Pelabuhan New Priok Senilai Rp22,66 Triliun Segera Terwujud - PEMENANG TENDER DITETAPKAN

NERACA

Jakarta – Sebentar lagi Jakarta akan segera memiliki pelabuhan laut internasional baru, namanya Pelabuhan New Priok, di kawasan Kalibaru. PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC yang akan dibangun dengan nilai investasi tahap pertama sebanyak Rp22,66 triliun selesai pada tahun. 2014. Adapun, IPC mengumumkan bahwa lelang konstruksi pembangunan pelabuhan New Priok dimenangkan oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero).

Namun, penetapan pemenang baru akan dilakukan pada 10 Agustus 2012 setelah seluruh proses pengadaan selesai, termasuk apabila terdapat sanggahan dari pihak yang tidak memenangkan tender. Seperti diketahui, IPC telah memulai proses pelelangan konstruksi New Priok sejak 2011 sambil menunggu keluarnya izin pembangunan dan operasional dari Pemerintah. IPC juga berharap Kementerian Perhubungan segera terbitkan surat konsesi pengelolaan New Priok.

Hal ini dilakukan semata untuk mempercepat proses pembangunan dan operasional New Priok, serta sesuai dengan amanat Peraturan Presiden (Perpres) No.36 Tahun 2012. "Dengan keluarnya Perpres No. 36 tahun 2012 ini, persiapan pembangunan New Priok Port sudah dapat kami mulai," kata Direktur Utama Pelindo II RJ Lino melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca, Minggu (5/8).

Pembangunan New Priok dilakukan sebagai antisipasi peningkatan trafik barang di Pelabuhan Tanjung Priok yang melonjak tiap tahunnya. Penandatanganan kontrak antara IPC dan PT PP, nantinya baru akan dilakukan setelah Perjanjian Konsesi ditandatangani antara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Dirjen Hubla Kemenhub) dan IPC. Sampai saat ini, IPC masih menunggu surat konsesi tersebut diterbitkan oleh Kemenhub melalui Dirjen Hubla.

Meski saat ini mengalami keterlambatan pembangunan akibat belum keluarnya surat konsesi tadi, IPC tetap optimis bahwa terminal 1 tahap 1 akan selesai pada 2014. Walau begitu, IPC tetap berharap surat konsesi segera dikeluarkan Dirjen Hubla sehingga Perusahaan bersama pemenang tender dapat segera memulai proses pembangunan terminal tahap 1.

Lino berpendapat, apabila pelabuhan New Priok telah beroperasi penuh, diyakini akan meningkatkan daya saing ekonomi nasional dan semakin mengefisienkan kinerja kepelabuhan dan kemaritiman nasional. Investor mancanegara akan makin banyak ke Indonesia. Menurut dia, pembangunan Pelabuhan New Priok yang dulu bernama Pelabuhan Kalibaru itu akan memastikan Indonesia masuk ke dalam daftar negara-negara dengan jasa kepelabuhanan berskala internasional.

Lino mengungkapkan, pelabuhan pada tahap 1 akan dibangun di atas lahan seluas 195 hektare dengan panjang dermaga 4.000 meter serta mampu menampung kontainer hingga kapasitas 4,5 juta TEUs. "Bila seluruh tahap pembangunan, yaitu dari tahap 1 sampai 3 selesai, maka total kapasitas dari New Priok Port kurang lebih akan menjadi 13 juta TEUs," ujarnya.

BERITA TERKAIT

Soft Lauching New Ayooklik & AyooBelanja

Soft Lauching New Ayooklik & AyooBelanja NERACA Jakarta – Airmas Group menggelar soft launching New Ayooklik.com serta AyooBelanja.com. Acara ini…

Total Emisi Obligasi Capai Rp 2,47 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah membukukan total emisi obligasi dan sukuk sebanyak 1 emisi dari 1 emiten senilai…

Kocek Milik Waskita Beton Makin Tebal - Raih Pembayaran Rp 2,37 Triliun

NERACA Jakarta – Pundi keuangan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) makin tebal setelah anak usaha dari PT Waskita Karya…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Impor Ponsel Turun Drastis - Produksi Nasional Disebut Tembus 60 Juta Unit

NERACA Jakarta – Industri telepon seluler (ponsel) di dalam negeri mengalami pertumbuhan jumlah produksi yang cukup pesat selama lima tahun…

Tekan Produk Ilegal - Sistem Validasi IMEI Ponsel Ditargetkan Beroperasi April 2018

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika serta operator telepon seluler (ponsel) akan melakukan langkah sinergi untuk…

KKP Fasilitasi Pembudidayan Ikan Berbasis Kemitraan

NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan mengapresiasi peran BUMN dalam mendorong pemberdayaan pembudidaya ikan melalui implementasi program CSR dan…