkan penurunan kemiskinan dan pengangguran, dan kemudian diragukan orang pasti karena tidak bisa menjawab pada persoalan pertumbuhan ekonomi yang tidak mengatasi harkat dan martabat.

Menurut Ichsanuddin, pertumbuhan positif perekonomian Indonesia adalah pertumbuhan semu yang disebut pertumbuhan tidak berkualitas karena domestik tidak memiliki porsi yang besar atas pertumbuhan itu. "Selama Indonesia tidak memperbaiki struktur pasar domestik negeri maka Indonesia hanya dijadikan sebagai tempat tumbuh bagi negara-negara lain," tegasnya

Buktinya adalah, lanjut Ichsanuddin, ketika Uni Eropa sedang mengalami krisis saja, Uni Eropa tetap punya komitmen membantu Indonesia sebesar 550 juta euro. "Bagaimana mungkin negara yang sedang krisis bisa membantu Indonesia sebesar 550 juta euro. Itu khan tidak logis posisinya, dan juga bagaimana mungkin Amerika sedang mengalami krisis tetap memberikan bantuan kepada Indonesia walaupun perekonomian mereka juga mengalami "sorted" seperti nampak pada posisi kedelai dan gandum," jelasnya

Dengan demikian, kata dia, bantuan-bantuan negara yang krisis terhadap indonesia itu hanya membuktikan bahwa mereka punya kepentingan terselubung.

"Kepentingan tersebut tetap menjadikan Indonesia sebagai tempat tumbuh," tuturnya

Malah Noorsy memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2012 berada di angka 6,2%-6,3%, meski realisasi investasi cukup besar pada kuartal II 2012. "Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II di angka 6,2-6,3 persen merupakan sesuatu yang moderat atau diterima di semua kalangan meski jadi terlampau optimis," tukasnya

Dikatakan Noorsy, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II tahun ini lebih rendah atau sama ketimbang kuartal I tahun ini karena memang indonesia tidak bisa memperbaiki struktur perekonomian pada komoditas strategis, struktur komoditas pangan, struktur energi, infrastruktur, serta stabilitas nilai tukar.

Stabilitas nilai tukar yang melemah selama satu semester, lanjut Ichsanuddin, bergerak di antara Rp9.400 per dolar AS hingga sejumlah perusahaan mengalami banyak kerugian selisih kurs sehingga utang luar negeri Indnesia banyak dalam bentuk dolar AS maka banyak rupiah yang ditransfer keluar.

Ichsanuddin menilai perlambatan kinerja perdagangan lamban laun memukul ekonomi Indonesia serta pemerintah menghadapi masalah kesenjangan antara ekspor-impor. "ketika eskpor Amerika, Eropa, dan China menurun dampaknya menjadi pendapatan indonesia bisa berkurang dan juga terkena nilai tukarnya melemah akibatnya ekspor kita mengalami perlambatan dan impor meningkat itulah yang disebut "gap" neraca perdagangan," ujar Ichsanuddin.

Kondisi ini diperparah dengan berlakunya kebijakan bea keluar (BK) ekspor tambang yang berpotensi menurunkan volume ekspor komoditas, kata Ichsanuddin. **cahyo

BERITA TERKAIT

Regulator Terus Dorong Usaha Mikro Terapkan Usaha E-Commerce - Niaga Online

NERACA Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengajak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) turut membangun dan menggerakkan…

Mahaka Media Klaim Sentimen Positif Pasar - Harga Saham Melesat Tajam

NERACA Jakarta – Keluar masuknya saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) dari suspensi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuat kekhawatiran…

Jamkrindo Syariah Kuasai Pasar Penjaminan Syariah

      NERACA   Jakarta – PT Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Syariah mencatatkan kinerja yang cukup mentereng.…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Kampanye Negatif Masih Jadi Tantangan Energi Terbarukan

  NERACA   Tangerang - Kampanye negatif berkait isu lingkungan masih menjadi tantangan utama pengembangan pembangkit listrik berbasis energi baru…

WTP Pemda Punya Korelasi Kinerja Pembangunan

  NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan laporan keuangan pemerintah daerah dengan opini wajar tanpa pengecualian (WTP)…

Taiwan Pamerkan Produk Unggulannya di Indonesia - Taiwan Excellence Day

      NERACA   Jakarta – Taiwan External and Trade Development Council (Taitra) menyelenggarakan Taiwan Excellence Day atau pameran…