Minimalisir Peran Konsultan Asing di OJK - Dikhawatirkan Punya Agenda Lain

NERACA

Jakarta—Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan membuat perbankan syariah lebih maju karenanya dibutuhkan dukungan pemerintah. Karena OJK harus “membuang” para konsultan asing yang memiliki agenda sendiri. “Sebagai bentuk kontribusi adanya wakil masayarakat ekonomi syariah di OJK, hilangkan itu konsultan-konsultan bule di OJK yang seringkali dibayar mahal untuk memberikan masukan-masukan demi kepentingan mereka sendiri," kata Direktur Utama Bank Muamalat A Riawan Amin di Jakarta

Lebih lanjut Riawan menambahkan, OJK juga diharapkan dapat memiliki ruh syariah yang tidak hanya terdapat pada satu unit kecil atau tim kerja khusus syariah saja melainkan kepada seluruh kinerja OJK. "Ruh syariah itu diperlukan dan penting agar nantinya organisasi punya gigi terhadap kebijakan keuangan syariah," tuturnya

Sementara itu, Ketua OJK Muliaman D Hadad berjanji akan melakukan sosialisasi syariah secara intensif sehingga direncanakan diberikan sorotan-sorotan syariah untuk tiap-tiap industri. "Sosialisasi syariah, OJK perlu dilakukan secara intensif yang nantinya direncanakan pada masing-masing industrinya akan ada sorotan syariahnya," ujarnya

Muliaman mengatakan, direncanakan pada masing-masing industrinya nanti akan ada komite yang mengintegrasikan untuk menunjang sinergi syariah tersebut. Serta juga ada komite yang akan menggabungkan itu semua. "Nanti akan bertemu dengan Dewan Syariah Nasional (DSN) juga untuk mendengarkan pandangan-pandangan DSN tentang syariah yang nantinya menjadi konsen personal masing-masing bidang," ucapnya

Menurut Muliaman, OJK bisa bersinergi ke industri syariah, serta mengawasi seluruh cakupan syariah. "OJK harusnya bisa memberikan sinergi di syariah, dengan industri keuangan syariah menjadi diawasi satu lembaga saja," paparnya

Dikatakan Muliaman, OJK nanti tidak hanya mengurus bank tetapi bagaimana bank syariah bisa membuat sinergi dengan asuransi syariah. Saham syariah dan industri keuangan syariah lainnya. "OJK juga melihat dari sarana pendukung dimana bisa melihat lebih padu pengawasannya dan tentu saja dilihat dari kacamata yang luas," jelasnya

Disebutkan dia, industri syariah di Indonesia masih kecil. Meskipun begitu, Muliaman memikirkan kontribusi syariah yang besar nantinya untuk industri keuangan. "Selain itu, dengan adanya OJK, bila kita melakukan sosialisasi bukan perbankan syariah saja, bisa juga saham syariah, asuransi syariah, dan instrumen syariah lainnya," tukasnya

Sedangkan Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengakui pertumbuhan perbankan syariah memang tidak sehebat pertumbuhan konvensional. Bahkan pertumbuhan perbankan syariah yang hanya sekira tiga sampai empat persen per tahun memang akan sulit tumbuh diantara bank konvesional. "Mereka lebih memilih konvesional karena insentif dan gaji syariah kurang kompetitif dibanding konvensional di sinilah peran OJK diperlukan untuk mendorong agar bank syariah dapat tumbuh secara luar biasa," ungkapnya

Zulkifli menegaskan perlunya keberpihakan kepada perbankan syariah dan OJK agar ke depan dapat memiliki strategi mendorong syariah lebih baik. "Harus ada insentif untuk membuat empat persen ini tumbuh agresif caranya dengan membuat pajak syariah yang tentunya berbeda dari konvesional," tambahnya.

Selain itu, Zulkifli juga menyebut bahwa industri perbankan Indonesia masih membutuhkan banyak tenaga kerja. "Membuat perbankan syariah besar setidaknya dibutuhkan 40 sampai 50 ribu tenaga kerja dalam kurun waktu empat sampai lima tahun ke depan,” pungkasnya. **cahyo/ria

BERITA TERKAIT

HIPMI Inginkan Jakarta Lebih Baik - Punya Gubernur Baru

    NERACA   Jakarta - Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (BPD Hipmi Jaya) mengharapkan Gubernur…

BEI Gelar Roadshow Pasar Modal Ke Tiongkok - Bidik Lebih Banyak Investor Asing

NERACA Jakarta  - Meskipun penetrasi pasar modal di dalam negeri masih rendah, hal tersebut tidak membuat PT Bursa Efek Indonesia…

Indonesia Punya Terobosan Baru Untuk Obati Kanker Paru

Pengobatan kanker paru di Indonesia saat ini tak lagi hanya mengandalkan bedah, kemoterapi dan radioterapi. Kini, ada terobosan baru yang…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Diyakini Tahan Suku Bunga Acuan

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) diyakini akan menahan kebijakan bunga acuan "7-Day Reverse Repo Rate" di…

OCBC NISP Yakin Pertumbuhan Kredit Dua Digit

  NERACA   Jakarta - PT OCBC NISP Tbk meyakini penyaluran kredit akan membaik pada triwulan IV/2017 sehingga mampu mencapai…

Utang Luar Negeri Naik 4,7%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) naik 4,7 persen (year on year)…