Penyaluran Kredit Bank ANZ Capai Rp 24 Triliun - Sampai Akhir Juni 2012,

NERACA

Jakarta – PT Bank ANZ Indonesia menghasilkan outstanding kredit Rp 24 triliun per akhir Juni 2012. “Outstanding kredit kita per Juni 2012 adalah Rp 24 triliun, ini tumbuh 30% dari periode yang sama tahun lalu. Untuk ke depan kita masih akan menjaga pertumbuhannya di kisaran 20% – 30%,” kata Martin Mulwanto, Direktur Market PT Bank ANZ Indonesia, di Jakarta

Secara komposisi, kredit Bank ANZ terbagi atas 60% kredit korporasi dan 40% kredit retail atau konsumer. Memang dalam pembiayaan atau kredit korporasi, Bank ANZ Indonesia sudah memegang perusahaan-perusahaan BUMN dan swasta, terutama yang bergerak di sektor sumber daya alam, infrastruktur, dan pertanian, sebagai kliennya. “Perusahaan lokal seperti konglomerasi juga sudah banyak kita masuki, yakni perusahaan yang bergerak pada sektor sumber daya alam, infrastruktur, dan pertanian. Kita merasa kompeten di tiga sektor ini. Kemudian juga perusahaan BUMN, seperti Pelindo, Pertamina, PLN, PGN, dan BP Migas,” papar Martin.

Martin juga menambahkan bahwa khusus di sektor infrastruktur, Bank ANZ Indonesia sudah menggelontorkan dana untuk pengembangan perkeretaapian, telekomunikasi, dan jalan umum. Juga baru-baru ini untuk pelabuhan dengan kerjasama mereka dengan PT Pelindo III.

Sedangkan di sektor sumber daya alam, mereka memberikan kredit terbanyak kepada perusahaan tambang batu bara, serta minyak dan gas. Perusahaan-perusahaan yang menjadi klien Bank ANZ Indonesia di sektor ini, antara lain adalah Pertamina, Bayan Resources, Petrosea, dan Harum Energy.

Dari segi mata uang, memang Bank ANZ Indonesia lebih banyak memberikan pinjaman dalam US Dollar. Porsinya yaitu 70% - 75% adalah US Dollar, atau dalam arti mata uang asing, dan 20% - 30% adalah Rupiah. “Ke depannya kita ingin mengembangkan likuiditas Rupiah, dengan begitu porsi (Rupiah)nya bisa meningkat menjadi 40% - 50%,” tutur Martin. **ria

BERITA TERKAIT

Bank Banten Luncurkan 'Kredit Usaha Bangun Banten'

Bank Banten Luncurkan 'Kredit Usaha Bangun Banten' NERACA Serang - Bank Pembangunan Daerah Banten (Bank Banten) selaku Bank milik pemerintah…

Total Emisi Obligasi Capai Rp 110,74 Triliun

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi obligasi dan sukuk sepanjang 2017 mencapai Rp110,74 triliun. Angka…

Permintaan Kredit di 13 Sektor Meningkat

  NERACA   Jakarta - Bank Indonesia melalui surveinya mencatat permintaan kredit pada 13 sektor ekonomi meningkat sepanjang triwulan III…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Diyakini Tahan Suku Bunga Acuan

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) diyakini akan menahan kebijakan bunga acuan "7-Day Reverse Repo Rate" di…

OCBC NISP Yakin Pertumbuhan Kredit Dua Digit

  NERACA   Jakarta - PT OCBC NISP Tbk meyakini penyaluran kredit akan membaik pada triwulan IV/2017 sehingga mampu mencapai…

Utang Luar Negeri Naik 4,7%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) naik 4,7 persen (year on year)…