Semester I, Booking Otomotif Tembus Rp109,24 Triliun - Data APPI

NERACA

Jakarta - Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menunjukkan data bahwa nilai penyaluran pembiayaan baru (booking) otomotif sejak awal Januari 2012-Juni 2012 atau enam bulan pertama tahun ini menembus angka Rp109,24 triliun, yang diakumulasikan dari pembiayaan konvensional serta syariah mobil dan sepeda motor.

Ketua APPI, Wiwie Kurnia menuturkan, nilai net booking tersebut terdiri dari pembiayaan otomotif konvensional sebesar Rp105,78 triliun dan syariah otomotif sebesar Rp3,46 triliun. Apabila di total net booking secara keseluruhan dalam semester pertama, baik otomotif, mesin/alat berat, elektronik, maupun pembiayaan lain, nilainya sebesar Rp138,65 triliun.

“ini terbagi atas pembiayaan konvensional Rp134,72 triliun dan pembiayaan berbasis syariah senilai Rp3,93 triliun,” ujar Wiwie, melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca, Jumat (3/8), pekan lalu. Lebih lanjut dirinya mengatakan, kontribusi pembiayaan otomotif menyumbang sebesar 78,78% dari total net booking. Sementara kontribusi leasing alat berat menyumbang 9%.

Net booking adalah total pembiayaan baru yang dilaksanakan pada bulan bersangkutan tanpa memasukan bunga konvensional dan syariah.

Wiwie menambahkan, APPI mencatat total pembiayaan enam bulan pertama tahun ini untuk booking mobil konvensional sebesar Rp73,39 triliun, disusul sepeda motor Rp32,38 triliun, alat berat Rp11,62 triliun, elektronik Rp9,21 triliun, dan lain-lain Rp8,11 triliun.

Akan tetapi secara bulanan, booking mobil tertinggi justru terjadi pada Juni yang mencapai Rp12,24 triliun dan terendah di Januari Rp11,83 triliun. Sementara itu booking sepeda motor sempat tertinggi pada Mei Rp6,22 triliun dan terendah di Februari Rp5,18 triliun.

Untuk syariah pada periode enam bulan tahun ini, booking mobil mencapai Rp1,35 triliun, sepeda motor Rp2,11 triliun, alat berat/mesin Rp394,10 miliar, elektronik Rp22,49 miliar, dan lainnya Rp52,56 miliar.

Jika dihitung selama setahun atau sejak bulan Juni 2011-Juni 2012, total pembiayaan otomotif konvensional mencapai Rp228,39 triliun, mesin/alat berat Rp22,70 triliun, elektronik Rp18,04 triliun, dan lainnya Rp23,37 triliun.

Sementara booking syariah otomotif Rp6,73 triliun, disusul mesin/alat berat Rp577,95 miliar, elektronik Rp48,94 miliar , dan lain-lain Rp106 miilar. “Tren pembiayaan ke depan akan tumbuh cukup tinggi ketika Ramadan dan menjelang Idul Fitri, yaitu sekitar 10%-15%,” tandasnya.

Data APPI juga mencatat sepanjang semester I-2012, terjadi penurunan jumlah karyawan tetap dari Januari sebanyak 91.705 karyawan menjadi 88.444 atau berkurang 3.261 orang. Tetapi dalam setahun (Juni 2011-Juni 2012) bertambah 9.832 karyawan dari Juni 2011 baru sebanyak 78.612 karyawan. [ardi]

BERITA TERKAIT

Darmin Akui Data Produksi Beras Kementan Sering Meleset

      NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomaian Darmin Nasution menyatakan, data proyeksi produksi beras yang dikeluarkan…

BTN Pluit Resmi Jadi Kantor Cabang Penuh - Targetkan DPK Rp 1,2 Triliun

Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk di Provinsi DKI Jakarta, khususnya Jakarta Utara yang akan mendorong kebutuhan pembiayaan perumahan, PT Bank…

Naik Rp1,25 Triliun, Banggar Tetapkan Anggaran Subsidi Energi Rp157,79 Triliun

      NERACA   Jakarta - Rapat Panitia Kerja Badan Anggaran DPR menyetujui alokasi subsidi energi sebesar Rp157,79 triliun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…