Kuasai Pasar, Semen Gresik Akuisisi Dua Pabrik Semen Tahun ini

NERACA

Jakarta – Ambisi PT Semen Gresik Tbk (SMGR) menjadi market leader dan menguasai pasar industri semen terus dilakukan berbagai upaya, salah satunya rencana perserpan mengakuisisi terhadap dua perusahaan semen tingkat regional akhir tahun ini.

Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto mengatakan, akuisisi dua perusahaan semen akan dilakukan tahun ini. Rencana ini dilakukan untuk mencapai visi menjadi produsen global di kawasan regional, “Saat ini perusahaan masih melakukan uji tuntas terkait rencana akuisisi tersebut dan hasilnya nanti di November. Saat ini masih dalam tahap finalisasi, tapi intinya, nilai akuisisi dua perusahaan itu di bawah Rp1 triliun," katanya di Jakarta, akhir pekan kemarin

Meski masih dalam tahap finalisasi, pihaknya mengaku telah menyiapkan dana sebesar Rp1 triliun untuk rencana akuisisi tersebut yang diambil dari kas internal perseroan. Saat ini, perseroan masih memiliki dana tunai (free cash) sebesar Rp4 triliun dengan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) masih sebesar 0,3 kali. Artinya, perseroan masih memiliki peluang mencari dana eksternal dan akan membatasi debt to EBITDA sekitar 2 kali.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan pernah bilang, BUMN semen seperti PT Semen Gresik Tbk (SMGR), Semen Padang, Semen Tonasa dan Semen Rembang akan melebur menjadi PT Semen Indonesia pada akhir tahun ini.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing industri semen dalam negeri dan luar negeri. Kata Dahlan, PT Semen Indonesia sudah mengalahkan produsen semen dari Thailand, Siam Semen serta semua pabrik semen di 10 negara lainnya.

Menurutnya, semen Indonesia memiliki kemampuan dan kapasitas yang besar. Nanti yang menjadi CEO di Semen Indonesia, pemerintah akan menunjuk Dwi Soetjipto dan bentuk holding Semen Gresik.

Dia menuturkan Semen Indonesia berencana membangun empat pabrik semen baru di Rembang. Pabrik ini nantinya berkapasitas 2-3 juta ton. Saat ini, Semen Gresik tengah membangun tiga pabrik semen baru di Padang, Sumatera Barat dan memperluas pabrik semen di Tubah dengan kapasitas tiga juta ton per tahun. (bani)

BERITA TERKAIT

Banten Kaji Dua Lokasi Pembangunan Pasar Induk

Banten Kaji Dua Lokasi Pembangunan Pasar Induk NERACA Serang - Pemerintah Provinsi Banten sedang mengkaji salah satu dari dua lokasi…

Revitalisasi Citarum Butuh 7 Tahun

    NERACA   Bandung - Presiden Joko Widodo memperkirakan revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dapat diselesaikan dalam waktu…

Fajar Surya Raup Penjualan Rp 7,33 Triliun - Ditopang Pasar Ekspor

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2017 kemarin, emiten produsen kertas PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan kenaikan penjualan sebesar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Dana Segar US$ 150 Juta - Wika Realty Kebut Proyek TOD Jakarta River City

NERACA Jakarta – Pengembang PT Jakarta River City – anak usaha dari PT Wika Realty memastikan pembangunan proyek mixed use…

TBIG Berikan Layanan Kesehatan di Jateng

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Tower Bersama InfrastructureTbk (TBIG) memberikan bantuan pangan dan…

BEI Perpanjang Suspensi GREN dan TRUB

Lantaran belum melakukan pembayaran denda, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperpanjang penghentian sementara perdagangan efek PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)…