Sepi Peminat, Lelang AB Kembali Di Tunda

NERACA

Jakarta – Sepi dari peserta lelang, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terpaksa harus menunda lelang saham BEI dari rencana awal Agustus 2012, “Karena belum ada pesertanya maka lelang tidak jadi dilaksanakan,”kata Direktur PT Bursa Efek Indonesia, Samsul Hidayat di Jakarta, Kamis (2/8).

Sebelumnya, pada 2 Juli 2012 BEI telah membuka lelang anggota bursa. Namun dibatalkan karena tidak ada peserta lelang yang memenuhi persyaratan untuk menjadi anggota bursa efek. Harga lelang kursi anggota bursa (AB) dari semula Rp12 miliar pun menjadi Rp15 miliar. Lelang tersebut akan dilakukan setiap bulan hingga enam kali.

Adapun lima saham anggota bursa yang dilelang pada Patalian Water Securindo, United Asia Securities, Antaboga Delta Sekuritas, Signature Capital Indonesia, dan Sarijaya Permana Sekuritas.

Persyaratan dan tata cara menjadi peserta lelang adalah sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan bursa Nomor III-H tentang pelelangan dan pembelian kembali saham bursa. Setiap peserta lelang harus terlebih dahulu memenuhi syarat menjadi anggota bursa efek sebagaimana diatur dalam peraturan bursa Nomor III-A tentang keanggotaan bursa.

Samsul pernah bilang, Peak Securities dan Monex Investindo Futures memang pernah daftar untuk mengikuti lelang anggota bursa. "Mereka sudah daftar untuk bisa ikut tetapi karena ada persyaratan lain yang harus dipenuhi. Kalau mereka bisa siapkan sebelum tanggal 1, mereka bisa ikut bulan ini,”katanya.

Sebagaimana diketahui, Direktur Pengawasan Anggota Bursa BEI, Uriep Budhi Prasetyo, pernah bilang, pihaknya melakukan lelang kembali karena masih terdapat peserta lelang yang belum memenuhi ketentuan persyaratan. "Untuk Juni sudah di lakukan. Tapi peserta lelangnya belum memenuhi syarat, khususnya terkait Peraturan Bursa III A tentang keanggotaan,”ungkapnya.

Setiap peserta lelang harus terlebih dahulu memenuhi syarai menjadi anggota bursa efek sebagaimana diatur dalam peraturan bursa Nomor III-A tentang keanggotaan bursa. Saat itu, Bapepam-LK telah menyetujui revisi peraturan III-H mengenai pelelangan dan pembelian saham bursa. Alhasil, aturan tersebut berlaku pada 1 Mei 2012. BEI juga telah melakukan sosialisasi mengenai aturan lelang tersebut.

Saat dikonfirmasi mengenai langkah selanjutnya setelah surat persetujuan anggota bursa (SPAB) PT Dinar Securities dicabut, Uriep mengatakan, PT Dinar Securities memiliki kesempatan untuk menawarkan kursi AB kepada pihak lain. Jika PT Dinar Securities tidak mendapatkan calon pembeli untuk kursi anggota tersebut, maka PT Dinar Securities dapat menawarkan kursi AB lewat lelang."Dinar memberikan waktu satu tahun untuk menjual kepada pihak lain, bila tidak laku juga maka lewat lelang dengan jangka waktu satu tahun juga," kata Uriep.

Dengan demikian, apabila masa lelang tersebut lewat, maka BEI akan mem-buyback saham AB tersebut senilai Rp135 juta. (bani)

BERITA TERKAIT

Kedua Kalinya, KPPU Akan Kembali Gelar JICF

Kedua Kalinya, KPPU Akan Kembali Gelar JICF NERACA Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), untuk kali kedua akan menyelenggarakan…

Grand Eschol Residences & Aston Karawaci Hotel Kembali Dibangun - Sempat Tertunda

    NERACA   Jakarta - PT Mahakarya Agung Putera, pengembang Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel, menegaskan…

Pemerintah Serap Rp22,5 triliun dari Lelang SUN

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menyerap dana Rp22,5 triliun dari lelang enam seri Surat Utang Negara (SUN) untuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sidang Dugaan Monopoli Aqua - Saksi Ahli : Praktik Monopoli Mutlak Dilarang

Dari sidang lanjutan atas dugaan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan PT Tirta Investama dan PT Balina …

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

Laba Bersih Hartadinata Tumbuh 28,4%

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2017, PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 95 miliar atau naik…