CMNP Tunda Terbitkan Obligasi Rp 1,2 Triliun - Dampak Pasar Berfluktuatif

NERACA

Jakarta – Lantaran kondisi pasar yang berfluktuatif, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) kembali menunda penerbitan obligasi senilai Rp 1,2 triliun, menjadi awal 2013. "Target obligasi tidak tahun ini dan rencananya baru tahun depan," kata Direktur Keuangan CMNP, Indrawan Sumantri di Jakarta, Kemarin.

Menurutnya, manajemen tidak memaksakan penerbitan obligasi tahun ini karena khawatir minimnya minat dari investor. Nantinya, setelah mendapat restu dari pemegang saham, perseroan leluasa dalam penerbitan obligasi. Namun waktu kian singkat, hingga jika dipaksakan emisi bond akan dieksekusi Desember 2012.

Dia menambahkan, aktivitas investor pada periode November dan Desember setiap tahunnya relatif menurun. "Kalau dengan memakai buku laporan keuangan Juni, izin efektif dari Bapepam-LK didapat akhir November atau minggu pertama Desember,"ujarnya.

Nantinya hasil penerbitan surat utang senilai Rp 1,2 triliun tetap digunakan sebagai biaya pengembangan usaha, khususnya mengakuisisi satu sampai dua ruas tol baru. Selain biaya akuisisi, CMNP juga mengalokasikan dana hasil obligasi untuk belanja modal dan membiayai proyek pembangunan jalan tol Depok-Antasari dan Jakarta Tollroad Development (JTD).

Manajemen sebelumnya membagi emisi obligasi menjadi dua, konvensional Rp 700 miliar dan sukuk Rp 500 miliar. Indrawan memastikan kondisi keuangan perseroan kini tetep kuat, dengan kas perusahaan yang siap digunakan mencapai Rp 909 miliar. "Kas kita dalam keadaan baik dan meningkat dibandingkan posisi akhir tahun 2011 Rp 726 miliar," tegasnya.

Garap Proyek Tol Baru

Selain itu, keterlibatan CMNP dalam konsorsium pembangunan jalan tol di enam ruas akan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja perseroan. Kata Indrawan, rencana pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota akan berkontribusi positif bagi perseroan. Pasalnya, perseroan berpeluang besar menjadi enam operator jalan tol tersebut karena perseroan menjadi satu-satunya pemegang saham dalam Jakarta Tollroad Development (JTD) dan sisanya dimiliki oleh Pemkot DKI Jakarta dan beberapa BUMN Karya, “Kita bisa mendapatkan keuntungan dari JTD karena kita satu-satunya pemegang saham yang merupakan operator jalan tol," katanya.

Dia menambahkan, saham CMNP di JTD yang hanya 8%, besar kemungkinan akan bertambah saat pemegang saham lain dari BUMN Karya melepas kepemilikan mereka. Pasalnya, saat enam ruas tol baru dalam kota Jakarta rampung BUMN karya tidak memiliki kepentingan atas bisnis jalan bebas hambatan ini. Potensi penambahan saham, lanjut Indrawan, bisa mencapai 21%.

Seperti diketahui Pemkot DKI Jakarta tengah menggarap enam ruas jalan tol di ibukota. Tol ini memiliki panjang 67,74 km. Pembangunan dibagi dalam empat tahap. Pertama, ruas Semanan-Sunter sepanjang 17,88 km dan Sunter-Bekasi Raya sepanjang 11 km, ruas tol Duri Pulo-Kampung Melayu 11,38 km, dan Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,65 km.

Masih terdapat pula ruas tol koridor Ulujami-Tanah Abang sepanjang 8,27 km, ruas Pasar Minggu-Casablanca 9,56 km. Ruas tol ini mulai terlaksana 2013. Kemudian, dirinya juga menegaskan, rencana proyek ikut dalam konsorisum pemda DKI Jakarta tidak akan mempengaruhi pengerjaan proyek jalan tol Depok-Antasari dan akuisisi dua ruas tol dalam kota. Pada semester I/2012, perseroan membukukan pendapatan Rp443,22 miliar, naik 14,88% dibandingkan periode sama 2011.

Sedangkan perolehan laba bersih Rp212,19 miliar atau naik 29,38% dari periode sama 2011. Pada tahun ini perseroan menargetkan memperoleh pendapatan Rp880 miliar dan laba bersih Rp345 miliar.

Hingga saat ini, CMNP memiliki konsesi sebagai operator tiga jalan tol di Jakarta dan Surabaya yaitu Depok-Antasari (22 km), ruas Ir. Wiyoto MSc (34 km) dan tol simpang susun Waru-Bandara Juanda (13 km). Anak usaha CMNP yang bertindak sebagai operator ruas Depok-Antasari adalah PT Citra Whaspputowa. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Gelar Roadshow Pasar Modal Ke Tiongkok - Bidik Lebih Banyak Investor Asing

NERACA Jakarta  - Meskipun penetrasi pasar modal di dalam negeri masih rendah, hal tersebut tidak membuat PT Bursa Efek Indonesia…

Minat Investasi di Pasar Modal Meningkat - Investor di Kalsel Tumbuh

NERACA Banjarmasin – Besarnya tekad PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk terus mengkampanyekan Yuk Nabung Saham dengan menggandeng beberapa perusahaan…

Keppel Land Garap Proyek Properti Rp 1 Triliun - Gandeng Metropolitan Land

NERACA Jakarta - Keyakinan pasar properti di Indonesia masih tetap positif, Keppel Land Limited (Keppel Land) kembali menggarap pasar Indonesia…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…