Global Teleshop Catatkan Laba Rp 56,2 Miliar

Emiten distributor hanphone, PT Global Teleshop Tbk (GLOB) mencatatkan kenaikan laba pada semester satu tahun ini menjadi Rp 56,2 miliar dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 29,7 miliar.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin. Disebutkan, pendapatan bersih juga mengalami kenaikan signifikan yaitu naik 135,19% menjadi Rp 1,39 triliun pada semester I-2012 dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 591,5 miliar..

Kemudian laba per saham emiten yang baru saja melantai bulan Juli lalu ini juga tercatat meningkat menjadi Rp 65.696 per saham dibanding dengan sebelumnya yang sebesar Rp 34.795 per saham.

Selanjutnya, jika melihat dari sisi aset, tercatat juga meningkat menjadi Rp 990 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 893,44 miliar. Posisi saldo perseroan hingga 30 Juni tercatat sebesar Rp 100 miliar, atau stagnan dibanding dengan periode 31 Desember 2011 yang juga sebesar Rp 100 miliar.

Sekedar informasi, GLOB menargetkan laba bersih mencapai Rp 120 miliar di tahun 2012 ini. Perseroan optimistis bisa mengerek laba bersih sebesar 55% dari Rp 77,5 miliar di tahun sebelumnya.

Presiden Direktur GLOB Evy Soenarjo mengatakan, pihaknya membidik pendapatan Rp 3,1 triliun tahun ini. Namun, dia enggan merinci berapa pendapatan perusahaan pada semester pertama lalu. “Mungkin minggu depan bisa diumumkan,” katanya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, bisnis perseroan bidang handphone ini memiliki prospek usaha yang bagus dan akan terus meningkat. Hal ini dilatarbelakangi dari tingkat pertumbuhan penjualan telephone seluler yang terus meningkat, khususnya smartphone dan tablet.

Maka untuk mencapai target tersebut, Global Teleshop sudah mempersiapkan sejumlah strategi. Salah satunya, dengan melebarkan sayap berupa penambahan jumlah gerai, jumlah pengecer/agen penjual, diversifikasi produk, dan value added services lainnya.

Kemudian untuk penambahan gerai, perseroan menargetkan bisa membuka 60-100 toko baru tahun ini dengan dengan nilai investasi Rp 40 miliar-Rp 50 miliar yang diambil dari belanja modal atau capital expenditure tahun ini. “Penambahan toko baru tersebut diperkirakan bisa menaikkan penjualan, baik untuk telepon selular ataupun SIM starter pack dan voucher,” jelasnya.

Menurut Evy, biaya investasi setiap gerai yang akan dibuka tergantung dari lokasi dan ukuran tempat yang disewa. Kesiapan pembukaan gerai baru juga tergantung dari pembangunan mall, tempat gerai tersebut berada. “kami akan membuka gerai baru di seluruh pulau di Indonesia, kecuali Sulawesi dan Irian karena terbatasnya keberadaan mall di daerah tersebut,” tuturnya. (didi)

BERITA TERKAIT

LABA BERSIH BANK BJB TUMBUH

Komisaris Utama Bank BJB Klemi Subiyantoro (ketiga kiri) berbincang dengan Direktur Utama Ahmad Irfan (kedua kiri), Direktur Komersial merangkap Direktur…

Pembangunan GOR Kota Sukabumi Butuh Suntikan Anggaran Rp5 Miliar Lagi

Pembangunan GOR Kota Sukabumi Butuh Suntikan Anggaran Rp5 Miliar Lagi NERACA Sukabumi - Pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Kota Sukabumi ternyata…

Batas Dana Kampanye Kuningan Rp 26,4 Miliar

Batas Dana Kampanye Kuningan Rp 26,4 Miliar NERACA Kuningan – Dalam menyelaraskan aksi kampanye para pasangan calon yang akan bertarung…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Presdir Hero Supermarket Mengundurkan Diri

Presiden Direktur Stephane Deutsch PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mengundurkan diri. Pengumuman pengunduran diri tersebut disampaikan HERO dalam siaran persnya…

Tunas Baru Lampung Rilis Obligasi Rp 1 Triliun

Lunasi utang, PT Tunas Baru Lampung (TBLA) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I Tunas Baru Lampung tahap I tahun 2018 dengan…

Jakarta Garden City Raih PMSEA 2018

NERACA Jakarta -- Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City (JGC) seluas 370 hektar, yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses,…