Infrastruktur Kendaraan Listrik Dinilai Belum Siap - Terkait Rencana Produksi Mobil Listrik di 2014

NERACA

Jakarta – Gembar-gembor kendaraan listrik yang menurut roadmap pemerintah akan diproduksi masal 2014, namun masih menjadi pertanyaan mengenai kualitas baterai dari kendaraan listrik, apakah cocok dengan kondisi semrawutnya jalanan di Ibukota dan kondisi jalan yang terlalu sering diperbaiki dapat berakibat timbulnya kemacetan.

Mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi Rahardi Ramelan menyarankan, pengembangan kendaraan listrik lebih baik diprioritaskan untuk transportasi umum dan motor. Alasan dia, karena infrastruktur yang belum memadai, terutama unit pengisian ulang listrik.

“Kalau untuk kendaraan pribadi, apakah bisa menjamin di tengah kemacetan Jakarta ini, baterainya tidak habis. Bagaimana pengendara mau mengisi ulang? Memangnya mau nyolok melalui hidung,” ujarnya saat ditemui Neraca usai menghadiri acara berbuka puasa bersama di kediaman rumah dinas Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, pekan lalu.

Menurut Rahardi mengapa harus diprioritaskan transportasi umum karena sudah memiliki trayek, sehingga untuk membangun infrastruktur pengisian listrik bisa lebih terencana dan jelas. Dia pun juga mengingatkan mengenai kualitas baterai yang akan digunakan, karena hingga saat ini negara mana pun masih mencari pengembangan baterai yang dapat memenuhi dalam menghadapi kondisi jalan yang tidak statis.

“Kita memang termasuk yang telat, sudah banyak negara yang menggunakan listrik untuk transportasi umum. Karena dengan trayek jelas, maka tempat pengisian listriknya bisa diatur sepanjang berada di rute perjalannya. Sebab, tidak mudah mengembangkan kualitas baterai yang baik,” terangnya.

Ternyata, mengenai pengembangan baterai, Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta mengaku, berusaha untuk menggenjot penelitian terkait pengisian baterai mobil listrik dalam tahun ini. Dalam perumusan tersebut pihaknya akan menggandeng instansi-instansi pemerintah non-kementerian, salah satunya LIPI. “Rumusan teknologinya akan diarahkan semudah mungkin, layaknya seperti SPBU bagi pengisian BBM mobil berbahan bakar non-listrik, masih akan terus melakukan penelitian," ujarnya di Gedung BPPT, akhir pekan lalu.

Gusti mengatakan bahwa dalam pengembangan teknologi listrik, Indonesia sudah cukup bagus, namun masih perlu meningkatkan penelitian lebih lanjut. "Kalau soal motor, Indonesia sudah level 7. Kalau mobil listrik kita baru level 5. Ada 9 level," paparnya. Menurut dia, ada lima teknologi kunci dalam pengembangan mobil listrik antara lain desain, propulsi, transmisi, baterai dan pengisian listrik. "Propulsi dan transmisi masih banyak momponen impornya. Baterai juga impor, karena internasional pun pengembangannya masih minim. Energi untuk pengisian listrik ini kita sudah siap," pungkasnya.

BERITA TERKAIT

RENCANA IMPOR JAGUNG

Petani menjemur jagung seusai panen di Desa Jragung, Karangawen, Demak, Jawa Tengah, Kamis (22/2). Kementerian Perdagangan mengimbau kepada petani agar…

Jokowi: Ada 42 Ribu Aturan Hambat Investasi - KEBIJAKAN DESENTRALISASI DINILAI BERMASALAH

Jakarta-Presiden Jokowi mengungkapkan, masih ada peraturan di tingkat pusat hingga daerah yang menghambat investasi, bahkan jumlahnya mencapai 42.000 aturan. Sementara…

Dishub Sukabumi Siap Pasang Stiker Angkutan Online Yang Berizin

Dishub Sukabumi Siap Pasang Stiker Angkutan Online Yang Berizin  NERACA Sukabumi - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi akan memberikan tanda…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Sektor Riil - Menperin Nilai Indonesia Siap ke Arah Industri Berbasis Digital

NERACA Jakarta – Pelaku industri nasional perlu memanfaatkan perkembangan bisnis dan teknologi dari era ekonomi digital saat ini, seperti yang…

KKP Bikin Percontohan Teknologi RAS Pada Unit Pembenihan Rakyat

NERACA Yogyakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti melakukan tinjauan langsung ke Unit Pembenihan Rakyat (UPR) di desa wisata…

Dunia Usaha - Penerapan Industry 4.0 Buka Peluang Kerja Baru Lebih Spesifik

NERACA Jakarta – Penerapan sistem Industry 4.0 dinilai dapat menghasilkan peluang pekerjaan baru yang lebih spesifik, terutama yang membutuhkan kompetensi…