Konservasi Laut Ditargetkan Capai 20 Juta Hektar - Sokong Industrialisasi Perikanan

NERACA

Jakarta - Pemerintah telah menetapkan target pencapaian kawasan konservasi perairan sebesar 20 juta hektar pada 2020. Sampai dengan pertengahan 2012, Indonesia telah berhasil menetapkan kawasan konservasi laut seluas 15,5 juta ha atau sebesar 77,5%.

"Pencapaian wilayah seluas 20 juta ha tersebut setidaknya membutuhkan sekitar 7.500 orang tenaga pengelola dan para pemangku kepentingan terkait,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gellwynn Jusuf, seperti dikutip dari siaran persnya, Minggu.

Atas dasar itulah, dibutuhkan sebuah upaya-upaya pelatihan yang terpadu, perancangan kurikulum pelatihan berbasis kompetensi dan dukungan para ahli dalam menggapai pencapaian target wilayah. Diaa memaparkan bahwa, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia didaulat menjadi pusat Segitiga Karang Dunia (Coral Triangle).

Menurut dia, sudah sepatutnya, Indonesia memiliki kepentingan yang tinggi untuk memastikan kelestarian sumber daya laut yang berkontribusi sebagai sumber penghidupan bagi lebih dari 100 juta jiwa penduduk yang tinggal di wilayah pesisir. “Pengelolaan kawasan yang efektif dan berdaya guna secara lestari dapat terwujud dengan tersedianya para pengelola wilayah yang handal serta memiliki kompetensi di bidangnya,” sambungnya.

Karena itu, KKP akan mendirikan Pusat Keunggulan (Center of Excellence) di bidang konservasi sumberdaya laut tropis sebagai langkah nyata atas upaya pemerintah dalam melaksanakan Rencana Aksi Regional dan Nasional yang merupakan komitmen dari Inisiatif Segitiga Karang (Coral Triangle Initiative). Hal tersebut ditandai dengan ditandatanginya Kesepakatan Bersama antara Sekretaris Jenderal KKP dengan Direktur Eksekutif Coral Triangle Center (CTC), Safira Warili Hawari Djohani, pekan lalu.

Lebih lanjut Gellwynn menjelaskan, pendirian Pusat Keunggulan tersebut dapat mempermudah dalam mengakses karya unggulan keilmuan agar dapat dimanfaatkan oleh tenaga pengelola KKP, para pemangku kepentingan, pengambil kebijakan dan keputusan. Pemerintah sejatinya terus berupaya untuk mengembangkan jejaring pembelajaran bagi pengelola dan praktisi kelautan. Untuk itulah, KKP mengambil langkah inisiatif dengan menggandeng sektor swasta dalam mendukung upaya pelestarian sumberdaya laut serta pengembangan pusat keunggulan tingkat regional.

Coral Triangle

Kawasan Segitiga Karang (Coral Triangle) merupakan wilayah perairan tropis yang mencakup seluas 5,7 kilometer persegi yang terbentang luas dari Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon hingga Timor Leste. Kawasan ini merupakan rumah bagi separuh dari seluruh spesies karang, ada sekitar 76% dari total jenis karang yang diketahui dan 37% dari jenis karang pembentuk terumbu yang dikenali.Kawasan Segitiga Karang merupakan pusat keragaman hayati laut dunia.

Selain itu, lokasinya yang berada di wilayah dengan pertumbuhan penduduk, pengembangan ekonomi dan perdagangan internasional yang cepat, sumberdaya di kawasan Segitiga Karang mengalami ancaman yang serius dari berbagai kegiatan manusia. “Hal ini merupakan prioritas tertinggi yang harus ditangani oleh pemerintah dari keenam negara yang terlibat dalam Inisiatif Segitiga Karang, organisasi-organisasi lingkungan dan organisasi penyumbang dana,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Coral Triangle Center, Safira Warili Hawari Djohani, menambahkan, CTC tengah mengembangkan dirinya menjadi sebuah Pusat Pelatihan Regional yang unik dan menjadi Pusat Keunggulan (Center of Excellence) di bidang konservasi sumberdaya laut tropis sebagai bentuk dukungan bagi Pemerintah Indonesia.

Di samping itu, lanjut Rili, pendirian pusat pelatihan tersebut dapat menjadi contoh pembelajaran baik tingkat nasional maupun regional dalam menunjang pengembangan pengelolaan kawasan konservasi perairan. “Center of Excellence yang sedang kami bangun akan menghubungkan lokasi pembelajaran di lapangan dan jejaring pembelajaran, serta bekerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat di tingkat nasional dan internasional serta pihak universitas,” Imbuhnya.

Hal tersebut, tak terlepas dari upaya peningkatan kapasitas sejak dini bagi para pengelola kawasan konservasi perairan, praktisi, maupun masyarakat pendukung di untuk memastikan keterlibatan penuh dan pencapaian cita-cita pengelolaan wilayah yang bermanfaat jangka panjang.

Sebagai informasi, saat ini CTC tengah menjalankan pengembangan berbagai program pelatihan dari 12 modul pelatihan di tingkat nasional maupun regional. Program pelatihan tersebut terkait penetapan dan pengembangan kawasan konservasi perairan (KKP). Adapun upaya dalam mendukung hal tersebut pemerintah bersama CTC berencana akan mendirikan sekolah pengelolaan konservasi sumber daya laut yang ditujukan untuk membangun serta mengembangkan lokasi-lokasi pembelajaran di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali dan Banda Neira, Kabupaten Banda, Provinsi Maluku Tenggara.

Selain itu saat ini, CTC tengah giat dalam menjalankan pengembangan berbagai program pelatihan dari 12 modul pelatihan di tingkat nasional dan regional terkait penetapan dan pengembangan kawasan konservasi perairan (KKP). Sedangkan CTC mempunyai misi untuk mengembangkan kapasitas lokal di tingkat pengelolan konservasi regional di kawasan Segitiga Karang melalui pelatihan, pengembangan jejaring pembelajaran, membangun kemitraan antara publik dan swasta. Sejak berdirinya CTC 12 tahun silam, setidaknya lebih dari 100 sesi pelatihan telah dilakukan bersama mitra dari 2.000 praktisi regional.

BERITA TERKAIT

Industri Galangan Kapal Perlu Manfaatkan Peluang Tol Laut - Dunia Usaha

NERACA Jakarta – Pemerintah telah mengalokasikan anggaran bagi pembangunan kapal-kapal negara untuk memenuhi kebutuhan moda transportasi laut di dalam negeri.…

Barito Targetkan Akuisisi Star Energy di 2018 - Siapkan Dana US$ 800 Juta

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama tahun 2018, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menargetkan akuisisi Star Energy Group bisa rampung.…

Menteri Kelautan dan Perikanan - Lawan Mafia Jangan Dengan Cara Normatif

Susi Pudjiastuti  Menteri Kelautan dan Perikanan Lawan Mafia Jangan Dengan Cara Normatif Depok - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Penanaman Modal di Sektor Riil - Indonesia Pacu Tiga Sektor Manufaktur Jepang Tambah Investasi

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus mendorong para pelaku industri Jepang skala menengah untuk terus berinvestasi di Indonesia. Terdapat tiga…

Mencari Alternatif Langkah Penyelamatan Perusahaan Negara

NERACA Jakarta - Rencana pemerintah membentuk induk perusahaan (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mendapat kritik dari sejumlah akademisi…

Industri Kecil dan Menengah - Pemerintah Gencarkan Implementasi Program e-Smart IKM

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) kembali menggelar Workshop e-Smart IKM…